BERITA POPULER BATAM
Kejadian Populer Batam: Mulai dari Berita Ramadhan 2021 hingga Janji Kepala BP Batam
Informasi tentang Kejadian Populer Batam sekaligus Kejadian Populer Kepri per Senin. Mulai dari Ramadhan 2021 hingga JANJI Kepala BP Batam
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Berikut ini tribunbatam.id akan menyajikan informasi tentang Kejadian Populer Batam sekaligus Kejadian Populer Kepri per Senin (12/4/2021):
1. JELANG Ramadhan 2021, Tim Ditreskrimsus Polda Kepri Sidak Pasar, Ini Hasilnya
Jelang puasa Ramadhan 1442 H, Satgasda Pangan Polda Kepri bersama Satgas Pangan Polresta Barelang, Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam, BPOM Kota Batam, Dinas Perdagangan Kota Batam dan Bulog Sub Divre Kota Batam menggelar Sidak Pasar dan Distributor Pangan di Kota Batam, Jumat (9/4/2021).
Direktur Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Teguh Widodo mengatakan satgas pangan Polda Kepri dan instansi terkait melakukan sidak di 4 lokasi di Batam.
"Lokasi yang kita kunjungi antara lain Sidak Pasar di Pasar Puja Bahari Nagoya, Kota Batam, mengunjungi Pasar TPID Bazar Murah di Pelita VII Sat Nusa Persada Kota Batam, sidak di Distributor Daging Beku PT Seraya Mutiara Sejati dan mengunjungi Gudang Sub Divre Bulog Kota Batam," ujar Teguh pada Senin (12/4/2021).
• Berita Populer Batam, Pasien Covid Kembali Melonjak hingga Komentar Anggota Dewan Kadishub Tersangka
Dari hasil sidak tersebut, di Pasar Puja Bahari Nagoya Kota Batam harga masih stabil.
Sementara, hasil sidak di Pasar TPID Bazar Murah harga barang pokok pangan di Pelita VII Sat Nusa Persada Kota Batam lebih murah di bawah harga pasar.
Itu karena harga langsung dari distributor dan petani ke konsumen akhir.
Selengkapnya baca, JELANG Ramadhan 2021, Tim Ditreskrimsus Polda Kepri Sidak Pasar, Ini Hasilnya
• Berita Populer Batam Kemarin Kakek Tewas saat Kebakaran di Sukajadi hingga Kemelut Partai Demokrat
2. KRONOLOGI Meninggalnya Warga Binaan Kelas IIA Barelang Batam, Diduga Karena Asam Lambung
Diduga menderita penyakit asam lambung, warga binaan Kelas IIA Barelang Batam, meninggal setelah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF) Batam.
Warga binaan bernama Siprianus Apiatus Bin Philipus (27), merupakan warga binaan kasus pengeroyokan dengan ancaman hukuman 1 tahun 6 bulan tersebut meninggal setelah mendapatkan perawatan selama dua jam di RSUD EF.
Informasi yang dikembangkan TRIBUNBATAM.id, Senin (12/4/202¹) dari Kepala Pengamanan Rutan Kelas IIA Barelang Batam, Ismail menjelaskan kronologis kejadian tersebut.
• Berita Populer Batam, Pasar Senilai Rp 300 Miliar Bakal Dibangun hingga Samsat Batuaji Datangi WB
Yakni pada Sabtu (10/4/2021), yang bersangkutan mengeluhkan sakit perut sekitar pukul 10.00WIB.
"Jadi kita langsung membawa korban ke Klinik yang ada di dalam Rutan,"kata Ismail.
Dia menjelaskan setelah mendapat penanganan di Klinik Rutan Batam, kondisi korban terus memburuk.
"Jadi kita larikan ke RSUD EF, Kota Batam," kata Ismail.
• Berita Populer Batam, Lion Air Beri Gratis Bagasi hingga 15 Kg dari Batam hingga BP Bakal Digabung
Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul KRONOLOGI Meninggalnya Warga Binaan Kelas IIA Barelang Batam, Diduga Karena Asam Lambung
3. Penemuan Mayat di Karimun, Bujang Curiga Bau Menyengat di Pohon Bakau saat Cari Udang
Penemuan mayat di Karimun gegerkan warga di sekitar perairan Pulau Karimun Anak.
Mayat yang identitasnya belum diketahui itu, pertama kali ditemukan oleh nelayan, Bujang Senin, (12/4/2021).
Saat itu, Bujang bersama dua rekan temannya, berniat mencari sampah-sampah bekas serta menombak udang di dalam hutan bakau Pantai Pulau Karimun Anak.
Selang beberapa waktu Bujang bersama dua rekannya tercium bau yang tak sedap.
Bujang bersama dua rekannya berusaha mencari sumber bau yang menyengat tersebut.
Mereka terkejut ternyata bau menyengat itu merupakan mayat manusia yang tersangkut dengan posisi terlungkup di akar pohon bakau yang tidak jauh darinya.
Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Penemuan Mayat di Karimun, Bujang Curiga Bau Menyengat di Pohon Bakau saat Cari Udang
• Berita Populer Batam, Kapal Rahmat Jaya 09 Disergap Bea Cukai hingga Lanjutan Hubungan Terlarang
4. Keluarga Tempuh Jalur Hukum, Pastikan Penyebab Kematian Warga Binaan Rutan Batam Siprianus
Kematian Siprianus Apiatus Bin Philipus (27), seorang warga binaan pemasyarakatan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Barelang Batam membuat pihak keluarga kaget.
Pasalnya Siprianus tidak pernah mengeluh sakit kepada pihak keluarganya.
Terakhir 2 minggu sebelum meninggal, Siprianus juga masih berkomunikasi dengan keluarganya.
Diketahui, Siprianus dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di RSUD Embung Fatimah Batam, Sabtu (10/4/2021) lalu.
Tak terima dengan kematian Siprianus yang terkesan mendadak, pihak keluarga menempuh jalur hukum.
Itu untuk memastikan penyebab kematian warga binaan tersebut.
"Kita hanya menuntut keadilan dan keterangan yang jelas mengenai penyebab kematian korban," kata Natalis Zega dari Peradi Batam Raya mewakili keluarga, Senin (12/4/2021).
Natalis menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.
"Kita belum bisa banyak bicara, mengenai dugaan penyebab kematian korban. Kita masih menunggu hasil autopsi,"kata Natalis.
Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Keluarga Tempuh Jalur Hukum, Pastikan Penyebab Kematian Warga Binaan Rutan Batam Siprianus
• Berita Populer Batam, Kapolsek Sagulung Meradang hingga Batam Menuju Zona Hijau Covid-19
5. Sebelum Meninggal Dunia, Ini Kesaksian Rekan Sekamar Siprianus Warga Binaan Rutan Batam
Penyebab kematian Siprianus Apiatus Bin Philipus (27), warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Barelang Batam diungkap rekan satu kamarnya.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Sabtu (10/4/2021) lalu di RSUD Embung Fatimah, mendiang sempat mengeluh sakit dengan teman-teman satu kamarnya di blok C nomor 8 Rutan Batam.
Karena sakitnya itu, mendiang nyaris menyerah dan melontarkan kalimat 'Aku sudah tidak tahan lagi, rasanya mau mati'.
Seperti penuturan Dopan Fernandes. Ia menceritakan kronologi hingga Siprianus dilarikan ke rumah sakit. Berawal pada Kamis (8/4/2021), mendiang mengeluhkan sakit perut dan sakit ulu hati.
"Dia hanya mengeluh, pada hari berikutnya dia semakin mengeluh," kata Dopan, rekan satu kamar Siprianus, Senin (12/4/2021).
Lantas pada Jumat (9/4/2021), mendiang dibawa ke Klinik di Rutan Batam dan mendapatkan perawatan selama 1,5 jam.
"Dia minta diantar ke kamar. Katanya dia mau istirahat dan tidur saja," kata Dopan.
Selanjutnya, pada Jumat malam, kondisi Siprianus belum juga membaik. Bahkan dia meminta untuk dikerokin karena ulu hatinya sangat sakit.
Selengkapnya baca, Sebelum Meninggal Dunia, Ini Kesaksian Rekan Sekamar Siprianus Warga Binaan Rutan Batam
Baca juga: Berita Populer Batam, Kisah Jelly Bertahan Hidup hingga 237 Penumpang KM Umsini Turun di Pelabuhan
6. MIMPI Warga Kampung Wono Asri Bintan, Dilewati SUTT, Tapi Belum Nikmati Listrik PLN
Menikmati listrik PLN bagi mayoritas warga Kepri mungkin sudah dianggap hal biasa.
Tapi tidak untuk warga Kampung Wono Asri di Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.
Setidaknya ada 18 Kepala Keluarga yang bertempat tinggal di sana.
Kampung yang terletak di Jalan Sei Tongkang ini bisa diakses melalui Jalan Lama Tanjunguban-Tanjungpinang.
Saat ini jalan lama yang berada di Bintan masih dipergunakan untuk lalu lintas kendaraan dari Lagoi dan sekitarnya menuju Tanjunguban.
Kampung Wono Asri juga sudah ada pembangunan jalan aspal serta jalan tanah yang lebar dan sudah bisa di lalui kendaraan.
Selengkapnya baca, MIMPI Warga Kampung Wono Asri Bintan, Dilewati SUTT, Tapi Belum Nikmati Listrik PLN
Baca juga: Berita Populer Batam, Pengusaha Batam Dikeroyok Dalam Lift hingga Suami Bunuh Istri di Sagulung
7. JANJI Kepala BP Batam, HM Rudi pada Investor Jika Masuk Batam
Dalam masa jabatannya, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menjanjikan kenyamanan bagi investor yang masuk Batam.
Tidak hanya kenyamanan di kawasan-kawasan industri, namun di perjalanan dari dan menuju industri.
Di era kepemimpinannya, Batam akan ditata dengan baik, terutama infrastrukturnya. Sama halnya dengan program infrastruktur yang dijalankan Presiden RI, Joko Widodo, sesuai dengan RPJMN.
"Batam era saya, mudah-mudahan infrastruktur jalan utama, jadi prioritas. Kalau presiden membangun Indonesia, saya di kota saja," ujar Rudi, Senin (12/4/2021).
Jaminan pembangunan infrastruktur ini menjadi andalannya. Menciptakan jalanan di Kota Batam tanpa macet, sehingga investor bisa beraktivitas dengan lancar.
Selengkapnya baca, JANJI Kepala BP Batam, HM Rudi pada Investor Jika Masuk Batam
BACA JUGA BERITA TERBARU TRIBUNBATAM.id di GOOGLE NEWS
Baca Juga Berita lain tentang BERITA POPULER BATAM
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/12042021sidak-pasar1.jpg)