Kamis, 23 April 2026

BOCAH TENGGELAM DI BENGKONG

REAKSI Suryani Dicopot Jadi Kepala Puskesmas Tanjung Buntung Batam

Pemko Batam mencopot Suryani dari jabatan Kepala Puskesmas Tanjung Buntung karena dianggap lalai hingga menyebabkan hilangnya nyawa.

TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Walikota Batam, Muhammad Rudi melantik 6 orang pejabat yang berada di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam termasuk Kepala Puskesmas Tanjung Buntung yang baru, Jumat (15/10/2021). 

Ferry menjelaskan, mulanya korban digotong menuju Puskesmas Tanjungbuntung untuk memperoleh pertolongan pertama.

Sebab, ketika diselamatkan, kondisi korban tampak masih bernyawa dan sempat muntah-muntah.

Namun sesampainya di lokasi, puskesmas tersebut terlihat sepi dan hanya dijaga seorang bidan yang merangkap sebagai resepsionis.

Sang bidan mengaku kepada Ferry bahwa sedang tidak ada dokter di puskesmas tersebut, pada sore sekitar pukul 18.00 WIB.

Dokter puskesmas telah berulang kali dikontak oleh bidan, tetapi sama sekali tidak menjawab.

"Dokter tidak jaga di sana, tidak angkat-angkat telepon, kemudian kami minta tolong panggil ambulans pun sopirnya nggak ada.

Ada 1,5 jam kami di puskesmas itu, sama sekali tidak mendapat pertolongan yang layak, akhirnya saya pun membawa korban dengan mobil pribadi ke RS Budi Kemuliaan," jelas Ferry.

Baca juga: SUASANA Rumah Bocah Tenggelam di Tanjungbuntung Batam, Kapus Baru Datangi Rumah Duka

Baca juga: SEORANG Bocah di Bengkong Tenggelam, Sempat Dibawa ke Puskesmas Tapi tak Ada Dokter Jaga

Sesampainya di RSBK, dokter yang menangani korban pun menyatakan yang bersangkutan sudah kehilangan nyawanya sejak satu jam sebelum dibawa ke rumah sakit.

Hal ini sangat disayangkan oleh keluarga dan warga yang ikut terlibat dalam upaya penanganan.

Selaku Ketua RW 17, Ferry menyesalkan kualitas pelayanan Puskesmas Tanjungbuntung yang buruk.

Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi para petugas dan karyawan puskesmas yang bersangkutan.

"Ini bukan kali pertama terbukti kualitas pelayanan puskesmas buruk. Warga kerap mengeluhkan tidak mendapat pelayanan di Puskesmas Tanjungbuntung," tambah Ferry.

Adapun korban tenggelam di Pantai Tanjunbuntung, Bengkong, merupakan seorang pelajar SMPN 07 bernama Merry Destaria Br. Nainggolan, berusia 12 tahun.

Merry dikebumikan hari ini, dan warga sekitar serta sanak keluarga tengah memadati rumah dukanya, sejak Jumat (15/10/2021) pagi ini.(TribunBatam.id/Hening Sekar Utami/Bereslumbantobing)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Bocah Tenggelam di Bengkong

Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved