Breaking News:

POLEMIK Anjuran Kader PKS Berpoligami dengan Janda Berakhir: Kami Mohon Maaf

Ketua Dewan Syariah Pusat PKS mencabut anjuran yang mengizinkan kadernya berpoligami dengan janda terkait solidaritas terdampak pandemi covid-19.

TribunBatam.id/Istimewa
Ketua Dewan Syariah Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Surahman Hidayat mencabut wacana anjuran kader PKS berpoligami dengan janda. 

TRIBUNBATAM.id - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi sorotan.

Itu setelah muncul wacana kader PKS yang diperbolehkan berpoligami dengan janda.

Wacana ini langsung menuai polemik di publik.

Kritikan tersebut di antaranya datang dari Komnas Perempuan

Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani menilai, anjuran yang belakangan telah dicabut itu bersifat diskriminatif.

Dirinya menilai cara membantu para keluarga yang terdampak pandemi tidak hanya bisa dilakukan melalui pernikahan.

Baca juga: 1.238 Perempuan di Batam Jadi Janda, Data Pengadilan Agama Mayoritas Usia Produktif

Baca juga: JUMLAH Janda di Batam Makin Banyak, Selama 8 Bulan 1.238 Pasutri Bercerai

Pemberdayaan ekonomi, menurut Andy, dapat menjadi solusi untuk membantu keluarga yang terdampak pandemi Covid-19.

Kebijakan ini, kata Andy, bahkan tidak diketahui oleh sebagian pimpinan perempuan di PKS.

Mereka baru mengetahui setelah program itu viral.

Andy meminta perlu memikirkan agar program yang dinilai diskriminatif terhadap perempuan ini tidak terulang lagi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved