Taiwan Tuduh China Sengaja Soal Corona! Covid-19 Tak Separah Sekarang jika Xi Jinping Lakukan Ini

Mata dunia tertuju ke China sbagai biang kerok yang sejak awal kemunculan virus corona dan melumpuhkan kehidupan umat manusia di bumi harusnya terbuka

Kolase tangkapan layar YouTube The Global dan Ancilla Delai via Tribunnews
Taiwan Tuduh China Sengaja Soal Corona! Covid-19 Tak Separah Sekarang jika Xi Jinping Lakukan Ini. Foto suasana Kota Wuhan, China di masa-masa awal pandemi corona 

TRIBUNBATAM.id - Taiwan Tuduh China Sengaja Soal Corona! Covid-19 Tak Separah Sekarang jika Xi Jinping Lakukan Ini.

Sejak awal kemunculan virus corona yang melumpuhkan kehidupan umat manusia di bumi, semua mata tertuju ke China yang dituuh sebagai biak kerok mewabahnya corona.

Sejumlah laporan juga menyebutkan adanya pembungkaman sejumlah tenaga kesehatan dan masyarakat yang berbicara corona di China.

China sampai sekarang terus membantah meski menjadi tertuduh tunggal meluasnya pandemi corona. 

Korban Virus Corona Menggigil hingga Kejang-Kejang di Wuhan Cina
Korban Virus Corona Menggigil hingga Kejang-Kejang di Wuhan Cina (Daily Mail)

Amerika Serikat (AS) sejak lama mencurigai asal mula virus corona berasal dari laboratorium virologi Wuhan China.

Baca juga: Tim Ahli Internasional WHO Tiba di Wuhan untuk Selidiki Asal-usul Virus Corona

Baca juga: Kabar Kota Wuhan Setelah 1 Tahun Pandemi Virus Corona, Restoran Normal, Banyak Promo Wisata

Baca juga: Dunia Berdarah-darah karena Corona, China Dicap Biang Kerok! WHO ke Wuhan Selidiki Asal Usul Virus

AS mengatakan SARS-CoV-2 tidak melompat secara alami dari kelelawar, trenggiling atau spesies lain ke manusia.

Warga berjalan memakai masker di jalanan yang masih dipasang pagar pembatas di Wuhan, China, 30 Maret 2020. Warga Wuhan bersiap memulai kembali aktivitasnya setelah lockdown dua bulan
Warga berjalan memakai masker di jalanan yang masih dipasang pagar pembatas di Wuhan, China, 30 Maret 2020. Warga Wuhan bersiap memulai kembali aktivitasnya setelah lockdown dua bulan (ROMAN PILIPEY/EPA-EFE)

Sebaliknya AS mengklaim virus corona itu dibudidayakan oleh para ilmuwan di Institut Virologi Wuhan.

Meski demikian, China tak tinggal diam dengan tuduhan AS.

China menyebut semua bukti ilmiah yang kredibel tidak menunjukkan kebocoran dari laboratorium Wuhan.

Baca juga: Mulai Ramai Didatangi Wisatawan China, Tiket Tempat Wisata di Wuhan Digratiskan

Baca juga: Ribuan Warga Wuhan Pesta di Kolam Air, Rayakan Bebas dari Virus Corona

Baca juga: Wuhan Kembali Normal dari Covid-19, Warga Berbondong-bondong Berenang di Water Park

Mereka mengatakan pandangan ini didukung oleh badan intelijen di kedua sisi Atlantik, menambahkan:

"Pandangan komunitas intelijen AS yang mapan menunjukkan pandemi itu berasal dari alam."

Zhang Zhan, seorang jurnalis China yang terancam dipenjara hingga lima tahun setelah meliput mengenai Covid-19 di Wuhan
Zhang Zhan, seorang jurnalis China yang terancam dipenjara hingga lima tahun setelah meliput mengenai Covid-19 di Wuhan (Screengrab from YouTube)

Taiwan ikut-ikutan serang China

Sementara itu Taiwan mengungkap virus corona tak separah sekarang bila China lakukan hal ini.

Belum juga usai, virus corona atau Covid-19 masih jadi momok mengerikan bagi masyarakat dunia hingga saat ini.

Bahkan virus corona telah mematikan kegiatan masyarakat di hampir seluruh dunia setelah pertama kali muncul di Wuhan, China.

Baca juga: Tak Catat Kasus Harian Covid-19 Sejak Mei, Wuhan Akan Buka Kembali Sekolah Mulai 1 September

Baca juga: Pulihkan Kondisi Ekonomi Setelah Lockdown, Wuhan Beri Subsidi Untuk Warganya Beli Mobil Baru

Baca juga: Usai Berlakukan Pembatasan Perdagangan, Wuhan China Larang Warganya Konsumsi Satwa Liar

Sampai saat ini pun masih belum ada solusi jitu untuk menangani virus yang menghentikan banyak kegiatan manusia ini.

Dr Li Meng Yan dalam suatu acara mengatakan bahwa virus corona berasal dari sebuah laboratorium yang ada di Wuhan, China.
Dr Li Meng Yan dalam suatu acara mengatakan bahwa virus corona berasal dari sebuah laboratorium yang ada di Wuhan, China. (Twitter @aminaibr_lon)

Kini terhitung telah setahun berlalu setelah pertama kali virus yang memiliki nama lain covid-19 itu muncul di wilayah Wuhan, China.

Menurut Daily Star pada Rabu (20/1/21), para ahli menuduh pihak berwenang China menyembunyikan fakta tentang wabah ini.

Dalam film dokumenter ITV, dikatakan jumlah kematian pandemi mencapai dua juta di seluruh dunia.

Baca juga: Ilmuwan China Lari ke AS, Sebut Laboratorium Wuhan Ciptakan Corona Dikendalikan Pemerintah

Baca juga: Surabaya Disebut Jadi Wuhan Kedua, Kasus Penularan Covid-19 Tinggi, Kini Fakta Baru Terungkap

Baca juga: Sempat Nyatakan Punya Bukti Kuat, Menlu AS Sebut Virus Corona Tidak Pasti dari Lab Wuhan

Namun, sebenarnya wabah ini bisa saja tidak pernah terjadi jika China melakukan hal ini.

Menurut Dr Yi-Chun Lo, dari Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan, mengatakan wabah ini bisa saja dihindari dan tidak menyebar ke seluruh dunia.

Dokter Ai Fen, direktur departemen darurat Rumah Sakit Wuhan yang buka suara bagaimana dia dibungkam karena menyebarkan informasi mengenai virus corona
Dokter Ai Fen, direktur departemen darurat Rumah Sakit Wuhan yang buka suara bagaimana dia dibungkam karena menyebarkan informasi mengenai virus corona (People/Handout via SCMP)

Dia mengatakan kepada dokumenter ITV, "Saya pikir pandemi dapat dihindari sejak awal jika China transparan tentang wabah tersebut dan dengan cepat memberikan informasi yang diperlukan kepada dunia."

Film yang akan datang mengklaim virus itu sudah merajalela dalam 12 hari sejak 5 Januari, ketika pemerintah China melaporkan tidak ada kasus baru.

Petugas medis dari kota pusat wabah Wuhan mengatakan, bahwa mereka dibungkam pada Desember 2019 sebelum perayaan Tahun Baru Imlek diizinkan, lapor The Sun.

Baca juga: Pasca jadi Kota Mati, Anak-anak Sekolah di Kota Wuhan, China Dikabarkan Mulai Bersekolah Kembali

Baca juga: Menteri Luar Negeri AS Sebut Punya Bukti Besar Covid-19 Berasal dari Lab di Wuhan China

Baca juga: Wuhan bakal Gelar Tes Massal Covid-19, Warga Khawatir Timbul Gelombang Kedua Wabah Corona

Seorang mengatakan dia khawatir perayaan Imlek akan menjadi acara penyebaran super massal.

Pelapor sudah memperingatkan bahwa mereka seharusnya tidak mengizinkan pertemuan apa pun, tetapi "kami diberitahu untuk tidak berbicara".

"Pemerintah provinsi dan lokal tahu ancaman itu, tetapi mereka tetap mengizinkan orang berkerumun," katanya.

Chen Qiushi saat melaporkan apa yang ia lihat di rumah sakit di Wuhan China
Chen Qiushi saat melaporkan apa yang ia lihat di rumah sakit di Wuhan China (Youtube Coronavirus Live Archive)

"Orang-orang menyarankan di tingkat kota agar tidak dilanjutkan, tetapi tetap dilakukan karena acara seperti itu akan menghadirkan masyarakat yang harmonis dan sejahtera," katanya.

Sementara itu, kebocoran data resmi China menunjukkan kasus pertama Covid-19 yang dikonfirmasi di Wuhan dapat ditelusuri kembali ke 17 November 2019, kata laporan.

Pemerintah China mengatakan tidak ada kematian hingga 9 Januari 2020.

Baca juga: China Hentikan Perang Terhadap Corona RS Darurat Covid-19 di Wuhan Tutup karena Tak Ada Pasien

Baca juga: Misteri Asal Muasal Virus Corona Kembali Diungkap Peneliti, Benarkah Bukan dari Wuhan China?

Lebih dari dua juta orang di seluruh dunia telah meninggal akibat virus corona sejauh ini, menurut Departemen Teknik Sipil dan Sistem Johns Hopkins.

Seorang petugas medis senior mengklaim dalam film dokumenter 'Wabah: Virus yang Mengguncang Dunia' yang akan segera dirilis.

WNI dari Wuhan melakukan senam pagi di Ranai, Natuna, Minggu (03022020)
WNI dari Wuhan melakukan senam pagi di Ranai, Natuna, Minggu (03022020) ((Istimewa))

Dokumenter itu menceritakan "Ada kematian setiap hari pada hari-hari awal."

"Kami semua merasa seharusnya tidak ada keraguan tentang penularan dari manusia ke manusia," katanya.

Hasil rekaman rahasia ITV tersebut muncul setelah salah seorang intelijen AS mengungkapkan kegagalan percobaan China yang berakibat munculnya virus corona.

Baca juga: Muncul Kasus Baru Virus Corona di Kota Wuhan, Kali Ini Tanpa Disertai Gejala

Baca juga: 5 Klaster Baru Kasus Covid-19 Kembali Terdeteksi di Kota Wuhan, Pejabat Setempat Dinilai Tak Becus

Meski demikian China tetap saja bungkam dan tak mau mengakui asal usul keberadaan virus corona yang mengguncang dunia.

Bahkan tim khusus dari WHO sudah dikirim untuk menyelidiki sumber dan asal-usul wabah tersebut diusir oleh otoritas China dari wilayah mereka.

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

SUMBER: SOSOK.ID

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved