BERITA POPULER

Berita Populer: Tangan Diborgol, Oknum Lurah Tanjungpinang Kota Tutup Muka hingga Bau Tak Sedap

Ada beberapa berita di Tanjungpinang dan Kepri menarik perhatian pembaca, Sabtu (29/5). Di antaranya terkait kasus cabul oknum lurah di Tanjungpinang

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/SON
Berita Populer: Tangan Diborgol, Oknum Lurah Tanjungpinang Kota Tutup Muka hingga Bau Tak Sedap. Ilustrasi berita Populer TRIBUNBATAM.id 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Beragam berita populer Tanjungpinang dan Kepri terjadi sepanjang Sabtu (29/5/2021).

Di antaranya terkait pencabulan yang dilakukan oknum lurah di Tanjungpinang.

Aksi pencabulan ini terjadi mulai April 2020. Antara korban dan pelaku masih punya hubungan keluarga.

Berita populer lainnya masih terkait covid-19.

Selain itu terkait warga terganggu bau tak sedap aktivitas pengolahan aspal sebuah perusahaan di Lingga.

TRIBUNBATAM.id merangkum Berita Populer di Batam sebagai berikut:

1. Tangan Diborgol, Lurah Tanjungpinang Kota Tutup Muka, Jadi Tersangka Kasus Cabul

Polres Tanjungpinang akhirnya mengungkap kasus pencabulan dua anak di bawah umur yang melibatkan oknum Lurah di Tanjungpinang.

Polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus pencabulan yang sempat menghebohkan warga Tanjungpinang ini.

Tersangka masing-masing Lurah Tanjungpinang Kota Er (40) dan oknum guru agama RZ (31).

RZ ditangkap polisi pada Kamis (27/5/2021) lalu di kediamannya, sedangkan Er menyerahkan diri ke polisi sehari berikutnya, Jumat (28/5/2021).

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Fernando mengatakan, kasus pencabulan yang dilakukan Er terungkap dari kecurigaan istri tersangka terhadap korban sebut saja namanya Bunga, 13 tahun. Antara korban dan pelaku masih ada hubungan keluarga.

"Handphone korban dicek dan terlihat ada percakapan antara korban dan tersangka yang bernada seksual, lalu mempertanyakan kejelasan yang terjadi kepada tersangka," kata Fernando saat konferensi pers, Sabtu (29/5/2021) di Mapolres Tanjungpinang.

Ia melanjutkan, adapun korban mengakui telah menjadi korban pencabulan tersangka yang tak lain pamannya sendiri. Bukan hanya sekali, Bunga dicabuli sebanyak 15 kali.

Peristiwa pertama terjadi pada 24 April 2020 sekira pukul 5.30 WIB. Saat itu korban bercerita kepada Er, ia mendapat tindakan asusila dari RZ (31), guru agama di sekolahnya.

Setelah mendengar cerita itu, bukannya melapor kepada petugas yang berwajib, Er malah menggerayangi korban.

Selengkapnya baca Tangan Diborgol, Lurah Tanjungpinang Kota Tutup Muka, Jadi Tersangka Kasus Cabul


2. 7 Pasien Covid-19 di Kepri Meninggal, Kasus Corona Naik Terus, Positif Tambah 219

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), TS Arif Fadillah menyampaikan perkembangan kasus di Kepri pada 28 Mei 2021.

Disebutkannya, terdapat penambahan 219 kasus baru di Kepri. Sehingga total terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 15.915 orang.

"Kasus aktif covid di Kepri sebanyak 2.398 orang dan dinyatakan sembuh ada tambahan 200 orang. Total pasien sembuh sebanyak 13.171 orang," ucapnya.

Sedangkan pasien Covid-19 yang meninggal di Kepri ada tambahan 7 pasien. Totalnya saat ini dalam data tersebut masih sebanyak 346 orang.

"Tingkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan sehari hari baik di lingkungan keluarga, lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat," imbau Sekda Kepri itu.

Baca juga: 430 Warga Tanjungpinang Masih Berstatus Pasien Covid-19 Aktif, Simak Update Terbarunya

Baca juga: Lonjakan Covid-19 di Kepri, Sehari Bertambah 411 Kasus Baru, Batam Terbanyak

Selengkapnya baca 7 Pasien Covid-19 di Kepri Meninggal, Kasus Corona Naik Terus, Positif Tambah 219

3. Tanjungpinang Dapat Peringkat Tertinggi, Capaian Vaksinasi Corona di Kepri

Percepatan capaian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat Kota Tanjungpinang terus dilakukan.

Hingga kini vaksinasi corona di Tanjungpinang telah mencapai 35 persen dan termasuk tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat divaksinasi covid-19 semakin tinggi.

Seperti pada Sabtu (29/5/2021), Wali Kota Tanjungpinang Rahma meninjau inovasi percepatan pelaksanaan vaksin di Puskesmas Pancur dan di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Sebanyak 105 penerima vaksin dilaksanakan di PT Yofindo Bintan Permata, Komplek Gudang Metro Blok, Kijang Lama.

"Meski pun telah divaksin tetap patuhi prokes. Saya berterima kasih dan mengapresiasi kepada masyarakat Kota Tanjungpinang yang telah bersama-sama melakukan vaksinasi ini.

Karena vaksinasi adalah langkah dan ikhtiar kita bersama-sama untuk menekan dan mencegah penyebaran Covid-19," ucapnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, Kota Tanjungpinang merupakan daerah tertinggi yang memiliki tingkat partisipasi masyarakat mengikuti vaksin di Kepri.

Menanggapi hal tersebut, Rahma terus berupaya untuk terus menyosialisasikan pentingnya vaksinasi untuk masyarakat dan terus mengimbau warga mematuhi protokol kesehatan.

Selengkapnya baca Tanjungpinang Dapat Peringkat Tertinggi, Capaian Vaksinasi Corona di Kepri

4. Warga Terganggu Bau Tak Sedap, Aktivitas Pengolahan Aspal di PT Harap Panjang Lingga

Masyarakat Desa Bukit Belah dan Kelurahan Raya Lingga, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, mengeluhkan aktivitas PT Harap Panjang yang berada di Bukit Keliling, Kelurahan Raya.

Pasalnya perusahaan pengolahan aspal itu dalam operasionalnya menimbulkan banyak dampak negatif bagi masyarakat sekitarnya.

Baik itu polusi udara maupun asap aspal dari perusahaan yang baunya sampai ke rumah-rumah warga.

Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Bukit Belah, Asran mengatakan, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk menutup atau memindahkan lokasi pemasakan hotmix aspal tersebut di luar wilayahnya.

“Kalau musim selatan dan timur, kita masyarakat Bukit Belah kena baunya. Bahkan sampai ke rumah-rumah warga termasuk rumah saya,” kata Asran pada Jumat (28/5/2021).

Selain itu, ia mengaku anak-anak sekolah juga mengeluhkan kondisi ini. Sebab bau aspal itu tercium hingga lokasi sekolah yang ada di Batu Belah.

”Ini pencemaran dan jika ini terjadi pada saat musim kemarau nanti sangat bau. Kalau sekarang terbantu karena kadang-kadang hujan,” ucap Asran.

Ia melanjutkan, ketika musim utara atau barat daerah Kelurahan Raya, yang terdampak paling parah dan kasus itu bukan persoalan baru melainkan sudah lama.

”Tentu ini sangat berbahaya sekali. Kita tidak mau solusi dan sebagainya dari perusahaan ataupun pejabat terkait untuk mencari solusi lain karena sudah cukup lama masyarakat kita ini menderita,” terangnya.

Menurutnya, selama ini perusahaan juga tidak pernah menanggapi keluhan dari masyarakat.

Selengkapnya  baca Warga Terganggu Bau Tak Sedap, Aktivitas Pengolahan Aspal di PT Harap Panjang Lingga


5. Lurah Tanjungpinang Kota Menyesal, Ngaku Ingin Tobat, Kena Kasus Pencabulan

Penyesalan selalu datang di akhir.

Pernyataan ini seolah menjadi ungkapan perasaan bersalah Er (40), pelaku kasus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur di Tanjungpinang.

Er yang bekerja sebagai pejabat publik di Tanjungpinang, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Kariernya sebagai Lurah di Tanjungpinang Kota hancur. Belum lagi dengan urusan keluarga dan lainnya.

Ia ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus pencabulan. Mirisnya lagi, antara korban dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga dekat. Pelaku merupakan paman korban.

Pantauan Tribunbatam.id, pria berpostur tambun dengan penampilan rambut plontos itu terus menundukkan kepalanya. Seolah ingin menutupi wajahnya dari sasaran awak media.

Dengan ucapan singkat, Er mengaku menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarganya.

"Kepada keluarga saya minta maaf, sangat menyesal dan saya akan bertobat," ungkapnya.

Saat ditanya sudah berapa kali mencabuli korban, Er mengaku sebanyak empat kali. Sementara penuturan korban, lain lagi.

"Hanya empat kali," kata Er.

Selengkapnya baca Lurah Tanjungpinang Kota Menyesal, Ngaku Ingin Tobat, Kena Kasus Pencabulan

(tribunbatam.id/Noven Simanjuntak/Febriyuanda)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Tanjungpinang

Berita tentang Lingga

Berita tentang Kepri

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved