TANJUNGPINANG TERKINI

Harga Kedelai Naik, Ukuran Tahu dan Tempe Diperkecil, Disperdagin Tanjungpinang Pasrah

Perajin tahu dan tempe di Tanjungpinang, Solehan bilang, harga kedelai sebelum naik Rp 360 ribu per karung ukuran 50 Kg,kini sudah Rp 500 ribu

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Istimewa
Harga Kedelai Naik, Ukuran Tahu dan Tempe Diperkecil, Disperdagin Tanjungpinang Pasrah. Foto Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Tanjungpinang, Ahmad Yani 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah perajin tahu dan tempe di Tanjungpinang meminta solusi dari pemerintah. Itu terkait naiknya harga bahan dasar kedelai yang diperkirakan merata di wilayah Indonesia.

Dampak naiknya harga bahan dasar kedelai itu, mengakibatkan pihak perajin tahu dan tempe di Tanjungpinang mengalami kerugian hingga ingin menghentikan produksinya.

Seorang perajin tahu dan tempe di lokasi Yos Sudarso Gang Jahan II, Tanjungpinang, Solehan mengatakan, harga kedelai sebelum mengalami kenaikan Rp 360 ribu per karung ukuran 50 Kg.

Namun kini harga kedelai telah mencapai Rp 500 ribu per karung.

"Sudah beberapa bulan ke belakang ini naiknya drastis," ujarnya, Minggu (10/1/2021).

Baca juga: Cara Simpan Tempe Agar Tak Mudah Berjamur, Ikuti 4 Langkah Mudah Ini

Baca juga: Asal Mula dan Filosofi Tempe Mendoan, Mengapa Digoreng Setengah Matang dan Tidak Renyah?

Solehan mengakui tidak mengetahui secara persis, apa hal yang menyebabkan naiknya harga kacang kedelai yang diimpor oleh Indonesia tersebut.

"Kita tidak tahu, katanya stok kedelai kosong," ucapnya.

Ia berencana mengecilkan ukuran tahu dan tempe dari biasanya. Itu dilakukan agar tetap dapat melanjutkan usahanya, di sisi lain tidak menaikkan harga jual tahu dan tempe kepada masyarakat.

"Nanti kita berunding dulu dengan kawan-kawan (perkumpulan) pengusaha tahu tempe untuk rencana mengecilkan ukuran tahu tempe," sebutnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Tanjungpinang, Ahmad Yani pasrah. Pihaknya mengajak pengusaha tahu dan tempe untuk pandai-pandai menyikapi.

"Masalah kedelai memang ada kenaikan, kemarin Rp 10 ribu per Kg, sekarang Rp 11 ribu per Kg. Langkahnya, pandai-pandailah menyikapi, untuk sementara solusi yang kita tawarkan kiranya ukuran tahu tempe dapat diperkecil dari biasanya," ungkap Yani.

Yani juga mengakui, kenaikan kacang kedelai saat ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.

Bahkan, Disperdagin Tanjungpinang tidak bisa berbuat banyak, seperti tidak bisa mensubsidikan kacang kedelai, bagi pengusaha tahu dan tempe di Tanjungpinang.

"Kalau kita mau subsidikan harus dibahas dulu, yang jelas tidak untuk saat ini. Kemungkinan di anggaran tahun depan.

Kita harapkan pemerintah pusat juga melihat kondisi pelaku usaha kita, karena inikan UMKM juga," harapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved