Apa Itu Kudeta? Berikut Pengertian dan Perbedaannya dengan Revolusi
Secara informal, istilah kudeta terkadang digunakan untuk merujuk pada pengambilalihan atau kemenangan bukan hanya di bidang pemerintahan tetapi juga
TRIBUNBATAM.id - Dunia saat ini tengah dihebohkan dengan peristiwa kudeta yang dilakukan oleh militer di Myanmar.
Myanmar resmi kembali berada di bawah kekuasaan militer langsung pada Senin, (1/2/2021) pukul 08.30 pagi waktu setempat.
Lantas, apa itu kudeta?
Melansir Encyclopaedia Britannica, kudeta adalah penggulingan pemerintahan yang ada secara tiba-tiba dan dengan kekerasan oleh sekelompok kecil.
Berikut ini penjelasan singkat tentang apa itu kudeta dan contohnya:
Pengertian kudeta
Kudeta berasal dari bahasa Perancis Coup d'etat atau coup. Mengutip Wiktionary, Coup d'etat secara harfiah berarti pukulan terhadap suatu negara (a sudden blow or strike to a state).
Menurut KBBI, kudeta adalah perebutan kekuasaan (pemerintahan) dengan paksa. Mengudeta adalah melakukan perebutan kekuasaan dengan paksa dan tidak secara sah.
Mengutip Cambridge Dictionary, kudeta adalah kekalahan mendadak pemerintah melalui kekuatan ilegal oleh sekelompok kecil, seringkali kelompok militer.
Kudeta adalah penggulingan atau pengubahan pemerintahan yang ada oleh sekelompok kecil dengan kekerasan.
Prasyarat utama kudeta adalah kendali atas semua atau sebagian angkatan bersenjata, polisi, dan elemen militer lainnya.
Secara informal, istilah kudeta terkadang digunakan untuk merujuk pada pengambilalihan atau kemenangan bukan hanya di bidang pemerintahan tetapi juga perusahaan.
Melansir Kiddle, terdapat perbedaan antara kudeta dan revolusi. Revolusi biasanya membutuhkan banyak orang untuk mengambil alih kekuasaan.
Revolusi dicapai oleh sejumlah besar orang untuk membuat perubahan sosial, ekonomi, dan politik.
Sedangkan kudeta dapat dilakukan oleh segelintir orang. Bahkan satu orang dapat memulai kudeta. Contoh, Idi Amin yang menguasai tentara dan melakukan Kudeta Uganda pada 1971.
Kudeta adalah pergantian kekuasaan dari atas yang hanya menghasilkan pergantian tiba-tiba pejabat pemerintah yang terkemuka.
Kudeta jarang mengubah kebijakan sosial dan ekonomi fundamental suatu negara. Kudeta juga tidak secara signifikan mendistribusikan kembali kekuasaan di antara kelompok politik yang bersaing.
Mengutip Encyclopaedia Britannica, kudeta modern paling awal adalah kudeta yang dilakukan Napoleon untuk menggulingkan Direktori pada 9 November 1799 (18 Brumaire).
Louis Napoleon melakukan kudeta dengan membubarkan majelis Republik Kedua Perancis pada 1851.
Di berbagai negara Amerika Latin, kudeta merupakan hal yang biasa terjadi pada abad ke-19 dan ke-20.
Di benua Afrika, kudeta juga sering terjadi setelah negara-negara di sana memperoleh kemerdekaan pada 1960-an. (*)
Simak berita terupdate lainnya di Google News
Baca juga: Update: Increasing 8.232, Indonesia Now Records 1.322.866 Covid-19 Cases
Baca juga: NAMA Bupati Bintan Disebut Masuk Radar KPK, Apri Sujadi Nyanyi Jangan Salah Menilaiku
Baca juga: Gelar FGD dengan Tema Pariwisata Kepri Bangkit, Sandiaga Uno : Kepri Tulang Punggung Setelah Bali
Baca juga: Recently Inaugurated as the Governor of Riau Islands, Heres Ansar Ahmad-Marlins Main Focus