Breaking News:

HUMAN INTEREST

Nelayan Karimun Bergelut Cari Rumput Laut, Cuan Tak Datang dari Ikan Saja

Nelayan di Moro mengumpulkan rumput laut untuk menambah penghasilan ketika hasil ikan tak cukup untuk kebutuhan hidup.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
Nelayan Karimun, Oni bersama Babinsa di Kecamatan Moro saat mengumpulkan hasil panen rumput laut, Kamis (30/9/2021). 

Rumput laut yang biasa ia dapatkan, biasanya akan ditumpuk di dalam satu tempat dan akan diproses kembali sebelumnya akhirnya dijual.

"Biasanya ini akan dijadikan rempah-rempah, ataupun obat-obatan," jelasnya, Kamis (30/9/2021).

Untuk rumput laut yang didapat biasanya akan dijual seharga Rp 1.700 per kilogramnya.

Sementara, dalam sehari Oni mampu mengumpulkan sebanyak 50 hingga 100 kilogram rumput laut dari aktivitasnya sembari mencari ikan di tengah laut.

Baca juga: Gubernur Kepri Dorong Pengembangan Budidaya Rumput Laut, Ikut Panen di Karimun

Baca juga: Resep Es Rumput Laut, Takjil Segar untuk Buka Puasa, Sehat dan Kaya Serat

"Jadi semua hasilnya kita olah dulu, mulai pengeringan dan memisahkan sampah-sampah. Baru kita kirimkan ke Batam," tambahnya.

Sayangnya, penjualannya itu tidak bisa rutin dilakukan, karena rumput laut yang diperoleh dari hanya tumbuh secara liar.

Rumput laut akan bisa kembali tumbuh dalam waktu 2 sampai 3 bulan masa panen sebelumnya.

"Kami bukan khusus budidaya. Jadi waktu kita bisa mengumpulkan lagi itu perlu waktu beberapa bulan. Bisa 2 hingga 3 bulan," terangnya.

Diketahui, perairan Moro menyimpan banyak kekayaan alam yang bisa menopang ekonomi warga yang mendiami wilayah ini.

Bahkan, Pemprov Kepri saat ini juga tengah fokus untuk menjadikan pulau Moro sebagai sentra budidaya rumput laut di Kepulauan Riau. (TribunBatam.id/Yeni Hartati)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Berita Tentang Human Interest

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved