Rabu, 3 Juni 2026

Cara Deteksi Dini Penyakit Jantung, Hindari Kematian akibat Sakit Jantung

Baik sebelum dan selama pandemi Covid-19 penyakit jantung masih menjadi penyumbang angka kematian tertinggi di dunia dan mengancam banyak nyawa

Tayang:
freepik.com
SERANGAN JANTUNG - Cara Deteksi Dini Penyakit Jantung, Hindari Kematian akibat Sakit Jantung. FOTO: ILUSTRASI 

Hal ini seperti yang dilakukan di banyak negara lain yang bahkan merekomendasikan warganya untuk melakukan cek jantung rutin secara berkala, minimal lima tahun sekali sejak usia 18 tahun, dan harus semakin sering jika memiliki riwayat kesehatan atau gaya hidup tertentu.

"Pada tahap ini, deteksi dini sudah menjadi hal yang mutlak dilakukan untuk mencegah semakin banyaknya keterlambatan penanganan pada penyakit jantung," ujarnya.

Deteksi dini penyakit jantung

Deteksi dini penyakit jantung menjadi opsi ideal untuk mencegah terlambatnya penanganan penyakit jantung pada pasien.

Salah satu inovasi deteksi dini penyakit jantung adalah penggunaan biomarker Troponin T dan NT-proBNP dalam tes darah, yang kini diakui sebagai standar emas deteksi dini penyakit jantung di dunia.

"Rajinlah medical check up, badan kita harus di-medical check up. Apa yang harus dicek? Biomarker minimal untuk mendeteksi dini," kata dia.

Baca juga: Waspada, Kurang Tidur Bisa Memicu Serangan Jantung, Ini Gejala dan Faktor Penyebab Lainnya

Baca juga: Kenali Dampak Negatif Terlalu Banyak Makan Gorengan terhadap Kesehatan Jantung

Pada dasarnya, biomarker Troponin T digunakan untuk mendeteksi kerusakan otot jantung.

Sedangkan, biomarker NT-proBNP digunakan untuk mendeteksi dan monitor lemah jantung, melihat hormon yang dihasilkan oleh jantung pada saat teregang.

Sehingga, kata Antonia, penanda biokimia atau biomarker penyakit jantung ini dapat membuat diagnosis akurat dari penyakit jantung, menilai besar risiko dan memandu terapi, serta memprediksi prognosis.

"Biormarker ini bisa mendeteksi dini, bahkan pada kita yang tidak ada gejalanya, bisa memprakirakan potensi risiko gejala sakit jantug," tambahnya.

Selain mampu mendeteksi penyakit jantung sejak dini, inovasi ini juga memungkinkan pasien untuk mencari tahu tingkat keparahan kondisi, merencanakan pengobatan yang efektif sesuai kondisi kesehatan, dan mencari tahu apakah pengobatan yang selama ini dijalani sudah bekerja dengan baik.

Tes biomarker Troponin T dan NT-proBNP kini bisa diakses oleh pasien di berbagai rumah sakit dan laboratorium klinik, termasuk Siloam Hospitals Lippo Village.

"Melihat adanya peningkatan pasien penyakit jantung terutama akibat gaya hidup pasif selama pandemi, kami terus berupaya untuk berfokus pada penerapan intervensi dengan efisiensi biaya melalui deteksi dini penyakit jantung," ujar Ahmed.

Upaya ini sejalan dengan pencapaian target Sustainable Development Goal 3, yaitu setidaknya 30 persen pengurangan kematian dini akibat penyakit tidak menular pada 2030.

Baca juga: JANGAN Abaikan 5 Gejala Serangan Jantung Ringan Ini, Salah Satunya Sering Pusing

Baca juga: 7 Manfaat Luar Biasa Buah Pepaya bagi Kesehatan, Meningkatkan Imun hingga Bikin Jantung Sehat

.

.

.

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved