KISAH PERANTAU DI BINTAN

Berteman Sepeda Onthel, Lukman Keliling Jajakan Kue Putu di Kijang Bintan

Lukman masih setia berjualan kue putu bertemankan sepeda onthel di Kijang Bintan, meskipun teman-temannya sudah beralih profesi

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Suasana saat Lukman pedagang kue putu di Kijang Bintan melayani pembeli belum lama ini. Berteman Sepeda Onthel, Lukman Keliling Jajakan Kue Putu di Kijang Bintan 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Seorang pedagang kue putu keliling bernama Lukman ini tetap semangat berjualan di daerah Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Bintan, meski hanya bertemankan sepeda onthel.

Saat di hampiri, pria yang biasa dipanggil Bang Putu ini tampak memancarkan senyum dan menjawab sapaan dengan ramah.

Ia pun mulai bercerita soal pekerjaan yang sudah dilakoninya puluhan tahun itu.

Hari-hari Lukman dilaluinya dengan berkeliling kampung mengayuh sepeda onthelnya menelusuri sudut-sudut kampung.

Jika lelah, ia biasanya mangkal di salah satu swalayan di Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

Baca juga: Kisah Kudi Penjual Cincin Batu Akik di Karimun Bertahan saat Pandemi Covid-19

Baca juga: Kisah Awang Lestarikan Budaya Melayu Lingga ke Generasi Muda Tanpa Pamrih

"Saya mulai kerja biasanya dari pukul 16:00 Wib sampai pukul 22:00 Wib paling lama," ucapnya kepada Tribunbatam.id baru-baru ini.

Bang Putu bukan orang Bintan asli. Ia perantau dari Jawa, Kabupaten Brebes dan mencoba peruntungannya di tanah Melayu Kabupaten Bintan.

Sebelum berdagang, pria yang sudah tak muda lagi ini sudah mulai menyiapkan dagangannya sejak pagi untuk berjualan sore harinya.

Ia pun mengaku, datang ke Pulau Bintan sekira tahun 90an dan mulai belajar membuat kue putu dibantu teman-teman serta saudaranya yang lebih dulu berada di Bunda Tanah Melayu.

"Di sinilah saya mulai belajar membuat dan berdagang kue putu," ujar Lukman menceritakan kisahnya.

Ia mengenang kisahnya bersama teman seprofesinya dulu. Saat itu pedagang kue putu yang menggunakan sepeda onthel berjualan masih sangat banyak dan bertebaran di setiap sudut pemukiman warga.

Seiring waktu, para pedagang kue putu mulai beralih profesi. Termasuk Lukman yang pernah mencoba beralih profesi menjadi penjual nasi goreng.

Namun usahanya itu tak bertahan lama. Hingga akhirnya ia gulung tikar akibat tidak ramai pembeli.

"Saya sempat jual nasi goreng, tapi tidak bertahan lama karena sepi pembeli dan akhirnya bangkrut," ungkap pria ini sembari melayani pembeli.

Setelah tidak berjualan nasi goreng, Lukman kembali mencoba berdagang kue putu keliling menggunakan sepeda onthel.

Di daerah Kijang, Kecamatan Bintan Timur menjadi pilihan Lukman untuk mengembangkan usaha kue putunya itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved