BATAM TERKINI
UPDATE Remaja Hanyut di Saluran Air Batam, Polsek Lubuk Baja Datangi Rumah Dimas Andrean
Polsek Lubuk Baja mendatangi kediaman remaja hanyut hingga ditemukan tewas di saluran air Baloi Batam, Dimas Andrean.
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Septyan Mulia Rohman
Saat ini korban sudah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.
Untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.
Seorang anak remaja bernama Dimas (16) sebelumnya dinyatakan hilang dan hanyut terseret derasnya arus drainase besar di Jalan Baloi Mas, Kota Batam, Kepri. Jumat, (3/9/2021).
Hal tersebut dibenarkan oleh Plh Kepala Basarnas Tanjungpinang sekaligus kepala Ops dan Siaga, Miswadi.
Ia mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari pihak Damkar Batam.
"Iya kami terima laporan dari bapak Asman," ujarnya.
Kejadian berawal saat korban mengajak beberapa teman-temannya berenang di drainase besar tersebut dengan kondisi hujan lebat.
"Kejadiannya sekira pukul 13.10 WIB tadi," sebutnya.
Untuk itu timnya mengerahkan 5 orang petugas yang dibantu oleh sejumlah Tim SAR lainnya dan masyarakat setempat untuk menelusuri keberadaan korban.
Hingga saat ini keberadaan korban yang masih duduk di kelas 9 disalah satu SMP di Batam tersebut masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian Tim SAR dan Warga.
Sinar matahari telah susut, namun Dimas belum kunjung ditemukan oleh Tim SAR.
Sebelumnya, Dimas, seorang remaja SMP, dilaporkan hanyut terseret arus selokan air di sekitar kawasan Baloi, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Jumat (3/9/2021).
Menghilang terseret arus sejak siang, Tim SAR beserta pihak kepolisian dan warga sekitar mulai melakukan pencarian korban sejak pukul 14.00 WIB.
Ada sekitar 56 lebih orang yang ikut menyusuri arus dalam upaya pencarian, menggunakan sebuah perahu karet.
"Pencariannya dari jam 2 siang tadi, dari titik awal di dekat Indomobil, menyusuri sampai muara.
Kalau sudah gelap, pencarian dilanjutkan besok," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam, Azman.
Sementara itu, Kepala Polsek Lubuk Baja, AKP Budi Hartono, mengungkapkan kendala pencarian dikarenakan kondisi air keruh, serta arus yang deras.
Selain itu, pencarian dilakukan secara manual dengan penerangan yang kurang memadai.
"Ini sudah tiga kali terjadi di lokasi yang sama, di kawasan Baloi ini.
Kalau hujan, debit air memang tinggi, jadi sulit mencarinya," ujar Budi Hartono.
Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat, agar tidak bermain-main di sekitar bibir sungai atau saluran air, terutama dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat seperti sekarang ini.
Budi mengingatkan kepada para orangtua untuk selalu mengawasi anak-anaknya agar tidak mencoba melompati saluran air yang kondisinya masih cukup dalam.
"Kami mengingatkan, para orangtua agar selalu mengawasi anaknya.
Meskipun kali ini korbannya adalah remaja, tapi potensi hanyut masih tetap ada.
Ingat, dalam cuaca yang kerap hujan seperti ini, debit air semakin meninggi," imbau Budi.(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng/Hening Sekar Utami)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kapolsek-lubuk-baja-di-kediaman-dimas-andrean.jpg)