Jumat, 1 Mei 2026

TIPS

Hindari Mengonsumsi 8 Jenis Makanan Ini, Beresiko Turunkan Imun Tubuh

Menjaga pola makan dan harus pandai memilah jenis makanan yang dikonsumsi, bisa menjadi salah satu solusi menjaga imun. 

Tayang:
pixabay.com
Ilustrasi Makanan Gorengan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan gorengan tidak baik bagi kesehatan. 

TRIBUNBATAM.id - Menjaga imun tubuh sangat penting, terutama di masa pandemi Covid-19.

Menjaga pola makan dan harus pandai memilah jenis makanan yang dikonsumsi, bisa menjadi salah satu solusi menjaga imun. 

Pasalnya banyak mengonsumsi makanan tidak sehat berisiko menurunkan sistem imun.

Dalam tubuh manusia, imun membutuhkan asupan sehat dan seimbang agar bisa bekerja secara optimal.

Bila sistem imun bagus, maka tubuh akan kuat melawan infeksi virus.

Untuk itu, Anda patut berhati-hati dalam memilih makanan.

Berikut 8 jenis makanan yang justru bisa menurunkan imun tubuh.

Baca juga: Butuh Energi? Ini 6 Khasiat Mengonsumsi Kurma di Pagi Hari yang Jarang Diketahui

Baca juga: 5 Manfaat Garam Himalaya bagi Kesehatan, Termasuk Detoks Racun dari Tubuh

1. Gula tambahan

Gula tambahan bisa berupa gula, sirup, maltosa, sukrosa, fruktosa, sirup jagung, sampai pemanis buatan.

Bahan ini banyak ditemukan dalam minuman kemasan seperti jus dan teh, soda, kopi susu, es krim, yogurt manis, permen, dan aneka kue.

Terlalu banyak gula bisa berdampak buruk untuk kesehatan.

Kementerian Kesehatan membatasi konsumsi gula orang sehat maksimal sebanyak empat sendok makan atau 50 gram per hari.

Konsumsi gula berlebihan meningkatkan protein peradangan TNF alfa, C-reaktive protein, dan IL 6.

Ketiganya bisa menurunkan imunitas.

Gula darah tinggi juga bisa menghambat respons sel darah putih saat ada serangan penyakit.

Tak hanya itu, gula darah tinggi juga bisa merusak keseimbangan bakteri usus yang mengubah respons imun, sehingga badan lebih mudah terinfeksi.

2. Makanan tinggi garam

Kelebihan konsumsi garam juga bisa menurunkan daya tahan tubuh.

Menurut Kementerian Kesehatan, batas aman konsumsi garam orang dewasa sehat adalah 2.000 miligram natrium, atau setara dengan lima gram garam, atau satu sendok teh garam per hari.

Selain menakar garam yang ada dalam masakan, cermati juga komposisi natrium, sodium, atau penyedap dalam asupan yang dikonsumsi sehari-hari.

Jangan sampai melebihi batas aman.

Baca juga: Intip 8 Tips Membakar Kalori saat Tidur, Cukup Atur Pola Makanan yang Dikonsumsi

Baca juga: Jarang yang Tahu, Ini 7 Khasiat Daun Kelor yang Ampuh Sembuhkan Beragam Penyakit

3. Makanan tinggi omega 6

Asam lemak omega 6 adalah salah satu jenis asam lemak tak jenuh ganda.

Kadar omega 6 dalam tubuh bisa melonjak apabila seseorang terlalu banyak mengonsumsi produk nabati dan minyak goreng.

Kadar omega 6 yang meningkat bisa membuat tubuh gampang mengalami peradangan dan rentan terkena penyakit inflamasi.

4. Gorengan

Saat karbohidrat digoreng, terjadi reaksi kimia antara senyawa gula, protein, dan minyak.

Reaksi kimia tersebut menghasilkan senyawa yang bisa memperburuk sindrom metabolik dan menyebabkan peradangan.

5. Daging olahan

Daging prosesan yang diawetkan seperti sosis, burger, kornet, salami, pepperoni, dan lainnya mengandung banyak lemak jenuh dan rendah lemak tak jenuh.

Tingginya asupan lemak jenuh dan rendahnya lemak tak jenuh bisa mengacaukan sistem daya tahan tubuh.

6. Makanan cepat saji

Tak hanya makanan berpengawet, makanan cepat saji juga termasuk makanan penyebab daya tahan tubuh menurun.

Makanan cepat saji acapkali terkontaminasi phthalates dari kemasan plastik yang merembes ke makanan.

Jenis makanan seperti ini bisa mengganggu keseimbangan bakteri di usus dan mengganggu sistem daya tahan tubuh.

Baca juga: 7 Makanan Ini Bisa Meningkatkan Libido: Termasuk Semangka dan Ikan Kembung

Baca juga: 8 Penyakit yang Bisa Sembuh dengan Mengonsumsi Bawang Putih, Termasuk Asam Urat dan Diabetes

7. Makanan ultra proses

Makanan ultra proses adalah makanan yang proses pembuatannya diberikan tambahan food addivities; seperti gula, garam, lemak, perisa, penguat rasa, dan lain sebagainya.

Contoh makanan ultra proses di antaranya keju, margarin, mentega, aneka saus, sereal dalam kemasan, pasta, dan sebagainya.

Penelitian pada hewan menunjukkan sejumlah zat penstabil nabati yang ditambahkan ke dalam makanan seperti biskuit bisa memicu gangguan kekebalan tubuh.

Selain itu, tambahan sirup jagung dan pemanis buatan ke dalam makanan atau minuman juga disebut bisa mengganggu sistem daya tahan tubuh.

8. Karbohidrat rafinasi

Karbohidrat rafinasi atau karbohidrat sederhana adalah produk tepung dan gula yang telah melalui proses industri.

Contoh karbohidrat rafinasi antara lain nasi, roti, pasta, kue, minuman manis, sampai soda.

Melansir artikel di Kompas.com dengan judul "8 Makanan Penyebab Daya Tahan Tubuh Menurun", karbohidrat rafinasi memiliki indeks glikemik tinggi.

Imbasnya, setelah makan makanan seperti ini gula darah, insulin, radikal bebas, dan protein peradangan bisa melonjak.

Selain itu, karbohidrat rafinasi juga bisa memengaruhi keseimbangan bakteri di usus.

Imbasnya, daya tahan tubuh bisa menurun.

(*)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved