Breaking News:

Belasan Warga Kundur Utara Desak Polres Karimun Ungkap Kasus Kebakaran Lahan Februari 2021

Lahan seluas 270,299 meter persegi milik warga di Kundur Utara hangus terbakar Februari lalu.Warga berharap polisi dapat mengungkap kasus itu

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Foto beberapa warga mendatangi Polres Karimun minta usut kasus kebakaran lahan di Kundur Utara 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Belasan warga Kecamatan Kundur Utara mendesak Polres Karimun mengungkap kasus kebakaran lahan yang terjadi pada Februari 2021.

Diketahui, lahan pertanian milik puluhan warga seluas 270,299 meter persegi, di Kelurahan Tanjung Berlian Kota dan Desa Sungai Ungar Utara hangus terbakar dua bulan lalu.

Tak hanya itu, satu unit rumah warga juga habis dilalap si jago merah.

Ketua RT 15, RW 007, Kelurahan Tanjung Berlian Kota, Arizan mengatakan, kebakaran yang terjadi diduga karena ada orang yang melakukan pembakaran lahan, hingga menyebar luas dan tidak dapat dikendalikan.

Oleh karena itu warga berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut. Terlebih aparat kepolisian selalu memberikan imbauan agar warga tidak melakukan pembakaran lahan.

Baca juga: Polres Karimun Selidiki Dugaan Mark Up Pembangunan WC di Pantai Pelawan Desa Pangke Barat

Baca juga: Polres Karimun Klaim Urus SIM Makin Mudah, Cukup Urus Lewat Aplikasi via Online

"Warga tidak menuduh sebenarnya. Tapi menduga api dari dia. Karena yang bakar lahan cuma dia," kata Arizan, belum lama ini saat mendatangi Polres Karimun.

Sebelum mendatangi Polres Karimun, warga dan orang yang diduga menjadi penyebab kebakaran sempat melakukan pertemuan di Kantor Camat Kundur Utara.

Di sana orang tersebut mengakui melakukan pembakaran. Namun ia menyatakan tidak berkaitan dengan kebakaran lahan milik warga lain.

"Dia bakar Senin. Lalu kebakaran besar Jumat. Jadi dia tidak menerima kalau kebakaran karena dia. Tapi waktu itu yang bakar lahan hanya dia saja.

Kemudian yang namanya lahan gambut itu apinya kan tidak nampak, tapi nyebar di dalam tanah," jelasnya.

Dari pantauan, penyidik dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipdter) Satreskrim Polres Karimun menerima kedatangan warga, didampingi Kuasa Hukum, Eka Satyadi.

Hanya saja penyidik belum menerima laporan tersebut dan meminta warga membawa barang bukti.

"Tadi katanya harus membawa barang bukti untuk melengkapi laporan. Saya pun sempat tanya kok harus bawa barang bukti. Tapi penyidik bilang hanya untuk melengkapi laporan saja, dan mereka nanti juga akan turun," ucap Eka.

(Tribunbatam.id/Yenihartati)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Karimun

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved