Breaking News:

Demokrat AHY Digoyang Lagi, Sudah Ditolak Kemenkumham Kubu Moeldoko Cs Ajukan Gugatan ke PN Jakpus

Penolakan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atas kepengurusan Demokrat KLB Deli Serdang agaknya belum membuat kubu Moeldoko cs menerima Demokrat

Editor: Irfan Azmi Silalahi
HO / Tribunnews
Demokrat AHY Digoyang Lagi, Sudah Ditolak Kemenkumham Kubu Moeldoko Cs Ajukan Gugatan ke PN Jakpus 

TRIBUNBATAM.id - Penolakan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atas kepengurusan Demokrat KLB Deli Serdang, agaknya belum membuat kubu Moeldoko cs menerima Demokrat tunggal pimpinan AHY.

Demokrat kubu KLB Deli Serdang menggoyang dan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta.

Juru bicara KLB Deli Serdang, Muhammad Rahmad menyebut, gugatan perdata itu tentang AD/ART Partai Demokrat 2020, dan Akta Notaris yang memuat AD/ART 2020 dan kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Gugatan ke Pengadilan Negeri sudah didaftarkan.

Yang digugat adalah AD/ART 2020 dan akta notaris yang memuat AD/ART 2020 dan kepengurusan AHY," kata Rahmad, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Jokowi Dituding Orang Dibalik Aksi Kudeta Partai Demokrat, Kini Kubu Moeldoko Malah Ditolak

Baca juga: Kandas Pimpin Demokrat, Sosok Ini Tawari KSP Moeldoko Ngopi-ngopi Sambil Bicarakan Parpol Baru

Sekadar informasi, kepengurusan Moeldoko hasil KLB yang disebut AHY abal-abal, ditolak oleh pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada 31 Maret 2021.

AHY dan Moeldoko yang kini jadi kisruh soal kursi Ketua Umum Partai Demokrat
AHY dan Moeldoko yang kini jadi kisruh soal kursi Ketua Umum Partai Demokrat (kolase/tribunjambi.com)

Baik kubu Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) maupun Partai Demokrat kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang pimpinan Moeldoko, saling serang opini publik di media.

Menkumham Yasonna Laoly menyebutkan, terdapat dokumen belum dilengkapi yang menjadi dasar penolakan kepengurusan Demokrat KLB Deli Serdang.

Dokumen itu antara lain dari perwakilan DPD, DPC, serta tidak adanya mandat dari ketua DPD dan DPC.

Selain itu, Yasonna menjelaskan Kemenkumham merujuk pada AD/ART Partai Demokrat tahun 2020 yang sudah disahkan dan dicatat oleh pemerintah.

Baca juga: Kader Demokrat Batam Gelar Tasyakuran Sambut Penolakan KLB Deli Serdang: Kami Bersyukur!

Baca juga: KSP Moeldoko Sebut Didaulat Pimpin Demokrat, AHY: Ternyata Bohong Lagi, Bohong Lagi

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved