HUMAN INTEREST
Pedagang di Tanjungpinang Babak Belur Hadapi Pandemi, Gadai 2 Motor untuk Bertahan Hidup
Pandemi Covid-19 begitu dirasakan pedagang di Tanjungpinang. Mereka babak belur mempertahankan usaha mereka sejak virus corona itu datang.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
Sebelum pandemi Covid-19, usaha yang ia tekuni bisa mengantongi uang hingga Rp 1 juta dalam sehari.
Itu pun jualannya pun hanya dimulai sejak pagi hingga siang hari saja.
Sejak pandemi Covid-19, kami berjualan dari pagi sampai malam hari dapat Rp 300 ribu itu sudah sujud syukur.
Untuk menutupi kekurangan, sudah menjadi hal yang harus dilakukan saat ini bagi David.
Bahkan Ia juga telah menggadaikan 2 sepeda motor miliknya.
"Kalau soal nombok jangan ditanya, banyak pasti nombok lah.
Motor 2 saya gadai. Satu ke rentenir satu lagi ke bank," tegasnya.
Ia pun berharap ada solusi nyata dari pemerintah.
Bagaimana pemerintah bisa membantu pelaku UMKM sepertinya dirinya tetap eksis.
"Kami butuh solusi dan cara bagaimana kami tetap bertahan. Kami terimakasih adanya bantuan uang, tapi bagi kami pelaku UMKM jauh dari itu.
Biarlah perolehan uang yang kami dapat dari berjualan.
Tapi bagaimana caranya kami tetap bertahan dan tidak sampai nombok-nombok jualan itu yang perlu kami dapati dari penguasa," ujarnya. (TribunBatam.id/endrakaputra)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google