Senin, 8 Juni 2026

Mengenal Endemi, Status Covid-19 Baru? Ini 5 Peta Jalan Disiapkan Pemerintah

Covid-19 diprediksi jadi endemi yang saat ini statusnya adalah pandemi. Endemi adalah wabah penyakit yang bisa diprediksi penyebarannya dan terkendali

Tayang:
AFP
Mengenal Endemi, Status Covid-19 Baru? Ini 5 Peta Jalan Disiapkan Pemerintah. Ilustrasi warga memakai masker dan pelindung wajah yang jadi khas di masa pandemi corona 

TRIBUNBATAM.id - Nyaris dua tahun Covid-19 melanda dunia sejak pertama muncul akhir 2019 di Wuhan, China hingga kini penangkalnya belum juga ditemukan.

Sejalan dengan perkembangan kasus positif di seluruh dunia, pandemi Covid-19 diprediksi akan menjadi endemi.

Meski begitu tak sedikit ahli pesimistis virus corona akan menjadi endemi dalam waktu dekat.

Perihal berganti statusnya Covid-19 dari pandemi menjadi endemi sebelumnya juga disampaikan WHO.

Namun, status endemi yang bakal disandang Covid-19 yang disampaikan WHO bersifat kemungkinan.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers dilansir dari Kompas pada Kamis (19/8/2021) menjelaskan, pandemi berubah menjadi endemi jika situasi sudah terkendali.

Sebagai langkah menghadapi situasi tersebut, pemerintah melakukan percepatan vaksinasi dan mengimbau masyarakat beradaptasi dan mengadopsi kebiasaan baru untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.

Baca juga: Apa Itu Endemi, Disebut-sebut Bakal Disematkan ke Covid-19? Bedanya Apa dengan Pandemi

Baca juga: Singapura Siap Hidup Berdampingan dengan Endemik Covid-19 Mulai Besok (10/8): Bisnis Kembali Buka

Sebagai informsi endemi adalah wabah penyakit yang terjadi secara konsisten, tapi terbatas di wilayah tertentu.

Penyebaran dan laju penyakit bisa diprediksi dan virus tidak hilang sepenuhnya, hanya saja lebih terkendali.

Ada beberapa indikator pandemi bisa jadi endemi, antara lain meningkatnya kekebalan masyarakat melawan virus.

Selain itu menurunnya angka infeksi alamiah sehingga jumlah pasien dan angka kematian akibat virus menurun.

Penurunan angka infeksi bisa dicapai dengan instrumen pengendalian yang diusahakan pemerintah.

Contoh dari endemi antara lain seperti demam berdarah dan penyakit malaria.

Sedangkan pandemi adalah wabah yang menyebar secara luas di dunia seperti Covid-19.

Endemi juga bisa penyakit tidak menular seperti obesitas.

Kendati demikian, sejumlah ahli menyebut bahwa Covid-19 belum bisa dikatakan endemi dalam waktu dekat.

Hal itu salah satunya disampaikan oleh epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman.

Baca juga: CATAT! Begini Aturan Terbaru Selama Ikut Pelayaran Kapal KM Umsini di Masa Pendemi Covid-19

Menurut Dicky, hal itu karena status pandemi Covid-19 baru akan dicabut oleh WHO tahun depan.

Itu pun masih bersifat kemungkinan.

Bahkan, seperti dilansir dari Intisari, Dicky mengatakan, Covid-19 belum bisa disebut endemi pada tahun 2022.

"Pandemi ini bahkan baru berakhir paling cepat pertengahan tahun depan atau akhir tahun depan status pandeminya.

Tapi, setelah itu dia akan jadi epidemi dulu, karena ada beberapa negara yang masih mengalami masa krisis," kata Dicky seperti dilansir Kompas Nasional, Rabu (18/8/2021).

Menteri Komunikasi Johnny G Plate, dalam keterangan tertulis dikutip dari Kompas.com, Selasa (14/9/2021) mengatakan, pemerintah juga tengah menyusun peta jalan transisi pandemi Covid-19 menuju endemi.

Peta jalan tersebut, kata Johnny, merupakan awalan dari skenario hidup berdampingan dengan Covid-19 sesuai arahan Presiden.

Peta jalan tersebut merupakan rancangan tatanan hidup baru bagi masyarakat selama masa transisi pandemi Covid-19 menjadi endemi.

Tatanan hidup baru tersebut akan menjadi acuan bagi masyarakat untuk beraktivitas sekaligus mencegah penularan Covid-19 dalam skenario endemi.

Baca juga: Begini Cara Mencoblos saat Pilkada Batam di Masa Pendemi

Baca juga: Teknologi Huawei Indonesia Bantu Keselamatan Kerja dan Nihil Kecelakaan Dimasa Pendemi

Dalam menyusun peta jalan tersebut, lanjut Johnny, pemerintah menjadikan pengalaman negara lain sebagai acuan dan bekerjasama dengan sejumlah stakeholder terkait.

Beberapa hal yang termasuk dalam peta jalan tersebut adalah standar jumlah, standar aktivitas, dan standar perilaku.

Adapun standar jumlah adalah aturan terkait kapasitas ruang atau fasilitas publik.

Kemudian, standar aktivitas merupakan aturan bentuk dan durasi aktivitas yang diperbolehkan.

Sementara itu, standar perilaku adalah aturan protokol kesehatan yang harus dijalankan oleh pengunjung atau pengguna fasilitas.

Saat ini, pemerintah tengah melakukan kegiatan percontohan atau pilot project untuk pelaksanaan protokol kesehatan pada enam aktivitas utama, yaitu:

1. Aktivitas di tempat perdagangan seperti pasat, toko modern dan toko tradisional

2. Aktivitas di transportasi pubilk, baik darat, laut, maupun udara

3. Aktivitas wisata di destinasi pariwisata, hotel, restoran dan venue pertunjukkan

4. Aktivitas di kantor pemerintah, swasta, pabrik berskala kecil dan besar, bank hingga aktivitas pelaku UMKM

5. Aktivitas keagamaan di rumah ibadah dan lokasi ibadah

6. Aktivitas belajar mengajar di fasilitas pendidikan mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama dan atas (SMP/SMA), dan perguruan tinggi.

Baca juga: Di Tengah Pendemi Corona, Warga Malah Padati Alun-Alun SP Plaza Sagulung Batam

Peta jalan akan terus disempurnakan sesuai perkembangan penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Pelonggaran aktivitas baru dapat dilakukan jika fatality rate kurang lebih 2 persen, kasus aktif kurang lebih 100.000 kasus, serta positivity rate kurang dari 5 persen.

Terkait penerapan protokol kesehatan dalam rangka mempersiapkan transisi pandemi menjadi endemi, Menkominfo mengatakan bahwa kedisiplinan dari masyarakat sangat diperlukan.

Khususnya, dalam hal mengenakan masker, seperti mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Masyarakat juga diharapkan dapat mendukung program pemerintah untuk menciptakan herd immunity dengan menyegerakan diri divaksin.

Baca juga: Selama Pendemi, BPN Batam Hanya Terbitkan 500 Sertifikat PTSL, Termasuk Wilayah Kampung Tua

Baca juga: VIRAL Tagar #AdaptasiDenganCorona Trending di Twitter, Ahli Sebut Covid-19 Berpotensi Endemik

Baca juga: Di Tengah Pendemi Corona, Warga Malah Padati Alun-Alun SP Plaza Sagulung Batam

.

.

.

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved