Kamis, 16 April 2026

CORONA KEPRI

Wabup Bintan Usul ke Satgas Covid Kepri, Minta Tes Antigen Gratis di Posko Penyekatan

Wabup Bintan Roby Kurniawan minta Pemprov Kepri bantu alat antigen, sehingga warga bisa tes antigen gratis jika mau ke Tanjungpinang saat PPKM darurat

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Wabup Bintan Usul ke Satgas Covid Kepri, Minta Tes Antigen Gratis di Posko Penyekatan. Foto Wakil Bupati Bintan Roby Kurniawan 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Pemerintah Kabupaten Bintan minta bantuan ke Pemerintah Provinsi Kepri agar penerapan tes antigen di posko penyekatan perbatasan Tanjungpinang-Bintan bisa digratiskan untuk warga.

Mengingat saat ini ekonomi warga sedang sulit di tengah pandemi covid.

Diketahui, bagi warga Bintan yang mau masuk ke Tanjungpinang dan belum membekali dirinya dengan hasil tes antigen bebas covid-19 saat PPKM Darurat Tanjungpinang, akan diminta putar balik atau menjalani tes antigen di tempat dengan hasil negatif covid-19.

Namun di lapangan, tak sedikit warga yang memilih tetap masuk ke Tanjungpinang, dengan catatan telah menjalani tes antigen di posko penyekatan.

Layaknya layanan di fasilitas kesehatan, tes antigen di posko penyekatan ini memang tidak gratis.

Baca juga: PPKM Darurat Tanjungpinang, Rapid Antigen Berbayar di Perbatasan Bintan, Rahma: Dasarnya Inmendagri

Baca juga: Ini Hasil Dialog Soal Tes Antigen Berbayar di Posko Penyekatan Tanjungpinang-Bintan

Warga perlu merogoh kocek Rp 150 ribu untuk satu kali tes dan masa berlakunya satu hari.

Hal ini pula yang menuai banyak keluhan dari warga.

Dengan adanya bantuan Pemprov Kepri, Pemkab Bintan berharap beban warga bisa berkurang.

"Kita sudah minta kepada Pemprov Kepri selaku Satgas Covid-19 Kepri, jika Pemko Tanjungpinang tetap memberlakukan antigen di posko perbatasan, sebaiknya Pemprov membantu alat antigen agar bisa digratiskan untuk warga," ujar Wakil Bupati Bintan Roby Kurniawan, Kamis (15/7/2021).

Roby mengakui, telah menerima laporan atas keluhan pekerja buruh terkait biaya rapid test antigen yang diterapkan di posko penyekatan.

Sementara penghasilan buruh tersebut dalam sehari, belum tentu mencapai Rp 150 ribu sejak pandemi Covid-19.

"Tentu kebijakan yang diberlakukan juga harus diselaraskan, dan jangan sampai memberatkan masyarakat.

Karena seyogyanya Tanjungpinang dan Bintan merupakan wilayah aglomerasi,"tutupnya.

Sebelumnya, Bupati Bintan Apri Sujadi juga memberikan tanggapannya terkait penerapan tes antigen bagi warga Bintan yang akan ke Tanjungpinang.

Apri meminta agar seyogyanya antar pemerintahan di Provinsi Kepri dapat berjalan beriringan. Bukannya berjalan dengan kebijakannya masing-masing.

"Tentunya kita sangat prihatin dan pemberlakuan antigen berbayar bagi warga Bintan tentu saja sangat tidak elok.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved