Breaking News:

NEWS WEBILOG TRIBUN BATAM

Awas Varian Baru Covid-19 Masuk Batam, Apa Perbedaan dan Cara Menghadapinya? Simak di Sini

Varian baru covid-19 B1525 ditemukan di Batam beberapa waktu lalu. Simak penjelasan spesialis patologi klinik terkait efek varian baru corona ini

tribunbatam.id/istimewa
Awas Varian Baru Covid-19 Masuk Batam, Apa Perbedaan dan Cara Menghadapinya? Simak di Sini. Foto News Webilog Tribun Batam edisi Sabtu (17/4/2021) menghadirkan dr. Yuliana Sarly SpPK, Spesialis Patologi Klinik sebagai nara sumber 

Y : Kita hanya bisa membuktikan seseorang terpapar covid-19 atau tidak ketika orang tersebut di-swab.

Misalnya saya akan divaksin minggu depan, jika saya bisa meyakinkan diri bahwa saya bisa tidak terpapar sebelumnya, maka yang paling baik adalah saya di-swab dulu.

Untuk daya tahan tubuh respons setiap imun tubuh sangat berbeda. Contohnya kita di laboratorium punya salah satu alat untuk mendeteksi kadar antibodi seseorang yang sudah pernah terkena covid maupun yang sudah divaksin.

Saya misalnya, nilai antibodi dan sel memori setelah divaksin itu cukup tinggi, dibandingkan teman saya biasa saja.

Nah itu bukan berarti vaksinnya tidak bekerja, namun respons setiap tubuh dengan vaksin itu sangat berbeda-beda dan tidak sama meski sudah sama-sama divaksin.

T : Kira-kira apakah dua vaksin yang sudah disuntik ke warga ini bisa membentuk imun tubuh kita untuk menghadapi virus Covid-19 dan juga varian baru ini?

Atau untuk bisa bangun sistem kekebalan tubuh terhadap varian baru ini, kita butuh vaksin jenis lain?

Y : Sampai sejauh ini vaksin ini akan membantu tubuh kita untuk membentuk antibodi, sedangkan untuk varian yang baru ini meski baru namun komposisi genetiknya tetap sama, hanya saja susunannya saja yang berbeda.

Meski respons imun tubuhnya akan berubah namun sampai sejauh ini saya mendengar bahwa produsen mengatakan, bahwa vaksin mereka masih bekerja cukup baik dalam varian baru ini.

T : Dok, apakah varian baru Covid-19 ini bisa dihindari dengan penerapan protokol kesehatan semisal pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan jauhi kerumunan. Atau kita butuh protokol baru lagi karena varian baru ini lebih ganas?

Y : Saya rasa dengan menjaga protokol kesehatan kita bisa terhindar dari penyakit virus ini. Sejauh ini protokol kesehatan merupakan hal yang paling penting yang kita lakukan untuk memutus mata rantai penularan ini.

Karena sebagaimana yang kita ketahui proses penularannya akan semakin kurang dan akhirnya kita semua bebas dari yang namanya virus ini.

T : Kira-kira apa pesan dokter kepada masyarakat Kepri untuk menghadapi varian baru Covid-19 ini?

Y : Pesan yang terpenting yakni kembali saya ingatkan seluruh masyarakat agar tetap dan jangan bosan-bosan menjalankan protokol kesehatan, jangan lengah.

Ayo kita tetap mematuhi protokol kesehatan seperti tetap gunakan masker, rajin mencuci tangan dengan air mengalir, tetap jaga jarak, jauhi kerumunan dan kumpul-kumpul apa pun itu alasannya.

Ingat meski kita sudah divaksin tidak membuat kita kebal akan virus yang akan masuk ke dalam tubuh kita.

Ada Kaitan dengan Varian Baru Corona?

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri Rusdani angkat bicara terkait varian baru corona B1525 yang ditemukan di Batam, belum lama ini.

Rusdani menjelaskan, varian baru virus corona yang pertama sekali muncul di Inggris itu diperkirakan sampai di Batam antara dua atau tiga minggu belakangan.

Di sisi lain, angka covid-19 di Kepri kembali meningkat selama beberapa pekan terakhir, terutama di Tanjungpinang dan Batam. Apa ada kaitannya?

Soal itu, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan. Apakah para pasien covid-19 yang dirawat saat ini terpapar virus corona varian baru atau tidak.

"Jadi kalau kita lihat tren peningkatan jumlah pasien tiga minggu terakhir sangat tinggi.

Namun kita belum bisa pastikan apakah para pasien yang terpapar mengidap virus corona varian baru," kata Rusdani kepada Tribunbatam.id, Sabtu (17/4/2021).

Baca juga: Seorang Pegawai Bea Cukai Terpapar Corona di Karimun, Bagian dari 3 Pasien Baru Covid

Baca juga: Corona di Anambas, Suami Istri Positif Covid-19, Baru Kedatangan Keluarga dari Ranai

Ia menilai, tren peningkatan jumlah pasien covid-19 yang terjadi saat ini lebih karena masyarakat sudah mulai lengah dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi kita mengimbau masyarakat, agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

Virus corona itu masih ada, ditambah lagi saat ini virus corona varian baru sudah ada di Kota Batam," ujarnya.

Rusdani mengingatkan, virus corona varian baru ini jauh lebih berbahaya dibanding virus corona biasa. Lantaran penyebarannya lebih cepat.

"Jadi kalau sempat ada satu orang yang terpapar, perkembangannya akan sangat cepat," kata Rusdani.

Karena itu ia mewanti-wanti masyarakat Kepri untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Begitu juga kepada pemerintah, diminta harus lebih aktif lagi dalam menegakkan disiplin masyarakat terkait protokol kesehatan.

"Jangan sampai virus corona varian baru ini merebak di Batam," ujarnya.

Sudah Divaksin Tapi Positif Covid

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad positif covid-19 beberapa hari lalu. Kendati pun saat ini hasil swab Amsakar sudah dinyatakan negatif covid-19 per Jumat (16/4/2021).

Diketahui, Amsakar sebelumnya sudah menjalani vaksin covid-19 tahap 1 dan II. Namun tetap terinfeksi corona.

Soal ini, Ketua IDI Kepri Rusdani mengatakan, vaksinasi yang sudah dilaksanakan atau orang yang sudah divaksin, belum tentu tidak bisa terpapar covid-19.

"Jadi bagi orang yang sudah divaksin tetap bisa terpapar virus covid-19, hanya saja gejalanya tidak seperti orang yang belum divaksin," kata Rusdani.

Langkah Dinkes Batam

Beberapa hari lalu, warga Batam dihebohkan kabar penemuan kasus Covid-19 varian baru B1525.

Mutasi virus SARS-CoV-2 ini ditemukan di Batam sekira Februari 2021 lalu, dan menyerang seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia.

Meski pasien sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, namun warga tetap merasa khawatir terhadap penularan virus varian baru tersebut.

Menyikapi kondisi ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batam, Didi Kusmarjadi menegaskan tak ada perubahan strategi untuk menangani Covid-19 varian B1525 itu.

“Tetap tingkatkan protokol kesehatan (prokes),” tegas Didi menjawab pertanyaan Tribun Batam, Jumat (16/4/2021).

Selain itu, lanjutnya, memaksimalkan penerapan 3 T (Tracing, Testing, Treatment) juga menjadi solusi lainnya.

Mengingat, tujuan dari 3 M dan 3 T adalah untuk memutus mata rantai penyebaranan virus. Sehingga dibutuhkan pula dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

“Itu saja, 3 M wajib,” imbau Didi kepada masyarakat.

Saat ini, sebanyak 5 kecamatan masih berstatus zona merah penyebaran Covid-19.

Kelimanya antara lain Kecamatan Sekupang, Lubukbaja, Batamkota, Bengkong, Seibeduk, dan Batuaji.

Total keseluruhan kasus Covid-19 di Batam sebanyak 6.509 kasus. Dengan 6.002 orang dinyatakan sembuh dan 158 orang meninggal dunia.

Sedangkan 349 orang lainnya tengah dirawat di beberapa rumah sakit.

Tingkat kasus aktif di Batam sendiri persentasenya mencapai 5,36 persen. Di mana, tingkat kesembuhan pasien masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan tingkat kematian.

Rinciannya, tingkat kesembuhan mencapai 92,21 persen dan kematian hanya 2,4 persen.

Pasien TKI dari Malaysia

Sebelumnya diberitakan, pada Februari 2021 lalu, ada temuan kasus baru mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1525 di Batam, Kepulauan Riau.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Mohammad Bisri. 

Saat ini pasien yang terkena varian baru itu sudah dinyatakan sembuh, dan telah diperbolehkan pulang.

Bisri menyebutkan bahwa pasien merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia.

“Yang bersangkutan sudah pulang, kami harap tidak ada penularan, karena sudah diperiksa,” katanya. 

Lebih lanjut, ia mengatakan, temuan tersebut diketahui melalui sampel yang dikirim dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kota Batam kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI. 

“Sampel memang selalu rutin dikirimkan ke Jakarta, kalau kami tidak bisa mendeteksi itu, jadi balitbangkes yang mendeteksi adanya varian baru itu,” ujar Bisri, Kamis (15/4/2021).

Pihaknya langsung menindaklanjuti kepada orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian baru tersebut.

Yang bersangkutan tidak dilakukan perawatan karena tidak menunjukkan gejala, sehingga diambil langkah dengan melakukan isolasi terhadap pasien tersebut di rumah susun (rusun) milik Pemerintah Kota (Pemko) Batam

“Setelah itu dilakukan tracing (penelusuran kontak) terhadap pasien tersebut,” katanya.

Varian baru itu, kata Bisri, ditengarai lebih menular daripada varian yang lama.

Namun setelah upaya tracing dilakukan, tidak ditemukan penyebaran dengan varian baru.

“Jadi hanya satu orang itu saja,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BTKL PP kelas I Batam, Ismail menyatakan hal serupa. Sampel tersebut berasal dari BTKLPP Kelas I Batam.

“Yang dilakukan sekuensing oleh Litbang, sampel yang positif dari kita dikirim ke litbang untuk dilakukan PME (Pemantauan Mutu Eksternal) secara rutin,” ujarnya. 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi satu temuan kasus baru mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1525 di Batam, Kepulauan Riau, sejak Februari 2021.

Varian corona yang pertama kali ditemukan di Inggris itu diketahui merupakan kasus impor.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut satu kasus itu teridentifikasi pada satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia yang pulang ke Indonesia.

"Iya, ada satu kasus B1525 di Batam spesimen dari Februari ya, dari pelaku perjalanan ya, PMI dari Malaysia," kata Nadia.

Ia tak merinci secara detail kapan warga tersebut kembali di Indonesia. Hanya saja ia memastikan bahwa temuan itu didapatkan melalui metode pemeriksaan strain virus baru Whole Genome Sequence (WGS) pada Februari lalu.

(Tribunbatam.id/Ronnye Lodo Laleng/Pertanian Sitanggang/Ichwan Nur Fadillah/Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Penulis: ronnye lodo laleng
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved