Kamis, 23 April 2026

Sebelum Terlambat Kenali 5 Gejala Awal Peringatan Serangan Jantung

Penyebab utama serangan jantung adalah tersumbatnya pembuluh darah penyuplai makanan ke otot jantung yang dikenal dengan nama pembuluh darah koroner

TribunBatam.id/Istimewa
Ilustrasi penyakit jantung - Sebelum Terlambat Kenali 5 Gejala Awal Peringatan Serangan Jantung 

TRIBUNBATAM.id - Kebanyakan serangan jantung terjadi pada orang yang memiliki penyakit jantung koroner yang antara lain disebabkan oleh aterosklerosis.

Penyebab utama serangan jantung adalah tersumbatnya pembuluh darah yang mensuplai makanan ke otot jantung yang dikenal dengan nama pembuluh darah koroner.

Sehingga serangan jantung biasanya juga disebut dengan sindrom koroner akut.

Oleh sebab, penting untuk mengenali tanda atau peringatan gejala serangan jantung.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Siloam Hospitals Lippo Village, DR dr Antonia Anna Lukito SpJP(K), FIHA, FAPSIC, FAsCC, FSCAI mengatakan, meski mematikan tetapi pasien serangan jantung masih dapat terselamatkan kalau cepat dibawa ke rumah sakit.

Baca juga: 7 Penyebab dan Cara Mencegah Sakit Jantung di Usia Muda

Baca juga: Ini Dampak Rokok bagi Kesehatan Jantung, Simak 6 Cara Hentikan Candu

Syaratnya pasien memiliki beberapa tanda gejala peringatan awal serangan jantung.

Berikut beberapa peringatan atau tanda gejala serangan jantung yang harus diwaspadai:

Pusing bisa jadi tanda serangan jantung

Gejala peringatan dari serangan jantung yang pertama harus diwaspadai adalah pusing yang berlebihan.

Antonia menjelaskan, umumnya pusing yang dialami ini seperti rasa kliyengan, tidak stabil, dan rasa mau pingsan tetapi ditahan sehingga tidak jadi pingsan.

Jika kejadian atau tanda gejala peringatan serangan jantung ini terjadi terus berulang-ulang, Antonia menegaskan agar Anda yang mengalaminya segera mendeteksi potensi kemungkinan penyakit jantung.

Baca juga: 7 Manfaat Susu Kedelai Bagi Kesehatan, Bikin Jantung Sehat hingga Redakan Stres

Baca juga: 7 Manfaat Luar Biasa Buah Pepaya bagi Kesehatan, Meningkatkan Imun hingga Bikin Jantung Sehat

Mendadak mual

Gejala peringatan dari serangan jantung yang berikutnya adalah perasaan mendadak mual, kembung ataupun muntah.

Hal ini patut dicurigai terlebih jika Anda mengalaminya tanpa memiliki riwayat penyakit maag.

Napas tak lega

Gejala berikutnya adalah napas mendadak tidak lega, terutama saat melakukan aktivitas ringan yang biasanya tidak ada keluhan di sistem pernapasan.

"Saat melakukan aktivitas ringan yang biasanya tidak apa-apa, menjadi napasnya tidak lega, ini juga harus dicurigai (tanda sakit jantung)," kata Antonia dalam diskusi daring oleh Siloam Hospitals Liipo Village dan Roche Indonesia bertajuk, Deteksi Dini Penyakit Jantung: Apakah Mungkin?, Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Waspada, Kurang Tidur Bisa Memicu Serangan Jantung, Ini Gejala dan Faktor Penyebab Lainnya

Baca juga: 11 Manfaat Air Kelapa untuk Kesehatan, Mengendalikan Hipertensi hingga Menjaga Jantung

Nyeri dada dan sesak napas tanda serangan jantung yang juga perlu menjadi perhatian dalam hal ini.

Keringat banyak tanpa beraktivitas

Setelah melakukan berbagai aktivitas fisik yang berkelanjutan di tempat panas ataupun saat berolahraga, berkeringat merupakan pertanda metabolisme tubuh sedang bekerja dengan baik.

Keringat adalah cairan tubuh alami yang mengandung air, garam dan lemak, yang biasanya akan lebih banyak dikeluarkan ketika suhu tubuh sedang tinggi.

Akan tetapi, lain halnya jika seseorang mengalami berkeringat tetapi suhu tubuhnya dingin, ini justru pertanda tidak baik.

"Mendadak keringat dingin, atau keringatnya deras sekali ini juga gejala peringatan serangan jantung.

Ada beberapa pasien yang menggambarkan keringatnya sebesar jagung (keringat deras), butir-butir keriingatnya dan bajunya menjadi basah kuyup," jelasnya.

Baca juga: 5 Khasiat Minuman Jahe, Bisa Cegah Penyakit Jantung hingga Redakan Nyeri Haid

Baca juga: Khasiat Daun Bidara bagi Kesehatan dari Jantung hingga Diabetes, Dikaitkan Ampuh Obati Sakit Sihir

Tanpa gejala peringatan serangan jantung sama sekali

Antonia berkata, selain beberapa gejala di atas, kondisi kelima ini merupakan yang paling berbahaya yaitu serangan jantung yang terjadi tanpa gejala peringatan sama sekali.

"Gejala yang berupa tanpa gejala peringatan sama sekali ini biasa kita sebut dengan silent killer," kata dia.

Ironisnya, kata dia, sekitar 50 persen pasien dengan serangan jantung atau bahkan meninggal mendadak itu tidak ada gejala peringatan sama sekali.

"Itulah pentingnya kita mendeteksi dini tanpa menunggu gejala peringatan (serangan jantung) lagi," tegasnya dikutip dari Kompas.

Para ahli menegaskan bahwa nyeri pada dada tidak selalu menjadi tanda gejala serangan jantung.

Begitupun dengan serangan jantung juga bisa terjadi tanpa peringatan gejala sama sekali.

Sehingga, perlu sekali mendeteksi dan mencegah agar menghindari potensi risiko buruk dari serangan jantung.

Deteksi dini penyakit jantung menjadi opsi ideal untuk mencegah terlambatnya penanganan penyakit jantung pada pasien.

Dalam melihat kondisi jantung, ada tiga tindakan yang bisa dilakukan yaitu Elektrokardium (EKG), tes darah (biomarker), dan Sinar-X.

Baca juga: Awas, 3 Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Terkena Penyakit Jantung

Baca juga: 3 Manfaat Minum Kopi untuk Kesehatan Jantung yang Jarang Diketahui

.

.

.

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved