BATAM TERKINI
Kepala Rutan Batam Banjir Telepon, Merasa Terteror Imbas Kematian Siprianus
Kepala Rutan Batam mengaku hampir setiap minggu dapat telepon hingga WhatsApp dari pihak yang mengaku keluarga Sipianus warga binaan yang meninggal.
Selain itu melakukan silaturahmi dengan pihak keluarga mantan warga binaan.
Baca juga: Hasil Autopsi Siprianus Napi Rutan Batam, Kabid Dokkes Polda Kepri: Ada Luka di Leher
Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia, Ini Kesaksian Rekan Sekamar Siprianus Warga Binaan Rutan Batam
"Kami mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya warga binaan Rutan Batam yang terjadi beberapa minggu lalu," kata Husni.
Ia menjelaskan dari monitoring dan pengecekan kinerja Rutan Batam, semua sudah berjalan dengan baik.
"Kita juga sudah berbicara dengan keluarga Alm. mantan warga binaan Rutan Batam.
Kami juga bertemu bersama delapan orang, mulai dari ayah kandung Siprianus, saudaranya, ketua perkumpulan warga Nusantara, ketua Kupang, dan juga Fransiskus, serta perwakilan dari pengacara.
Semua tugas sudah dijalankan oleh Rutan Batam," kata Husni.
Ia mengatakan, tugasnya melakukan monitoring ke UPT paling bawah di KemenkumHAM, agar semua berjalan dengan baik.
"Apa yang menjadi tugas setiap UPT, ini yang kita tinjau," tegasnya.
Ia juga mengakui, kehadirannya melakukan monitoring untuk menjawab setiap informasi yang masuk ke Kemenkumham.
"Jadi kita tidak ingin berita yang kita terima hanya dari satu sumber, kita cek, kita pastikan agar tidak terjadi bias," kata Husni.
Kronologi Kematian Siprianus Apiatus Dari Rutan Batam
Sebelumnya diberitakan, kematian seorang warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Batam Siprianus Apiatus Bin Philipus akhirnya terungkap.
Sebulan setelah kematiannya, polisi menetapkan tiga warga binaan Rutan Batam sebagai tersangka pengeroyokan yang berujung meninggalnya Siprianus.
Baca juga: Keluarga Tempuh Jalur Hukum, Pastikan Penyebab Kematian Warga Binaan Rutan Batam Siprianus
Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia, Ini Kesaksian Rekan Sekamar Siprianus Warga Binaan Rutan Batam
Tersangka pertama yakni Muhammad Yandi sebagai Kepala Kamar kasus pencurian pecah kaca.
Ia diketahui sebagai pelaku utama dari kasus ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/05022021yan-patmos-purba.jpg)