KISAH PERANTAU DI BATAM
Dulu Jadi Pelayan Restoran, Eri Kini Punya Warung Makan Padang dan 3 Kedai Bumbu Dapur
Bertolak ke Batam 2001 lalu, Eri mengawali kisahnya sebagai pelayan restoran. Siapa sangka kini ia bisa punya 3 kedai bumbu dapur dan 1 warung makan
Kini, Eri berhasil mengembangkan usahanya dan membuka dua kedai lainnya di dua pasar berbeda, yakni di Pasar Botania II dan Pasar Legenda Malaka.
Tidak hanya itu, ia pun sukses membuka satu warung makan Padang di sekitaran Botania.
“Alhamdulillah, rezeki anak dan istri saya juga di situ,” imbuhnya.
Eri sendiri tak pernah menyangka bisa sampai ke titik ini. Apalagi saat masih merantau di Jakarta, ia sempat gagal ketika berdagang pakaian.
Stres berat pun tak dapat dielakkan kala itu. Tapi dia sadar, pahitnya itu menjadi awal untuk bangkit dan terus belajar dalam meraih sukses.
“Gagalnya dulu karena barang saya dilarikan orang lain. Padahal, saya dulu dapat menjual baju itu hanya bermodalkan kepercayaan bos saja.
Jualan bumbu ini pun tak ada rahasia khusus, mungkin sudah takdir Allah SWT juga bisa dapat kesempatan di sini,” tutup dia sambil berharap usahanya saat ini terus berjalan lancar..
(tribunbatam.id/ichwannurfadillah)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
Berita tentang Human Interest Story
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2304perantau-asal-minang-di-batam-eriyanto.jpg)