HUMAN INTEREST
Kisah Inspiratif Black, Berjuang Bawa Tim Futsal Kepri Lolos PON XX Papua, Dulu Sempat Gagal
Sempat gagal mewujudkan mimpi Tim Futsal Kepri berlaga di PON karena kalah di Pra PON 2014, Black tak ingin putus asa dan larut dalam kegagalan
BATAM, TRIBUNBATAM.id – Kisah inspiratif Black, berjuang bawa Tim Futsal Kepri lolos PON XX Papua, dulu sempat gagal.
Kerja keras tak akan pernah mengkhianati hasil.
Kalimat motivasi ini menjadi dasar perjuangan Suhendra Jamal untuk mewujudkan mimpi Tim Futsal Provinsi Kepri berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
Walau sempat gagal di Pra PON tahun 2014 lalu, pria kelahiran Medan 44 tahun silam ini tak ingin putus asa dan larut dalam kegagalan.
“Enam tahun lalu, kami seharusnya juga lolos ke PON Jawa Barat. Tapi kalau format yang dipakai seperti PON sekarang,” kenangnya saat membuka pembicaraan kepada Tribun Batam, Jumat (12/2/2021).
Baca juga: Persiapan PON XX Papua, Tim Futsal Kepri Terkendala Minimnya Laga Uji Coba
Baca juga: Tim Futsal Kepri di PON XX asal Kepri Minim Anggaran, Terpaksa Latihan di Alun-Alun Batam
Pasalnya, Pra PON 2014 di Kota Palembang memakai sistem dua kali putaran. Di situ, Tim futsal Kepri berhasil memuncaki klasemen grup di putaran awal dan gagal pada putaran kedua yang diselenggarakan di Kota Banjarmasin.
Kegagalan ini pula yang mengubur mimpi para pemain untuk ikut serta pada penyelenggaraan PON XIX Jawa Barat tahun 2015.
Dari kegagalannya itu, Black, begitu dia sering disapa, mendapatkan banyak pelajaran.
Berbagai upaya pun dilakukannya untuk membenahi beberapa kekurangan di dalam tim jelang Pra PON 2019 dimulai.
Seperti memaksimalkan latihan fisik sampai memperbaiki kualitas teknik dasar para pemain.
“Kepri ini hanya kalah pengalaman dan persiapan teknis saja. Di situ saya belajar untuk memaksimalkannya walau terkendala anggaran. Alhamdulillah usaha itu berhasil membawa tim futsal Kepri lolos ke PON untuk pertama kalinya,” tambah dia.
Sosok Black sendiri sudah tak asing bagi insan futsal di Batam. Mantan pemain PSMS Medan ini memulai kariernya sebagai pelatih futsal sekira tahun 2005 lalu.
Saat itu, Black pertama kalinya berhasil membawa tim Dakra menjuarai kompetisi futsal paling bergengsi di Batam, ATB Cup Competition.
“Alhamdulillah sekarang saya sudah pegang lisensi Level 1 AFC sebagai pelatih futsal,” ungkap dia.
Jauh sebelum ia memulai karier sebagai pelatih, Black juga pernah membela tim sepak bola kebanggaan Batam saat itu, PS. Otorita Batam (PSOB).