KKSS Karimun Tak Terima Haji Permata Tewas Ditembak Petugas Bea Cukai
Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan ( KKSS) Karimun bereaksi soal meninggalnya Haji Permata.
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Agus Tri Harsanto
Humas Kanwil DJBC Khusus Kepri Arif Ramdhan mengatakan, penjagaan ini bertujuan untuk mengantisipasi penyerangan Kanwil DJBC Khusus Kepri terhadap anak buah Haji Permata yang tidak terima atas meninggalnya pengusaha Batam itu.
Seperti diketahui Haji Permata meninggal dunia setelah ditembak tim gabungan Bea Cukai Karimun dan Bea Cukai Tembilahan, Jumat (15/2).
Arif Ramdhan menanggapi santai langkah hukum yang ditempuh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan atau KKSS Batam bersama pihak keluarga.
Pihaknya masih menindaklanjuti kejadian ini. Sehingga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut kepada awak media.
"Itu hak mereka, silahkan jika harus melalui jalur hukum.
Kami belum bisa memberikan keterangan lebih kepada media, ditakutkan disalah artikan yang menimbulkan provokator,"
Kami akan memberikan laporan yang mendetail setelah kejadian ini telah mendapatkan titik terang kejelasan," katanya.
Tak Terima Haji Permata Meninggal Dunia
Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan atau KKSS Batam bersama keluarga berencana aksi di Kantor Bea Cukai Karimun.
Mereka tak terima Haji Permata meninggal dunia diduga tewas akibat luka tembak.
Ketua KKSS Batam, Masrur Amin mengungkapkan dari hasil autopsi di RS Bhayangkara, terdapat tiga butir peluru yang bersarang di tubuh Haji Permata.
Dua pada bagian ulu hati, sementara satu pada bagian dada.
Seperti diketahui, Haji Permata meninggal dunia pada Jumat (15/1).
Almarhum merupakan mantan Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) sekaligus pengusaha yang pemilik Hotel Oasis di Kota Batam.

Setelah mendapat autopsi di RS Bhayangkara Polda Kepri, jenazah dibawa ke rumah duka di Perumahan Bella Vista Residance, sekira pukul 19.20 WIB dan dilanjutkan dengan pemakaman di TPU Air Raja, Sei Tering, Tanjung Sengkuang, Sabtu (16/01/2021)