VIRAL Oknum Polisi Nego Denda Tilang dengan Pengendara, Deal Rp 100 Ribu
Seorang oknum polisi terekam sedang bernegosiasi denda tilang dengan pengendara yang videonya beredar di grup Facebook dan viral lalu tak bisa diakses
Dalam adegan selanjutnya, terdengar seseorang menanyakan identitas pria berseragam polisi tersebut dan dijawab dengan menyebutkan nama Efendi.
Detik selanjutnya, pria itu menerima uang pecahan Rp 100.000 yang disodorkan lawan bicaranya.
Uang itu kemudian di bawah sobekan kertas karton, di sebelah SIM dan STNK.
Baca juga: Sempat Adu Mulut dengan Menantu Jokowi, Lurah Pungli di Medan Dicopot Wali Kota Bobby Nasution
Kedua potongan video itu beredar pada Senin (31/5/2021) pagi.
Namun belum sampai satu jam, unggahan dua video beserta keterangan dari pengunggahnya sudah tidak bisa diakses.
Saat masih bisa diakses, Kompas.com sempat mengambil tangkapan layar.
Postingan itu disukai oleh 129 pengguna, dikomentari oleh 150 akun, serta dibagikan sebanyak 3 kali.
Kapolres Jombang, Jawa Timur, AKBP Agung Setyo Nugroho menyatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait pria berseragam polisi yang terekam kamera video amatir, sedang menegosiasikan besaran denda tilang.
Kejadian itu berlangsung pada Senin (31/5/2021), di Pos Check Point Penyekatan di wilayah Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Adapun pria berseragam polisi merupakan anggota kepolisian sektor Ploso, yang sedang bertugas pada hari terakhir di Pos Check Point Penyekatan Kabuh.
"Kami sudah mendapat laporan dari Kasubdit Provos berkaitan dengan kejadian di Kabuh," kata Agung saat dikonfirmasi, Selasa (1/6/2021).
Dia mengaku sudah mengambil langkah cepat dengan memerintahkan Provost Polres Jombang untuk menangani kejadian tersebut.
"Kami lakukan pemeriksaan, nantinya kami proses sesuai dengan ketentuan yang ada.
Informasi lebih lanjutnya, nanti setelah ada pemeriksaan dari Provos," ujar Agung dilansir Kompas.com berjudul Viral, Video Oknum Polisi Negosiasi Denda Tilang dengan Pengendara di Jombang.
Dia menambahkan, tindakan anggota polisi sebagaimana terekam dalam dua potongan video, tidak sesuai dengan tugas utama petugas yang berjaga di Pos Check Point Penyekatan.