BATAM TERKINI
Tekong Boat Angkut Calon PMI Ilegal Masih Pelajar, Berenang Malam Hari Coba Kelabui Polisi
Polisi mengungkap tersangka tekong boat pengangkut calon PMI ilegal tujuan Malaysia. Aksinya nyaris saja membuatnya celaka. Seperti apa kisahnya?
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Septyan Mulia Rohman
Dari delapan korban tersebut, tujuh adalah wanita dan seorang pria.
Mereka dijanjikan akan dipekerjakan di restoran dan asisten rumah tangga di negeri seberang.
Para PMI yang menjadi korban terdiri atas tujuh wanita dan satu pria.
Mereka adalah Nurhayati, Siti Hajah, Fatimah, Dwi Wahyuni, Maya Apriyanti, Marfuahtum Muthoaroh, Kuncoro Rini Maruti.
Sedangkan pria bernama Eko Purwoko.
Baca juga: Tekong TKI Kandaskan Kapal Lalu Kabur, Satpolair Batam Gagalkan Penyelundupan PMI ke Malaysia
Baca juga: Tak Terima Hubungannya Berakhir, Pria Ini Pukul dan Cekik Kekasihnya, Korban Lapor Polisi
Nurhayati ketika ditemui TribunBatam.id mengaku tidak tahu-menahu kalau dirinya akan menjadi korban perdagangan manusia.
Wanita asal Lombok ini mengatakan, awalnya dia diajak seorang agen untuk bekerja ke Malaysia dengan gaji besar tanpa dipungut biaya.
Tergiur bayaran mahal bekerja di negeri orang, Nurhayati kemudian mengiyakan ajakan agen tersebut. Berangkatlah dirinya dari Lombok ke Surabaya.
Di Surabaya ia diinapkan beberapa hari dan kemudian diterbangkan ke Kota Batam.
"Di Surabaya saya bertemu dengan teman-teman lain yang hendak berangkat ke Malaysia juga," sebutnya.
Sesampai di Batam, akhirnya dia diberitahu kalau dia tidak akan diberi gaji selama empat bulan jika sudah bekerja di Malaysia.
Ia sempat panik dan ingin pulang ke Lombok. Namun apa boleh buat, Nurhayati tidak mempunyai uang sepeser pun untuk kembali ke kampung halaman.
"Saya mulai merasakan ada yang tidak beres saat tiba di Batam. Sebab, katanya saya tidak akan digaji empat bulan sebagai pengganti biaya saya ke Malaysia. Saya juga baru tahu di sini kalau ke Malaysia lewat jalur gelap. Mau balik tak ada uang untuk ongkos. Akhirnya saya pasrah saja,” katanya.
Ia merasa beruntung setelah polisi berhasil menemukannya di tengah laut saat hendak berangkat ke Malaysia.
Nurhayati mengaku ketakutan saat kapal yang ditumpanginya melaju cepat saat dikejar petugas polisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kasatpolairud-polresta-barelang-soal-calon-pmi-ilegal.jpg)