Breaking News:

KEPRI TERKINI

Kejati Kepri Ajukan Kasasi ke MA, Korupsi Izin Usaha Tambang Bauksit Seret 12 Orang

Dua belas orang ditetapkan penyidik Kejati Kepri berkaitan dengan pemberian Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) tahun 2018-2019.

Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Endra Kaputra
SIDANG KORUPSI IZIN TAMBANG - Sidang korupsi izin tambang di PN Tanjungpinang, Jumat (20/11/2020). 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Kasus korupsi Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) tambang bauksit di Pulau Bintan yang ditangani Kejati Kepri masih bergulir.

Meski Pengadilan Negeri atau PN Tanjungpinang telah memberi vonis kepada 12 terdakwa, penyidik Kejati Kepri masih menempuh upaya hukum untuk mengusut tuntas kasus dengan kerugian Negara yang ditaksir mencapai Rp 30 Miliar lebih.

Dua belas orang tersangka yang ditetapkan penyidik Kejati Kepri ini berkaitan dengan pemberian Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) untuk penjualan tahun 2018-2019.

Dua di antaranya eks kepala dinas atau Kadis di Kepri.

Mereka yakni Eks Kadis ESDM Kepri, Amjon dan eks Kadis PTSP Kepri, Azman Taufik.

Sementara sepuluh lainnya merupakan petinggi pada sejumlah perusahaan.

PN TANJUNGPINANG - Perwakilan Kejati Kepri saat melimpahkan berkas 12 tersangka Korupsi Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) tambang Bauksit ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (4/11/2020).
PN TANJUNGPINANG - Perwakilan Kejati Kepri saat melimpahkan berkas 12 tersangka Korupsi Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) tambang Bauksit ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (4/11/2020). (TribunBatam.id/Endra Kaputra)

Penyidik Kejati Kepri menilai, Amjon sebagai tokoh sentral dari kasus korupsi izin tambang bauksit ini.

Dalam pembacaan amar putusan yang disampaikan Ketua Majelis, Guntur Kurniawan SH didampingi 4 hakim anggota, Kamis (18/3/2021), Amjon divonis 12 tahun penjara dan membayar denda Rp 400 juta, atau subsider 4 bulan penjara.

Tidak membayar Uang Pengganti (UP).

Sementara Azman Taufik divonis 9 tahun penjara dan denda Rp 400 juta, atau subsider 4 bulan. Tidak membayar UP.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved