Breaking News:

Taiwan Cemas, China Kerahkan Pesawat Militer, Tsai Ing-wen Andalkan Amerika Serikat

Kementerian Pertahanan Taiwan mengungkap jika China telah mengampanyekan perang zona abu-abu.

alwaght.com
Kementerian Pertahanan Taiwan mengungkap manuver militer China yang makin mengintimidasi negara mereka. Foto parade kekuatan militer China. Foto ilustrasi. 

TAIWAN, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Taiwan dibuat cemas dengan pergerakan militer China.

Ratusan pesawat militer China dilaporkan berada di wilayah zona identifikasi pertahanan udara Taiwan (ADIZ).

Tepatnya di sebelah selatan dan barat daya.

Kementerian Pertahanan Taiwan menyebut jika selama empat hari pada Oktober kemarin, total 148 pesawat China yang wara wiri di kawasan itu.

China diketahui makin intens meningkatkan latihan militer di ADIZ Taiwan.

Baca juga: Menhan Singapura Cemas Konflik Amerika Serikat dengan China: Asia Tenggara Bisa Bergejolak

Baca juga: Insiden Laut China Selatan, Kapal Selam AS Tenaga Nuklir Tabrak Gunung Bawah Laut

Asesmen terbaru Kementerian Pertahanan Taiwan pada Selasa juga menyebutkan jika Negeri Panda itu mampu memblokade pelabuhan hingga bandara.

Dalam laporan yang dikeluarkan setiap dua tahun sekali seperti dikutip Reuters dari Kompas.com, China telah mengampanyekan perang zona abu-abu.

Ketegangan antara Beijing dan Taipei akhir-akhir ini meningkat drastis.

China selalu mengklaim Taiwan adalah bagian dari wilayahnya.

Sementara Taiwan berkukuh bahwa negaranya adalah negara yang independen dan memiliki pemerintahan sendiri.

Kementerian Pertahanan Taiwan juga mengungkap jika China melakukan 554 'penyusupan' lewat pesawat-pesawatnya ke barat daya zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan antara September 2020 hingga akhir Agustus 2021.

Pada saat yang bersamaan, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) bertujuan untuk menyelesaikan modernisasi pasukannya pada 2035.

Lewat modernisasi itu, China bakal lebih unggul dalam kemungkinan operasi melawan Taiwan dan kemampuan untuk menangkal pasukan asing.

“Saat ini, PLA mampu melakukan blokade bersama lokal terhadap pelabuhan penting, bandara dan rute penerbangan. Ini bisa memutus jalur komunikasi udara dan laut kami serta berdampak pada aliran pasokan militer dan sumber daya logistik kami,” kata Kementerian Pertahanan Taiwan seperti dikutip Kompas.com.

Baca juga: China Kembali Lakukan Lockdown di Kota Lanzhou, Warga Dilarang Keluar Rumah

Baca juga: FAKTA Masuknya Etnis China ke Malaysia, Mendominasi Orang Kaya, Pakai Nama serta Dialek Asli

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved