Rabu, 8 April 2026

Ini Dampak Rokok bagi Kesehatan Jantung, Simak 6 Cara Hentikan Candu

Faktanya orang yang tidak aktif merokok namun sering terpapar asap rokok memiliki 25 hingga 30 persen peningkatan risiko penyakit jantung koroner...

Istimewa
Ini Dampak Rokok bagi Kesehatan Jantung, Simak 6 Cara Hentikan Candu. Foto ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Banyak penelitian membahas soal bahaya rokok bagi kesehatan.

Tak cuma perokok, orang yang terpapar asap rokok juga berpotensi terkena penyakit.

Merokok bahkan menjadi salah satu penyebab penyakit kardiovaskular.

Faktanya orang yang tidak aktif merokok, namun sering terpapar asap rokok memiliki 25 hingga 30 persen peningkatan risiko penyakit jantung koroner.

Sebanyak 30.000 kematian akibat penyakit jantung koroner di Amerika Serikat (AS) bahkan disebabkan oleh rokok.

Baca juga: Denda Rp 750 Ribu Intai Perokok di Jalan, Unggahan Viral Perempuan Kena Bara hingga Bahaya Kebutaan

Baca juga: BAWA Rokok Berisi 30 Butir Ekstasi, Warga Batuampar Batam Masuk Bui

Kenapa rokok berbahaya

Dilansir dari Food and Drugs Administration (FDA), ketika tubuh menghirup udara, paru-paru akan mengambil oksigen dan mengirimkannya ke jantung yang bertugas memompa darah yang kaya oksigen.

Sementara jika menghirup asap rokok, darah yang didistribusikan menjadi terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia berbahaya dalam rokok.

Bahan-bahan kimia tersebut dapat merusak jantung dan pembuluh darah hingga menyebabkan penyakit kardiovaskular.

Penyakit kardiovaskular adalah istilah umum yang mengacu pada beberapa kondisi yang memengaruhi jantung dan pembuluh darah.

Beberapa penyakit kardiovaskular adalah penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, aneurisma dan penyakit arteri perifer.

Baca juga: 5 Cara Mudah Menghilangkan Uban, Stop Merokok

Baca juga: Usai Berhenti Merokok, Ini 6 Cara Paling Top Cara Terbaik Membersihkan Paru-paru Ini, Apa Itu?

Asap rokok juga dapat menyebabkan penykit kardiovaskular dengan mengubah kimia darah dan mengakibatkan plak di arteri.

Ini dapat memicu penyakit aterosklerosis.

Ketika terserang penyakit aterosklerosis dan darah di arteri menjadi lebih kental, sel darah akan lebih sulit bergerak melalui arteri dan pembuluh darah lain untuk sampai ke organ vital, seperti jantung dan otak.

Akibatnya, kondisi ini dapat menyebabkan pembekuan darah hingga akhirnya mengakibatkan serangan jantung atau stroke.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved