Rabu, 3 Juni 2026

BATAM TERKINI

Sektor Pendidikan Catat Kenaikan Inflasi Tertinggi di Batam pada September 2021

Kepala BPS Batam Rahmad Iswanto sebut, inflasi di Batam terjadi karena ada kenaikan harga pada 6 kelompok pengeluaran. Di antaranya pendidikan 1,36%

Tayang:
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/LEO HALAWA
Sektor Pendidikan Catat Kenaikan Inflasi Tertinggi di Batam pada September 2021. Foto Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Rahmad Iswanto 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2021 Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,33 persen.

Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto mengatakan, inflasi terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105 pada Agustus 2021 menjadi 105,36 pada September 2021.

"Inflasi tahun kalender (Januari–September) 2021 sebesar 0,66 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (September 2021 terhadap September 2020) 2,17 persen," ucap Rahmad, Senin (11/10/2021).

Disampaikan Rahmad, dilihat dari kelompoknya, inflasi di Batam terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada enam kelompok pengeluaran.

Yaitu pendidikan sebesar 1,36 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 0,86 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,11 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,06 persen.

Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,05 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,02 persen.

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,02 persen.

Baca juga: Kantor Baru Sri Mas Group di Batam Diresmikan, Tawarkan Hunian Mulai Rp 130 Jutaan

Baca juga: SEMUA Pejabat Batam Gagal Masuk 3 Besar Calon Sekda Kepri, Begini Reaksi Rudi

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok transportasi turun sebesar 0,10 persen, kelompok pakaian dan alas kaki turun sebesar 0,05 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Pada sub kelompok makanan, minuman dan tembakau ini, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu rokok dan tembakau serta subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,36 persen.

"Dari 370 komoditas yang menyusun inflasi Batam, 92 komoditas mengalami kenaikan harga dan 63 komoditas mengalami penurunan harga," jelas Rahmad.

Ditambahkannya, dari 24 kota IHK di Sumatera, tercatat 18 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkalpinang sebesar 0,60 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Padang sebesar 0,04 persen.

Deflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,59 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Metro sebesar 0,11 persen. Kota Batam dan Kota Tanjungpinang masing-masing menduduki peringkat ke-5 dan ke-12 dari 18 kota yang mengalami inflasi di Sumatera.

Selanjutnya bila dilihat dari 90 kota IHK, tercatat 34 kota mengalami inflasi dan 56 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkalpinang sebesar 0,60 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Surakarta sebesar 0,01 persen.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Gorontalo sebesar 0,90 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Palu sebesar 0,01 persen.

"Kota Batam dan Kota Tanjungpinang masing-masing menduduki peringkat ke-7 dan ke-18 dari 34 kota yang mengalami inflasi se-Indonesia," tutupnya.

(*/TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Batam

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved