Breaking News:

BATAM TERKINI

Tekong Boat Angkut Calon PMI Ilegal Masih Pelajar, Berenang Malam Hari Coba Kelabui Polisi

Polisi mengungkap tersangka tekong boat pengangkut calon PMI ilegal tujuan Malaysia. Aksinya nyaris saja membuatnya celaka. Seperti apa kisahnya?

TribunBatam.id/Istimewa
Kasatpolairud Polresta Barelang, AKP Syaiful Badawi saat ungkap kasus penyelundupan 8 calon PMI ilegal di Makosatpolairud Polresta Barelang Batu Ampar, Batam, Senin (22/11). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Fakta mencengangkan terungkap dari ungkap kasus penyelundupan 8 calon Pekerja Migran Indonesia ( PMI) tujuan Malaysia dengan tersangka RM.

Selain karena aksinya nekat karena melompat dari boat yang ia kendarai mengangkut sejumlah PMI karena dikejar anggota Satpolairud Polresta Barelang, RM diketahui masih berstatus pelajar.

Tersangka RM sebelumnya ditangkap di Belakangpadang, Jumat (19/11).

Atau satu hari setelah aksi kejar mengejar dengan polisi, Kamis (18/11) sekira pukul 20.30 WIB.

Ia rupanya tak sendirian ketika mengantar sejumlah calon PMI itu.

Baca juga: Tekong TKI Kandaskan Kapal Lalu Kabur, Satpolair Batam Gagalkan Penyelundupan PMI ke Malaysia

Baca juga: Cerita Haru Calon PMI yang Hendak Diselundupkan Dari Batam, Hanya Naik Boat Pancung Ke Malaysia

Ada dua rekannya yang sama-sama lompat ketika dikejar anggota Satpolairud Polresta Barelang.

Setelah melompat, pelajar kelas 2 SMA mengaku berenang dalam gelap malam hingga Belakangpadang serta ditangkap keesokan harinya.

“Ada teman juga pada waktu itu, saya minta tolong temani saya antar orang PMI ke Pulau Buaya, Kecamatan Balakangpadang. Saya cuma antar dari Belakangpadang sampai Pulau Buaya. Nanti ada yang jemput untuk selanjutnya di bawah ke Malaysia,” ungkap RM, Selasa (23/11/2021).

Kasat Polair Polresta Barelang, AKP Syaiful Badawi menyebut jika dua teman RM yang ikut saat mengantar calon PMI ilegal tersebut juga sudah ditemukan.

Saat ini mereka menjadi saksi kasus penyelundupan PMI ilegal itu.

"Pengakuan yang bersangkutan, tersangka RM sudah empat kali mengirimkan calon PMI ilegal ke Malaysia. Dia mendapat upah Rp100 ribu per kepala (setiap calon PMI ilegal),” ungkap Badawi.

Badawi miris karena di saat pandemi Covid-19 ini masih ada pengiriman PMI ilegal ke Malaysia.

Terlebih, tersangka kasus ini adalah seorang pelajar.

CERITA Miris Calon PMI

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved