Sabtu, 9 Mei 2026

LINGGA TERKINI

Bupati Lingga Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Dampak La Nina

Bupati Lingga Muhammad Nizar ingatkan masyarakat terkait kondisi alam yang sewaktu-waktu dapat berubah jadi cuaca ekstrem, termasuk dampak La Nina

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Febriyuanda
Foto ilustrasi, kondisi cuaca di perairan Desa Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga tampak diselimuti awan tebal, Senin (1/11/2021) 

Kondisi ini akan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia, serta membuat musim hujan terjadi lebih lama.

Sehingga, La Nina menjadi salah satu faktor yang menyebabkan musim hujan di Indonesia terjadi, selain angin muson.

Baca juga: Bahaya La Nina yang Diprediksi Terjang Indonesia Bulan Depan, Simak Tips Mengantisipasinya

Baca juga: BADAI La Nina Akan Terjang Indonesia Mulai November, Ini Pesan BMKG untuk Warga Batam

Dengan kata lain, Indonesia saat ini lebih hangat, di sana lebih dingin. Aehingga terjadi anomali atau perbedaan. Secara teori apabila perbedaan itu mencapai minus 0,5 maka itu dinyatakan sebagai ambang batas terbentuknya La Nina.

Lebih lanjut, hal ini akan menyebabkan terjadinya aliran massa udara basah, tetapi bukan sirkulasi yang kencang seperti terjadinya badai tropis.

Namun untuk daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) fenomena meteorologi tersebut tidak terjadi.

"Untuk Indonesia bagian barat tidak pernah terjadi. Potensi itu ada pada bagian Tengah dan Timur. Jadi untuk di Kepri tidak ada," ujarnya.

Ia menyebutkan, untuk di Kepri fenomena Dipole Mode Index (DMI). Dimana merupakan perbandingan suhu muka laut Samudera Hindia barat dengan suhu muka laut Samudera Hindia Timur Afrika dengan nilai -0,5 low pressure atau daerah tekanan rendah, yang akan membelokkan arah angin hingga membuat kecepatan angin jadi lambat.

"Pada saat suhu permukaan laut di Samudera Hindia panas atau biasa disebut Sea Surface Temperatures (SST). Dengan panasnya permukaan laut itu menyebabkan curah hujan di Kepri cukup tinggi," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, membenarkan adanya fenomena La Nina dalam waktu dekat ini.

Namun, ia memprediksi, fenomena La Nina tidak terlalu berdampak di wilayah Kepulauan Riau.

"Kita berada di daerah khatulistiwa, jadi dampaknya tidak signifikan. Kalau badai La Nina cenderung basah, jadi nanti di wilayah yang lebih kering, hujannya akan meningkat," ujar Suratman, Jumat (22/10/2021).

Menurut Suratman, Batam tidak memiliki musim kemarau atau pun hujan yang signifikan.

Baik badai La Nina yang bersifat basah maupun El Nino yang bersifat kering hanya akan berdampak besar pada wilayah Indonesia Bagian Tengah.

Sementara itu, di wilayah Kota Batam, cuaca biasanya terpengaruh oleh cuaca-cuaca lokal atau regional seperti terjadinya pusaran angin di wilayah Kalimantan bagian barat atau Laut Cina Selatan.

"Batam juga biasanya terpengaruh angin utara, dampaknya hujan lebat sama angin kencang. Kalau selain itu kita nggak pengaruh, wilayah ini (Batam) termasuk enak juga," tambah Suratman.

(TribunBatam.id/Febriyuanda/Endra Kaputra/Hening Sekar Utami)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Lingga

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved