Sabtu, 9 Mei 2026

BERITA CHINA

Bukan China Lagi, 3 Negara Ini Tertuduh Tempat Asal Virus Corona?

Spekulasi laboratorium yang berada di Wuhan, China yang bocor sempat dianggap penyebabnya Covid-19 terus merebak di seluruh dunia sampai hari ini...

Tayang:
Tribun Network
Bukan China Lagi, 3 Negara Ini Tertuduh Tempat Asal Virus Corona? Ilustrasi virus corona 

Para ilmuwan berpendapat mungkin untuk melacak versi asli virus dengan menemukan sampel dengan mutasi paling sedikit.

Baca juga: Virus Corona Muncul Lagi di Wuhan, Warga Panic Buying Serbu Supermarket

Namun, klaim baru ilmuwan China tersebut ditolak sejumlah ilmuwan terkemuka.

Mengutip The Sun, Jumat (27/11/2020), profesor dalam genetika manusia dan biostatistik di UCLA, Marc Suchard, mengatakan "koleksi acak" dari strain virus yang digunakan tidak mungkin menghasilkan "nenek moyang".

Menurutnya, metode yang digunakan para ilmuwan dari China itu membawa ketidakpastian yang cukup besar.

2. Italia

Melansir CGTN, Sabtu (28/11/2020), pakar virologi Jerman Alexander Kekule menilai, pandemi virus corona global dimulai dari Italia bagian utara.

Dia menjelaskan virus corona yang tengah menyebar di seluruh dunia bukan dari Wuhan, China melainkan mutasi dari Italia utara.

Strain virus di Italia disebut mutan "G", strain yang memiliki mutasi genetik.

Kekule mengatakan ketidaktahuan Italia akan virus, peringatan dari China yang lama, serta kurangnya tindakan pencegahan adalah penyebab pandemi global.

Baca juga: Virus Covid-19 Varian Delta Hantui Wuhan, 12 Juta Warga Jalani Tes

Baca juga: Pejabat AS & Sekjen WHO Yakin Indikasi Teori Konspirasi Covid, Dampak Bocor Lab di Wuhan China?

Jika tidak, semestinya virus bisa dikendalikan.

Sebelumnya, penelitian yang dibuat Institut Kanker Italia menemukan virus corona baru atau SARS-CoV-2 sudah ada di Italia sejak September 2019.

Hal itu ditanggapi China, sebagai bukti bahwa mereka tidak bersalah.

Melansir Kompas.com, 20 November 2020, penelitian itu berbasis pada analisis sampel darah dari 959 orang, diambil saat pemindaian kanker paru-paru antara September 2019 sampai Maret 2020.

Sejumlah peneliti menuturkan pemeriksaan lebih lanjut harus dilakukan pada jurnal tersebut.

Profesor di Jurusan Sains Biologi Universitas Reading, Mark Pagel, mengatakan semua sampel yang dikumpulkan berstatus tanpa gejala dengan usia yang bervariasi antara 55 sampai 65 tahun dan perokok.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved