Breaking News:

Senior Demokrat Beberkan Sejumlah Hal Tentang Isu Kongres Luar Biasa yang Berhembus Kencang

Senior Partai Demokrat Yan Rizal Usman bicara soal isu Kongres Luar Biasa (KLB) yang berembus kencang di internal partai Demokrat.

istimewa
PARTAI DEMOKRAT : Senior Demokrat Beberkan Sejumlah Hal Tentang Isu Kongres Luar Biasa yang Berhembus Kencang 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Senior Partai Demokrat membeberkan sejumlah hal tentang isu kongres luar biasa yang berhembus kencang.

Seperti diketahui telah terjadi pergolakan di internal Partai Demokrat.

Pergolakan tersebut pertama kali berhembus saat Agus Harimurti Yudhoyono curhat mengenai adanya upaya kudeta dirinya di dalam partai.

Kini senior Partai Demokrat Yan Rizal Usman bicara soal isu Kongres Luar Biasa (KLB) yang berembus kencang di internal partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

Menurutnya, adanya isu KLB karena beberapa hal yang dibuat oleh SBY hingga menurun ke putra sulungnya.

Baca juga: Profesor Pembuat Alquran Terbesar Dipecat Tidak Hormat dari Partai Demokrat, Apa Masalahnya?

Baca juga: Sosok Ayu Palaretin, Kader Demokrat Dipecat AHY, Kaget Hingga Minta Kembali Uang Rp 500 Juta

Baca juga: Marzuki Alie hingga Jhoni Allen Dipecat Demokrat Tak Hormat, Terlilit Isu Kudeta Bersama Moeldoko

Pendiri PD Jawa Barat itu menjelaskan beberapa di antara keganjilan dan keanehan saat PD masih diketuai SBY hingga kini.

"Sesuai fakta dan sejarah SBY bukan pendiri partai, bahkan tidak terlibat sama sekali apalagi berdarah-darah, sampai pada HUT ke 2 PD di Wisma Kinasih Bogor barulah dia bergabung," katanya.

Kemudian, Yan menyebut SBY pernah berjanji menjadi Ketum PD hanya untuk menyelamatkan partai, tetapi pada 2015 justru terpilih lagi secara aklamasi.

"Buruknya lagi, SBY melakukan penarikan upeti berupa iuran tiap bulan dari Fraksi Tk 1 dan 2 oleh DPP sesuai PO No 01 yang di tanda tangani SBY. Ini sangat memberatkan kader. Ada pula setoran Mahar Cakada ke DPP pada Pilkada 2020 yang tidak dibagikan ke DPD dan DPC sesuai janji untuk modal kampanye calon," tambahnya.

Saat kongres 2020 ketika AHY terpilih menjadi Ketum Demokrat, Yan menyebut tak ada suara yang dilibatkan dari DPC.

Halaman
123
Editor: Anne Maria
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved