Breaking News:

BATAM TERKINI

Sektor Pendidikan Catat Kenaikan Inflasi Tertinggi di Batam pada September 2021

Kepala BPS Batam Rahmad Iswanto sebut, inflasi di Batam terjadi karena ada kenaikan harga pada 6 kelompok pengeluaran. Di antaranya pendidikan 1,36%

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/LEO HALAWA
Sektor Pendidikan Catat Kenaikan Inflasi Tertinggi di Batam pada September 2021. Foto Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Rahmad Iswanto 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2021 Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,33 persen.

Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto mengatakan, inflasi terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105 pada Agustus 2021 menjadi 105,36 pada September 2021.

"Inflasi tahun kalender (Januari–September) 2021 sebesar 0,66 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (September 2021 terhadap September 2020) 2,17 persen," ucap Rahmad, Senin (11/10/2021).

Disampaikan Rahmad, dilihat dari kelompoknya, inflasi di Batam terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran.

Yaitu pendidikan sebesar 1,36 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 0,86 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,11 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,06 persen.

Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,05 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,02 persen.

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,02 persen.

Baca juga: Kantor Baru Sri Mas Group di Batam Diresmikan, Tawarkan Hunian Mulai Rp 130 Jutaan

Baca juga: SEMUA Pejabat Batam Gagal Masuk 3 Besar Calon Sekda Kepri, Begini Reaksi Rudi

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok transportasi turun sebesar 0,10 persen, kelompok pakaian dan alas kaki turun sebesar 0,05 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Pada sub kelompok makanan, minuman dan tembakau ini, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu rokok dan tembakau serta subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,36 persen.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved