Breaking News:

Pakai Tehnik Pijat dan Musik, Rahasia Petani Malaysia Berhasil Budidayakan Melon Jepang

Lebih dari satu dekade bereksperimen, tiga petani Malaysia mengatakan bahwa mereka telah menemukan ramuan nutrisi dan perawatan yang tepat untuk ...

Kompas.com
Seorang petani memoles melon Jepang di Mono Farm, Putrajaya, Malaysia, (8/4/2021). (REUTERS via VOA INDONESIA) 

TRIBUNBATAM.id, PUTRAJAYA - Lebih dari satu dekade bereksperimen, tiga petani Malaysia mengatakan bahwa mereka telah menemukan ramuan nutrisi dan perawatan yang tepat untuk berhasil menanam melon Jepang, salah satu buah termahal di dunia. 

Para petani di perusahaan Mono Premium Melon, Malaysia, secara teratur menggosok melon dengan kain lembut atau sarung tangan, sebuah praktik yang disebut "tama-fuki" sebagaimana dilansir VOA Indonesia. 

Praktik ini diyakini dapat meningkatkan cita rasa melon. Selain itu, para petani juga memutar musik klasik melalui pengeras suara di rumah kaca, yang diyakini dapat merangsang pertumbuhan buah itu. 

"Setiap melon Jepang yang Anda lihat di pertanian kami hampir seperti karya seni," kata Seh Cheng Siang, direktur dan salah satu pendiri Mono, di perkebunan perusahaan di ibu kota administratif Malaysia, Putrajaya. 

Sejak abad terakhir, petani di Jepang telah menyempurnakan seni budidaya melon ini, yang dihargai mahal karena rasanya dan bentuknya yang bulat. 

Buah tersebut dijual di toko-toko kelas atas sebagai barang mewah. 

Dalam upaya untuk menyamai kualitas tersebut, para petani Malaysia harus berjuang dengan iklim tropis di negara itu yang panas dan lembab, berbeda jauh dari kondisi iklim di Jepang. 

Baca juga: Pemerintah Filipina Bersiap Siaga Hadapi Topan Surigae dengan Kecepatan 217,26 Km/Jam

Baca juga: Berhasil Kendalikan Covid-19, Ekonomi Singapura Tumbuh 0,2 Persen pada Kuartal I 2021

"Kami harus memastikan bahwa nutrisi, penyiraman dan pemupukan dilakukan dengan sangat konsisten dan tepat," kata Seh, seraya menambahkan bahwa mereka mencoba menanam lebih dari 10 varietas melon Jepang, sebelum mereka menemukan yang tepat. 

Setelah membawa bibit melon dari Jepang, para petani Malaysia melakukan perjalanan ke perkebunan Jepang untuk mempelajari metode budidaya yang akan dicoba dan ditiru di Malaysia

Mereka juga menggunakan metode coba-coba dalam mengatasi tantangan, seperti menentukan komposisi nutrisi optimal yang diberikan pada tanaman melon. 

Sebanyak 200 melon pilihan Mono yang pertama telah terjual habis, terutama melalui penjualan online.

Melon tersebut dijual masing-masing dengan harga 168 ringgit atau sekitar Rp 590.000, hanya sepertiga dari harga biasa varietas Jepang. (*) 

Simak berita terupdate lainnya di Google News

Berita tentang Malaysia

Baca juga: Tiga Pesawat dari Jakarta Tak Bisa Mendarat di Bandara Hang Nadim Batam Akibat Cuaca Buruk

Baca juga: Berat Badan Naik Tiba-tiba? Kenali 6 Faktor Penyebabnya

Baca juga: Peringati Hari Hemofilia Sedunia, Komunitas Cahaya Hemofilia Bagikan Bunga ke RSBP Batam

Baca juga: Dapat Memperburuk Kesehatan, Ini 7 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dipanasi Kembali untuk Santap Sahur

Baca juga: Resep Salad Buah Saus Kurma, Takjil Segar untuk Menu Buka Puasa, Bisa Jadi Ide Jualan

Editor: Lia Sisvita Dinatri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved