INFO CUACA KEPRI

Info Cuaca Kepri - Waspada Hujan Pagi Hingga Siang Hari, Merata di Wilayah Kepri

Terkait cuaca Kepri hari ini, BMKG Batam tak mengeluarkan peringatan dini kepada warga Kepri.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Endra Kaputra
CUACA KEPRI - Hujan di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Rabu (4/8/2021). BMKG Batam memprediksi hujan hingga pagi dan siang hari. 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Berikut Info cuaca Kepri dari data yang diterima Badan Meteorologi Klimatologi dan Geogisika (BMKG) Batam.

Kondisi cuaca Kepri di sejumlah wilayah diprediksi hujan pagi hingga siang hari.

Forecaster on duty BMKG Batam, Ibnu Susilo menyampaikan, kondisi cuaca Kepri diprakiran berawan dan terdapat potensi peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

"Cuaca yang terjadi juga siperkirakan dapat disertai petir dan angin kencang," ujarnya dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Rabu (4/8/2021).

Ia menjelaskan, cuaca yang terjadi disebabkan perlambatan kecepatan angin dan kelembapan udara yang cukup basah mendukung pertumbuhan awan di wilayah kepri.

Prajurit TNI AL KRI Halasan-630 menyelamatkan bagan nelayan Kecamatan Pulau Tiga yang nyaris hilang di laut akibat cuaca ekstrem, Kamis (29/7).
Prajurit TNI AL KRI Halasan-630 menyelamatkan bagan nelayan Kecamatan Pulau Tiga yang nyaris hilang di laut akibat cuaca ekstrem, Kamis (29/7). (TribunBatam.id/Istimewa)

Terhadap prakiraan cuaca ini, BMKG Batam tidak mengeluarkan peringatan.

Sementara suhu udara di Kepri berkisar mulai 22 sampai 33 derajat Celcius.

Dengan kecepatan angin 5 sampai 30 kilometer perjam, dan 60 sampai 95 persen kelembapan udara.

Cuaca Ekstrem di Pulau Tiga

Sementara cuaca ekstrem di Pulau Tiga yang terjadi sejak beberapa hari terakhir nyaris membuat bagan nelayan hilang terbawa arus laut.

Beruntung prajurit TNI AL yang bertugas di KRI Halasan-630 yang berlabuh di dermaga TNI AL Sabang Mawang Pulau Tiga langsung bergerak.

Personil KRI Halasan-630 langsung sigap membantu begitu melihat bagan nelayan yang sedang terombang ambing di perairan Selat Lampa.

Selanjutnya, Komandan KRI Halasan - 630 Letkol Laut (P) Memet Kurniawan, M.Tr. Opsla Memerintahkan personilnya bersama personil Posal Sabang Mawang untuk segera memberikan bantuan dan penyelamatan kepada bagan nelayan tersebut.

Berkat kesigapan Personil KRI Halasan-360 dan personel Posal Sabang Mawang, bagan nelayan dapat terhindar dari kerusakan.

Bagan itu berhasil diselamatkan, Kamis (29/7) sekira pukul 14.30 WIB.

Saat ini bagan nelayan tersebut di sandarkan di dermaga Posal Sabang Mawang.

"Saat kejadian terjadi hujan deras dan angin kencang.

Baca juga: CUACA di Natuna Buruk, Nelayan Enggan Melaut, Yanto : Gelombang Tinggi Ikan tak Makan Umpan

Baca juga: Cuaca Ekstrem Berpotensi Picu Awan Cumolonimbus, Maskapai Penerbangan Harus Waspada

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Anambas Tiga Hari Lagi, Tinggi Gelombang Tembus 6 Meter. Foto Suasana kondisi terkini cuaca di perairan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, Minggu (10/1/2021).
BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Anambas Tiga Hari Lagi, Tinggi Gelombang Tembus 6 Meter. Foto Suasana kondisi terkini cuaca di perairan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, Minggu (10/1/2021). (TribunBatam.id/Rahma Tika)

Hanyutnya bagan nelayan Pulau Tiga terjadi pukul 12.30 wib," ucap Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Dofir di Pangkalan TNI AL Ranai, Jum'at (30/7/2021).

Mengingat kondisi cuaca saat ini cenderung ekstrem, Komandan Lanal Ranai menghimbau kepada nelayan dan pelaku usaha di sektor transportasi laut agar dapat waspada.

Serta mematuhi standar operasional keselamatan pelayaran atau tidak melaut hingga cuaca kembali normal.

Jalan Lintas Barat Pasca Cuaca Ekstrem

Batu miring serta drainase yang rusak di tepi Jalan Lintas Barat Bintan, Kecamatan Teluk Bintan mulai diperbaiki.

Pekerja mulai merangkai besi guna memperbaiki batu miring yang rusak akibat bukit yang longsor pada awal tahun 2021.

Kondisi itu terjadi akibat curah hujan ekstrem hingga menyebabkan banjir di Bintan.

Pantauan TribunBatam.id, batu miring dan gorong-gorong yang rusak di sana juga sedang dibangun lagi oleh dinas terkait.

Sebuah alat berat juga tampak beroperasi dilokasi untuk mentata tanah yang longsor.

Pekerja juga tampak sedang merangkai besi untuk memperbaiki batu miring yang rusak di sana.

Camat Teluk Bintan, Raja Lukman membenarkan bahwa bukit yang longsor dan merusak batu miring dan drainase disana sedang diperbaiki.

Raja menjelaskan jika proses pengerjaan di sana sudah di mulai dari bulan Februari 2021 kemarin.

"Tapi saat ini sudah tampak alat berat di sana.

Proses pengerjaan batu miring di lokasi bukit longsor tepi Jalan Lintas Barat Bintan, Senin (26/7/2021). Kondisi itu juga merusak batu miring di tepi jalan nasional itu.
Proses pengerjaan batu miring di lokasi bukit longsor tepi Jalan Lintas Barat Bintan, Senin (26/7/2021). Kondisi itu juga merusak batu miring di tepi jalan nasional itu. (TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

Pekerja juga fokus memperbaiki batu miring," ujarnya, Senin (26/7/2021).

Ia pun berharap proses pengerjaan bisa segera selesai.

Sebab kata Raja Lukman, tanah yang berasal dari bukit ada yang sampai merusak saluran drainase dan masuk ke badan jalan.

Kondisi ini dikhawatirkan membahayakan bagi pengendara bermotor yang melintasi Jalan Lintas Barat Bintan.(TribunBatam.id/Endra Kaputra/Alfandi Simamora)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Info Cuaca Kepri

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved