Breaking News:

Polres Karimun Digugat, Keluarga Purma Handika Ajukan Pra Peradilan, Polisi: Kami Siap

Polres Karimun digugat setelah adanya penangkapan Purma Handika atas dugaan penyalahgunaan narkoba, Rabu (14/7) lalu.

Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
Sidang pertama pra peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Karimun, Senin (2/8). Tampak kuasa hukum tersangka kasus dugaan penyalahgunaan narkoba, Raja Hambali memberikan berkas kepada Majelis Hakim. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Keluarga Purma Handika menggugat Polres Karimun lewat praperadilan.

Itu setelah pria 32 tahun tersebut ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penyalahgunaan narkoba pada penangkapan Rabu (14/7) lalu.

Kuasa Hukum Purma Handika, Raja Hambali mengungkapkan, terdapat kejanggalan saat penangkapan kliennya hingga berujung tersangka.

Salah satunya tidak adanya barang bukti saat proses penangkapan berlangsung.

Hasil tes urine Purma Handika disebutkan Raja Hambali negatif mengonsumsi narkoba.

Atas dasar ini, pihaknya hendak menguji apakan proses penangkapan yang dilakukan terhadap klien kami sesuai prosedur hukum atau tidak.

KARIMUN Belum Bersih Narkoba, Polres Ungkap 10 Kasus di Awal Tahun 2021. Foto ekspos kasus narkoba di Polres Karimun, Selasa (9/2/2021).
KARIMUN Belum Bersih Narkoba, Polres Ungkap 10 Kasus di Awal Tahun 2021. Foto ekspos kasus narkoba di Polres Karimun, Selasa (9/2/2021). (TribunBatam.id/Yeni Hartati)

"Apakah patut orang ditahan, ditetapkan tersangka tanpa adanya bukti,"
ungkap Raja Hambali kepada sejumlah awak media, Senin (2/8)

Purma Handika diketahui sudah dua kali mendapat perpanjangan masa tahanan sejak ditangkap di parkiran Hotel Paradise Karimun, Rabu (14/7).

Dimana masa penahanan pertama diberikan kepadanya selama 20 hari.

"Ini sudah masuk perpanjangan penahanan kedua. Sudah masuk ke 40 hari," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved