CHINA Memang Kuat, Tapi Tak Bisa Kalahkan Amerika di Laut China Selatan, Joe Biden Punya Triknya !
Banyaknya konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China, klaim Beijing soal Laut China Selatan adalah salah satu pemicu ketegangan
TRIBUNBATAM.id - CHINA Memang Kuat, Tapi Tak Bisa Kalahkan Amerika di Laut China Selatan, Joe Biden Punya Triknya !
Banyaknya konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China,
klaim Beijing soal Laut China Selatan adalah salah satu pemicunya.
China berkali-kali melakukan provokasi Laut China Selatan yang masih jadi persengketaan banyak negara.
Melihat dominasi militer China, Ngeri Paman Sam tak terima.

Berkali-kali pula armada tempur AS masuk ke wilayah itu,
dengan alasan membantu negara Asean terbebas dari "intimidasi" China.
Baca juga: Masih Ragu Kehebatan CHINA? Jenderal Amerika Akui AS Bisa KEOK di Pertempuran Kapal Induk & Angkasa
Baca juga: Bukti Joe Biden Sama Garangnya dengan Trump Soal CHINA, Pejabat AS Singgung Kebangkitan Xi Jinping
Konflik Laut China Selatan menjadi salah satu poin dalam upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.
Sebab konflik ini sudah terjadi hampir satu tahun lamanya.

Beberapa negara pun terlibat konflik.
Seperti negara-negara Asia Tenggara.
Baca juga: Xi Jinping Kena Batunya Sok Lawan Barat, China Dikepung, Jerman Susul Inggris di Laut China Selatan
Baca juga: China Panas Kapal Induk dan 3 Kapal Perang AS ke Laut China Selatan, Beijing Dituduh Zalim ke Taiwan
Baca juga: AS Ketar-Ketir, Sebut China Siap Perang Dunia III di Laut China Selatan, Siapa Terkuat?

Nah, melihat hal ini, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memberikan jawabannya.
Dilansir dari newssetup.kontan.co.id pada hari Rabu (28/1/2021),
ia mengatakan kepada rekan-rekannya di Indo-Pasifik bahwa AS menolak klaim maritim Beijing yang berlebihan di Laut China Selatan.
Baca juga: Apakah Perang akan Terjadi di Laut China Selatan Setelah Joe Biden Gantikan Donald Trump
Baca juga: TIONGKOK Makin Merajalela di Laut China Selatan, Kirim Puluhan Kapal Perang Gara-gara Hal Ini
Baca juga: Enam Pesawat Bomber Milik China dan Rusia Lintasi Laut China Selatan, Ada Apa?
Dia juga menyoroti mekanisme multilateral yang berkembang seperti "Quad" dalam menangani tantangan global.

Melansir Kyodo News, menurut Departemen Luar Negeri AS, Blinken dan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin bersekutu.
Keduanya menegaskan selama pembicaraan telepon,
bahwa aliansi bilateral yang kuat sangat penting bagi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka di tengah meningkatnya penguasaan China di kawasan itu.
Baca juga: Ulah China dan Rusia Bikin Panas Jepang, Pamer Pesawat Pengebom Canggih di Laut China Selatan
Baca juga: Beri Peringatan Keras ke Amerika, China Luncurkan Rudal ke Kapal Amerika di Laut China Selatan
Baca juga: Amerika Serikat Dukung Penuh Negara ASEAN Soal Laut China Selatan: Komitmen Abadi

Di Laut China Selatan yang disengketakan,
Menteri Luar Negeri AS yang baru menjabat itu mengatakan,
Amerika Serikat menolak klaim China di perairan tersebut.
Baca juga: Beri Peringatan Keras ke Amerika, China Luncurkan Rudal ke Kapal Amerika di Laut China Selatan
Baca juga: Soal Laut China Selatan, Xi Jinping Tegaskan China Tak Berniat Perang dengan Negara Manapun
Baca juga: CHINA Seakan Tantang AS, Kirim Pembom H-6J ke Laut China Selatan, Bisa Angkut 7 Rudal Supersonik

Ini karena mereka melebihi zona maritim di bawah hukum internasional.
Sebelumnya, ketegangan meningkat atas masalah Laut China Selatan,
setelah pemerintahan Presiden Donald Trump mengecam klaim Beijing atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar perairan yang disengketakan dan itu sepenuhnya melanggar hukum.
Baca juga: Marinir AS Berkuasa di Laut, tapi CHINA makin Perkasa, Inilah 7 Angkatan Laut Terkuat di Bumi
Baca juga: CHINA Jual Amerika Beli: Xi Jinping Kirim Jet Tempur ke Taiwan, Joe Biden Balas Kerahkan Kapal Induk
Baca juga: Xi Jinping Kena Batunya Sok Lawan Barat, China Dikepung, Jerman Susul Inggris di Laut China Selatan
.
.
.
Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google
SUMBER: INTISARI
(*)