Breaking News:

PPDB 2021

Panduan Lengkap PPDB 2021, Syarat dan Cara Mendaftar SMA/SMK di Kepri

Berikut panduan mendaftar PPDB 2021 secara online untuk SMA/SMK/SLB di Kepri. Pendafataran dibuka mulai 28 Juni 2021.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
DISDIK KEPRI - Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Kepri M. Dali, melalui Kasi Kurikulum SMK, Nelson Yanry menjelaskan soal syarat dan panduan mendaftar PPDB 2021 secara online untuk SMA/SMK sederajat. 

Kasi Kurikulum SMK, Nelson Yanry, Minggu (06/06/2021), menjelaskan bagaimana persyaratan peserta dan jalur pendafataran khusus SMA di Kepri pada PPDB tahun 2021.

Untuk persyaratan peserta, Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pertama berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada saat pendaftaran, dan telah menyelesaikan kelas 9 (sembilan) SMP ataubentuk lain yang sederajat.

"SMK dengan bidang keahlian, program keahlian, atau kompetensi keahlian tertentu dapat menetapkan tambahan persyaratan khusus dalam penerimaan peserta didik baru kelas 10 (sepuluh), serta memiliki SKL / ijazah SMP sederajat," jelasnya.

Berikut jalur pendaftaran jenjang SMA.

1. Jalur Zonasi (SMA)

a. Jalur Zonasi paling sedikit adalah 65% (enam puluh lima persen) dari daya tampung sekolah.

b. Data zonasi berdasarkan radius dengan jarak tempuh melalui jarak udara sebagaimana tertuang dalam lampiran keputusan ini.

c. Perhitungan jarak udara adalah jarak antara alamat pada Kartu Keluarga (KK) calon peserta didik dengan sekolah.

d. Calon peserta didik dapat memilih jalur pendaftaran sesuai dengan persyaratan yang dimiliki.

e. Selain melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur zonasi/afirmasi sesuai dengan domisili dalam wilayah zonasi yang telah ditetapkan, calon peserta didik dapat melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur prestasi sepanjang memenuhi persyaratan.

2. Jalur Afirmasi (SMA)

a. Jalur Afirmasi paling sedikit adalah 15% (lima belas persen) dari daya tampung sekolah.

b. Jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu.

c. Peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dibuktikan dengan bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.

Baca juga: Untuk Warga Kota Tanjungpinang, Ini Syarat & Situs PPDB 2021

d. Peserta didik yang masuk melalui jalur afirmasi merupakan peserta didik yang berdomisili di dalam wilayah zonasi Sekolah yang bersangkutan.

e. Bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah wajib dilengkapi dengan surat pernyataan dari orang tua/wali peserta didik yang menyatakan bersedia diproses secara hukum apabila terbukti memalsukan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.

f. Dalam hal terdapat dugaan pemalsuan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah, Sekolah bersama Pemerintah Daerah wajib melakukan verifikasi data dan lapangan serta menindaklanjuti hasil verifikasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

3. Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua / Wali (SMA).

a. Jalur ini diperuntukan bagi calon peserta didik yang berdomisili di luar zonasi dari sekolah dengan acuan perpindahan tugas orang tua/wali.
b. Jumlah peserta didik diterima paling banyak adalah 5% (lima persen) dari total jumlah keseluruhan daya tampung sekolah.
c. Menyerahkan surat keterangan/surat tugas orang tua dari Perusahan/instansi terkait.
d. Menyerahkan surat keterangan domisili.
e. Kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali dapat digunakan untuk anak guru yang mengajar di satuan Pendidikan tersebut di buktikan oleh Surat keterangan dari Kepala Sekolah.

4. Jalur Prestasi (SMA).

a. Jalur Prestasi adalah Jalur yang diperuntukan bagi para calon peserta didik yang memiliki prestasi akademik maupun non akademik.

b. Jalur Prestasi paling besar 15% (lima belas persen) dari daya tampung sekolah (nilai raport 50% serta akademik dan non akademik 50%).

c. Prestasi di bidang akademik dan non akademik yang diakui dan diperhitungkan adalah prestasi dari kejuaraan/lomba yang diperoleh dengan predikat yang paling tinggi, diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB, yang diselenggarakan oleh Instansi dari Pemerintah di tingkat Kabupaten/Kota/Provinsi/Pusat atau oleh Lembaga Negara lainnya atau oleh Asosiasi di Bidang Sains/Olahraga/Seni resmi yang diakui Negara atau oleh KONI atau oleh Lembaga Berbadan Hukum yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota/Provinsi/Pusat untuk Prestasi di tingkat Kabupaten/Kota, tingkat Provinsi, dan tingkat Nasional serta tingkat Internasional yang dibuktikan dengan turut ditandatanganinya sertifikat sekurang-kurangnya oleh Pejabat Eselon II setempat.

A. Prestasi akademik Internasional yang ditetapkan adalah:

- International Mathematics and Science Olympiad (IMSO)
- International Olynpiad In Informatics (IOI)
- International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO)
- International Physics Olympiad (IPhO)
- International Chemistry Olympiad (IChO)
- International Biology Olympiad (IBO)
- International Geography Olympiad (IGeO)
- Asean Skill Competition (ASC)
- Asean School Games
- International Chemistry Olympiad (IChO)
- International Biology Olympiad (IBO)
- International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA)
- International Olympiad in Informatics (IOI)
- The Asia Pasific Informatic Olympiad (APIO)

B. Prestasi non akademik nasional yang ditetapkan adalah:

- Olimpiade Sains Nasional (OSN)/KSN

- Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)

- Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N)

- Gala Siswa Indonesia

- Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN)

- Olimpiade Penelitian Siswa Nasional (OPSI)

- Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional

- Kuis Kihajar

- Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA)

- Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS)

- Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah (POSPEDA)

- Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (POSPENAS)

- Pekan Olahraga Daerah (POPDA)

- Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV)

- Kejuaraan Nasional Pra-PON TINGKAT NASIONAL

- Pekan Olahraga Nasional (PON)

- Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA)

- Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS)

- Pekan Olahraga Pelajar Daerah - Special Olimpic Indonesia (POPDA-SOINA)

- Pekan Olahraga Pelajar Nasional - Special Olimpic Indonesia
(POPDA-SOINA)

- Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI)

- MTQ Pelajar

- Kompetisi Sains Madrasah (KSM)

- Kompetisi Robotik Madrasah

- Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI)

- Lomba Tingkat (LT) Pramuka Penggalang
Prestasi bidang Keagamaan:

- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Minimal Tingkat Kab./Kota

- Hafiz Qur’an
(Bagi yang hendak mendaftar dari jalur penghafal Al Quran harus memiliki piagam sebagai buktinya. Piagam bukti hafal Al Quran harus dilegalisir oleh Lembaga Pengembangan Tilawah Quran (LPTQ) yang ada di bawah kewenangan Kementerian Agama.

- Penilaian siswa yang menggunakan jalur penghafal Al Quran ini berdasarkan tingkatan juz yang dihafal dengan skor nilai maksimal 100.

C. Prestasi bidang Pramuka:

- Lomba Tingkat Gugus Depan (SMP/MTs) di tingkat Kwartir Cabang (Kabupaten/Kota), Kwartir Daerah (Provinsi) dan di tingkat Kwartir Nasional (Nasional).

D. Nilai raport atau nilai ijazah, Surat Keterangan Lulus (SKL) besar atau sama dengan 90,00 untuk 4 mata pelajaran yaitu:

1. Matematika
2. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
3. Bahasa Indonesia
4. Bahasa Inggris

Untuk menentukan hasil seleksi jika mempunyai nilai yang sama, maka akan diseleksi berdasarkan urutan prioritas mata pelajaran
diatas.

E. Melampirkan bukti prestasi yang diperoleh dengan predikat yang paling tinggi, diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.

Jika terdapat kesamaan dalam pemeringkatan menurut bobot tingkat kejuaraan, maka penentuan peringkat berdasarkan pada peserta yang memiliki prestasi usia terbaru/paling muda.

5. Seleksi Bahasa (SMA Jurusan Bahasa)

Jalur ini diperuntukkan bagi siswa yang memiliki minat di jurusan bahasa dengan seleksi berdasar nilai bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Pendaftaran melalui situs PPDB Online dengan alamat https://provinsikepri.siap�ppdb.com dengan memasukkan 10 Digit Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sebagai pengguna/username dan 8 digit tanggal/bulan/tahun lahir siswa. Contoh:

Username: 0023314997
Password: 13122003 (13 Desember 2003).

KHUSUS SMK

Kasi Kurikulum SMK, Nelson Yanry, Minggu (06/06/2021), menjelaskan bagaimana persyaratan peserta dan jalur pendaftaran khusus SMK di Kepri pada PPDB tahun 2021

Berikut pendaftaran jalur SMK

1. Jalur Penilaian Raport, Akademik dan non Akademik serta Minat Bakat.

a. Jalur Penilaian SMK diperuntukkan bagi calon peserta didik baru jenjang SMK yang sistem penilaiannya mempertimbangkan :

i. Rapor yang dilampirkan dengan surat keterangan peringkat nilai rapor peserta didik dari sekolah asal yang merupakan gabungan rerata nilai rapor SMP/sederajat semester 1 sampai dengan semester 5.

ii. Prestasi di bidang akademik dan non akademik yang diakui dan diperhitungkan adalah prestasi dari kejuaraan/lomba yang diperoleh dengan predikat yang paling tinggi.

Diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB, yang diselenggarakan oleh Instansi dari Pemerintah di tingkat Kabupaten/Kota/Provinsi/Pusat atau oleh Lembaga Negara lainnya atau oleh Asosiasi di Bidang Sains/Olahraga/Seni resmi yang diakui Negara atau oleh KONI atau oleh Lembaga Berbadan Hukum yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota/Provinsi/Pusat untuk Prestasi di tingkat Kabupaten/Kota, tingkat Provinsi, dan tingkat Nasional serta tingkat Internasional yang dibuktikan dengan turut ditandatanganinya sertifikat sekurang-kurangnya oleh Pejabat Eselon II setempat.

Prestasi hasil lomba bidang akademik dan/atau bidang non akademik yang dimaksud adalah :

1. Prestasi hasil perlombaan dan/atau penghargaan bidang Akademik terdiri dari:

- Olimpiade Sains Nasional (OSN) atau Kompetisi Sains
Nasional (KSN) Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN)
- Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI)
- Kompetisi Sains Madrasah (KSM)
- Kompetisi Robotika
- Lomba bidang akademik lainnya yang diselenggarakan oleh Instansi dari Pemerintah
di tingkat Kabupaten/Kota/Provinsi/Nasional/Internasional.

2. Prestasi hasil perlombaan dan/atau penghargaan bidang Non Akademik terdiri dari :

- Prestasi bidang seni adalah Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

- Prestasi bidang olahraga:

- Gala Siswa Indonesia (GSI)

- Ajang Kompetensi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA)

- Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)

- Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV)

- Pekan Olahraga Nasional (PON)

- Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS)

- Pekan Olahraga Pelajar Wilayah ( POPWIL)

- Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA)

- Paragames Olahraga Nasional

- Prestasi bidang Keagamaan:

- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Minimal Tingkat Kab./Kota.- Hafiz Qur’an, bagi yang hendak mendaftar dari jalur penghafal Al Quran harus memiliki piagam sebagai buktinya. Piagam bukti hafal Al Quran harus dilegalisir oleh Lembaga Pengembangan Tilawah Quran (LPTQ) yang ada di bawah kewenangan Kementerian Agama.

- Penilaian siswa yang menggunakan jalur penghafal Al Quran ini berdasarkan tingkatan juz yang dihafal dengan skor nilai maksimal 100

- Prestasi bidang Pramuka:

- Lomba Tingkat Gugus Depan (SMP/MTs) di tingkat Kwartir Cabang (Kabupaten/Kota), Kwartir Daerah (Provinsi) dan di tingkat Kwartir Nasional (Nasional).

- Prestasi Lomba bidang non akademik lainnya yang diselenggarakan oleh Instansi dari Pemerintah di tingkat Kabupaten/Kota/Provinsi/Pusat atau oleh Lembaga Negara lainnya atau oleh Asosiasi Resmi yang diakui Negara atau oleh KONI atau oleh Lembaga Berbadan Hukum yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota/Provinsi/Pusat.

iii. Hasil tes bakat dan minat sesuai dengan bidang keahlian yang dipilihnya dengan menggunakan kriteria yang ditetapkan sekolah, dan dunia usaha, dunia industri, atau asosiasi
profesi.

b. Kuota Jalur Penilaian Raport, Akademik dan non Akademik serta Minat Bakat jenjang SMK adalah sebanyak 75% (tujuh puluh lima persen) dari kuota RDT sekolah dengan presentasi nilai sebagai berikut:

i. Gabungan rerata nilai rapor SMP/sederajat semester 1 sampai dengan semester 5 dengan bobot nilai sebanyak 60 persen dari rata-rata nilai rapor semester 1 sampai dengan semester 5
dengan skor nilai maksimal 100.

ii. Prestasi di bidang akademik dan non akademik dengan bobot nilai sebanyak 30 persen dengan skor nilai maksimal 100 sesuai daftar tabel skor nilai terlampir.

iii. Hasil tes bakat dan minat sesuai dengan bidang keahliannya dengan bobot nilai sebanyak 10 persen yang diatur oleh satuan pendikannya masing-masing dengan skor nilai maksimal 100 sebagaimana tabel terlampir.

Sehingga Rumus mendapatkan Nilai Akhir pada Jalur Khusus SMK sebagai berikut :
NA. = (NRR. x 60%) + (NP. x 30%) + (NB. x 10%)
Keterangan :
NA
=
Nilai Akhir
NRR
=
Nilai Rerata Raport.
NP
= Nilai Prestasi Akademik dan Non Akademik
NB= Nilai Tes Bakat

c. Calon peserta didik baru jenjang SMK Jalur Jalur Penilaian
Raport, Akademik dan non Akademik serta Minat Bakat dapat memilih paling banyak 3 (tiga) Kompetensi Keahlian dalam 1 (satu) sekolah.

2. Jalur Bina Lingkungan (SMK)

a. Jalur Bina Lingkungan diperuntukkan bagi calon peserta didik baru jenjang SMK yang berdomisili di wilayah Kelurahan yang sama dengan Kelurahan SMK tersebut berdasarkan alamat pada Kartu Keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB 2021.

b. Kuota Jalur Bina Lingkungan jenjang SMK adalah paling banyak 10% (sepuluh persen) dari kuota RDT sekolah.

c. Data Bina Lingkungan berdasarkan radius dengan jarak tempuh melalui jarak udara. Perhitungan jarak udara adalah jarak antara
alamat pada Kartu Keluarga (KK) calon peserta didik dengan sekolah.

d. Dalam hal Kartu Keluarga tidak dimiliki oleh calon peserta didik karena keadaan tertentu, maka dapat diganti dengan surat keterangan domisili yang diterbitkan oleh lurah/kepala desa atau pejabat setempat lain yang berwenang tanpa dibatasi masa mulai berdomisili.

e. Keadaan tertentu sebagaimana dimaksud meliputi:

- bencana alam; dan/atau
- bencana sosial, diantaranya pengungsi akibat kerusuhan atau konflik sosial.

f. Untuk Kartu Keluarga Baru yang diterbitkan kurang dari 1 (satu) tahun karena sesuatu hal, harus dilampiri Surat Keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten/Kota setempat, dengan disertai penjelasan alasan perubahan Kartu Keluarga. Sesuatu hal meliputi:
- Kartu Keluarga Baru karena penambahan/pengurangan anggota keluarga lain, dengan penjelasan bahwa calon peserta didik baru telah masuk dalam Kartu Keluarga paling singkat 1
(satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB tahun 2021
- Kartu Keluarga Baru karena pindah rumah, dengan penjelasan bahwa calon peserta didik baru adalah anak kandung.

g. Bagi calon peserta didik baru dari Pondok Pesantren/Panti Asuhan/Panti Sosial mengikuti tempat kedudukan lembaga, dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Lembaga.

h. Calon peserta didik baru jenjang SMK Jalur Bina Lingkungan dapat memilih paling banyak 3 (tiga) Kompetensi Keahlian dalam 1 (satu) sekolah.

3. Jalur Keluarga Tidak Mampu Ekonomi (SMK)

a. Jalur Keluarga Tidak Mampu Ekonomi diperuntukkan bagi calon peserta didik baru jenjang SMK yang berasal dari keluarga tidak
mampu dan penyandang disabilitas;

b. Kuota jalur Keluarga Tidak Mampu Ekonomi adalah paling sedikit 15% (lima belas persen) dari kuota RDT sekolah;

c. Calon peserta didik baru jenjang SMK Jalur Keluarga Tidak Mampu Ekonomi dapat memilih paling banyak 3 (tiga) Kompetensi Keahlian dalam 1 (satu) sekolah.

d. Jalur Keluarga Tidak Mampu Ekonomi dibuktikan dengan:

- Kartu Indonesia Pintar (KIP), atau
- Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau
- Program Keluarga Harapan (PKH), atau
- Kartu Bantuan Pangan Non Tunai (KBPNT), atau
- Program bantuan Pemerintah Daerah lainnya sebagai bukti keikutsertaan program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.

e. Calon Peserta didik baru yang berasal dari keluarga tidak mampu wajib menyertakan surat pernyataan dari orang tua/wali peserta didik yang menyatakan bersedia diproses secara hukum jika terbukti memalsukan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu.

f. Dalam hal terdapat dugaan pemalsuan bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu Sekolah bersama Pemerintah Daerah wajib melakukan verifikasi data dan lapangan serta menindaklanjuti hasil verifikasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang - undangan.

g. Pemalsuan bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

h. Dalam hal calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur Keluarga Tidak Mampu Ekonomi melampaui jumlah kuotanya, maka penentuan penerimaan peserta didik dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal calon peserta didik yang terdekat dengan sekolah, dan

i. Dalam hal kuota jalur Keluarga Tidak Mampu Ekonomi belum terpenuhi, maka sisa kuota dimasukkan dalam Kuota Jalur Penilaian Raport, Akademik dan non Akademik serta Minat Bakat jenjang SMK.(TribunBatam.id/Endra Kaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Disdik Kepri

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved