Kamis, 7 Mei 2026

NATUNA TERKINI

HEBOH Kapal Perang Cina Masuk Laut Natuna Utara, Nelayan Sempat Cemas Melaut

Nelayan Natuna sempat merekam masuknya kapal perang cina di Laut Natuna Utara. Menurut mereka, ini bukan yang pertama terjadi.

Tayang:
TribunBatam.id/Istimewa
Screenshoot video amatir nelayan Laut Natuna Utara, Provinsi Kepri. Nelayan di perbatasan Indonesia sempat melihat dan merekam masuknya kapal asing diduga perang Cina ke Laut Natuna Utara. 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Laut Natuna Utara kembali menjadi sorotan.

Itu setelah nelayan setempat melihat adanya kapal asing yang masuk ke Laut Natuna Utara.

Kabar yang kadung viral ini sontak saja jadi perhatian publik.

Salah satu wilayah perbatasan di Indonesia di Kepri itu lagi-lagi menjadi sorotan.

Termasuk Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda Arsyad Abdullah.

Saat berada di Natuna, ia bahkan memerintahkan sejumlah unsur untuk melakukan patroli udara.

Ketua Aliansi Nelayan Natuna Henri mengatakan, anggotanya melihat sejumlah kapal asing memasuki Laut Natuna Utara pada Senin, 13 September 2021.

Kejadian tersebut sempat direkam oleh anggotanya.

Baca juga: Laut Natuna Utara Atensi Pangkoarmada I Imbas Kabar Kapal Perang Cina di Natuna

Baca juga: Alasan China Berulah di Natuna! 6 Kapal Perang Xi Jinping Bikin Takut Nelayan

Henri mengungkapkan, sejumlah kapal asing tersebut, berada di titik koordinat 6.17237 Lintang Utara dan 109.01578 Bujur Timur.

Ada enam unit kapal, satu kapal induk, tiga kapal perang, dua kapal Coast Guard.

Sejumlah kapal tersebut mondar-mandir di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Adapun kapal yang terlihat paling jelas adalah destroyer Kunming-172.

"Nomor lambung kapal 172, mereka dari barat menuju arah timur laut.

Berdasarkan pemahaman kami mereka masih masuk ke daerah kita," kata Henri saat ditemui di pelabuhan nelayan Teluk Baruk, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Jumat (17/9).

Wakil Ketua I DPRD Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah menghimbau kepada nelayan tradisional Natuna agar berhati-hati saat melakukan aktivitas di laut.

Pasalnya, akhir-akhir ini sempat dikabarkan adanya kapal asing yang beraktivitas di Laut Natuna Utara.

"Iya Kemarin saya juga sempat mendengar kabar dan sempat membaca berita terkait adanya kapal perang dari Tiongkok dan juga kapal ikan asing.

Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh nelayan Natuna untuk tetap waspada saat melaut, baik dari keberadaan kapal asing maupun cuaca," kata Daeng Ganda melalui sambungan seluler, Sabtu (18/9/2021).

Agar nelayan di Natuna bisa tenang saat turun melaut, ia akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan juga pusat agar nantinya bisa memberikan pengawasan yang lebih intens ke Laut Natuna Utara.

Baca juga: Nelayan Takut Cari Ikan Gegara Kapal Perang China hingga 5 KRI Jaga Laut Natuna Utara

Baca juga: Berita Natuna Hari Ini, Pangkoarmada I Kunjungi Lanal Ranai

"Memang benar kewenangan dari pemerintah daerah kabupaten Natuna untuk sektor laut itu tidak ada.

Namun kami akan berupaya untuk bagaimana sektor laut di laut Natuna Utara bisa terjaga keamanannya sehingga bisa memberikan ketenangan bagi nelayan kita," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Nelayan Natuna, Henri mengatakan bahwa pada Senin tanggal 13 September 2021, anggotanya sempat menemukan adanya kapal perang di Laut Natuna Utara.

"Kemarin nelayan menemukan ada 1 kapal induk, 3 kapal perang dan 2 coasguard, dan itu sempat divideokan.

Syukurnya di sana tidak terjadi kontak antara nelayan maupun kapal asing itu," kata Henri.

Ia menambahkan, kejadian seperti itu tidak hanya sekali, namun sudah berulang berkali-kali.

"Agar keamanan nelayan saat turun melaut terjaga, kita ingin memberikan saran kepada pihak keamanan khususnya TNI AL maupun PSDKP agar memberikan jalur koordinasi khusus antara nelayan dan penjaga keamanan.

Agar ketika nelayan menemukan kejadian serupa bisa langsung dilaporkan dan bisa langsung ditindaklanjuti," ujarnya.

Baca juga: Baharkam Polri Tangkap 4 Kapal Asing Pencuri Ikan, Masuk Malam-malam di Perbatasan Negara

Baca juga: PSDKP Batam Tangkap 2 Kapal Asing Pelaku Illegal Fishing di Laut Natuna Utara

Ia juga menyampaikan kekhawatirannya saat nelayan menemukan kapal asing di Laut Natuna Utara, jika terjadi perang maka nelayanlah yang akan menjadi imbasnya.

"Para nelayan sangat khawatir dengan keberadaan kapal asing apalagi kapal perang seperti ditemukan nelayan pada hari Senin kemarin.

Mereka khawatir apabila terjadi perang tentu mereka akan mendapat imbasnya.

Untuk itu kami meminta kepada pemerintah baik daerah, provinsi dan juga pusat agar bisa menyelesaikan permasalahan tersebut," sebutnya.

ATENSI Pangkoarmada I

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda Arsyad Abdullah memberi atensi pada Laut Natuna Utara.

Jenderal Bintang Dua itu bahkan menggelar patroli udara untuk meninjau secara langsung situasi Laut Natuna Utara, Provinsi Kepri, Jumat (17/9).

Itu setelah munculnya kabar kapal Cina yang berkeliaran di Laut Natuna Utara.

Dalam patroli udara menggunakan pesawat skuadron udara 600 TNI AL tersebut tidak menemukan kapal asing melakukan aktivitas di Laut Natuna Utara atau di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Sejalan dengan itu, juga terdapat 4 Kapal KRI yang sedang melaksanakan patroli di batas landas kontinen.

"Terkait isu adanya ribuan kapal di laut Natuna Utara saya pikir itu tidak mendasar.

Karena saat melakukan patroli udara dan juga laut tidak ditemukan ribuan kapal, hanya ada beberapa kapal yang melintas di lintas damai atau ZEE.

Baca juga: Kisah Kapten Maaruf Kejar-Kejaran dengan Kapal Asing hingga Alami Baku Hantam di Laut

Baca juga: Pangkogabwilhan I ke Natuna, Tinjau Operasi TNI AU dan AL, Ini Langkahnya Soal Kapal Asing

Terkait itu saya akan mempertanyakan sumber tersebut dari mana," ungkapnya.

Ketua Aliansi Nelayan Natuna Henri mengatakan, anggotanya melihat sejumlah kapal asing memasuki Laut Natuna Utara pada Senin, 13 September 2021.

Kejadian tersebut sempat direkam oleh anggotanya.

Henri mengungkapkan, sejumlah kapal asing tersebut, berada di titik koordinat 6.17237 Lintang Utara dan 109.01578 Bujur Timur.

"Ada enam unit kapal, satu kapal induk, tiga kapal perang, dua kapal Coast Guard.

Berdasarkan pemahaman kami mereka masih masuk ke daerah kita," kata Henri saat ditemui di pelabuhan nelayan Teluk Baruk, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Jumat (17/9).

menjelaskan, kapal-kapal tersebut mondar-mandir di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia.

Adapun kapal yang terlihat paling jelas adalah destroyer Kunming-172.

"Nomor lambung kapal 172, mereka dari barat menuju arah timur laut," ungkapnya.

Menurutnya walaupun kapal asing tersebut tidak menyerang secara fisik, tetapi para nelayan tradisional di Natuna tetap merasa takut.

Mengingat mereka berada jauh dari dari daratan.

Selanjutnya, ia berharap untuk kedepannya pemerintah lebih memfokuskan kapal pengamanan titik-titik yang sering dilewati oleh kapal asing tersebut.

Supaya para nelayan merasa aman untuk mencari nafkah untuk keluarganya.(TribunBatam.id/Muhammad Ilham).

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Natuna

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved