Nyali Xi Jinping Ciut, CHINA Dikepung, Panik Minta Kawan Negara ASEAN di Laut China Selatan
China yang pongah di Laut China Selatan mendadak minta berteman, nyali China ciut setelah armada tempur Amerika Serikat dan sekutu bersatu
Bukti nyata dari kemampuan Angkatan Laut Perancis untuk ditempatkan di tempat yang jauh (dari Perancis) dan dalam jangka waktu yang lama bersama dengan mitra strategis kami, Australia, Amerika, dan Jepang," cuitnya disertai gambar dua kapal tersebut.
Sebelumnya armada Perancis ini berlatih dengan tiga Kapal Perang TNI Angkatan Laut (KRI) di Selat Sunda, Senin (08/02/2021).
• Soal Laut China Selatan, Xi Jinping Tegaskan China Tak Berniat Perang dengan Negara Manapun
• Xi Jinping Sidak Korps Marinir, Beijing Siap Perang di Selat Taiwan, Laut China Selatan dan Timur!
Kapal tersebut yakni KRI Barakuda-633, KRI Tenggiri-865, KRI Cakalang-852 serta 2 Kapal Perang Perancis FS Vendemiaire (Frigate) dan FS Emeraude (Submarine).
Dalam latihan Passex tersebut dilaksanakan serial latihan Flashex (Flash Exercise), Flaghoist, Photoex (Photo Exercise) Mantak diakhiri dengan salam perpisahan (farewell pass) yang selanjutnya Kapal Perang Perancis melanjutkan pelayaran.
Media pemerintah China, Global Times melansir, Presiden China Xi Jinping mengatakan,
hubungan China dan Vietnam berada di titik awal sejarah baru.
China bersedia bekerja dengan Vietnam untuk mendorong perkembangan hubungan bilateral yang stabil dan langgeng.
"China siap untuk bergabung dengan Vietnam untuk memperkuat komunikasi strategis,
meningkatkan rasa saling percaya di bidang politik," kata Xi Jinping yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Partai Komunis China.
• Saat AS Gelar Pemilu! Laut China Selatan Membara, Kapal Serbu Amfibi Tiongkok Berlayar Dekat Taiwan
"Dan, mempertahankan peran bimbingan politik juga komunikasi yang erat antara kepemimpinan kedua pihak," ujar Xi Jinping.
Senada Wang Wenbin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China,
dalam jumpa pers reguler Selasa, mengatakan China akan bekerja dengan negara-negara lain di kawasan Laut China Selatan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas.
"Amerika Serikat sering mengirimkan kapal dan pesawat ke Laut China Selatan untuk memamerkan kekuatannya,
yang tidak kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional," kata Wang Wenbin.
"China akan terus mengambil tindakan yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kedaulatan dan keamanan nasional,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jinping-pada-sebuah-momen.jpg)