Breaking News:

Kasus DBD di Tanjungpinang Capai 313 Selama 2021, Paling Banyak di Pinang Kencana

Kabid Pencegahan Penyakit di Dinkes Tanjungpinang Sri Handoyo sebut dari Januari hingga November 2021, DBD tercatat 313 kasus

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Kasus DBD di Tanjungpinang Capai 313 Selama 2021, Paling Banyak di Pinang Kencana. Foto Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sri Handono, Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, berpotensi jadi ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Karena itu, pemerintah setempat meminta kepada warga agar waspada terhadap penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti ini.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tanjungpinang, Elfiani Sandri melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sri Handono menyampaikan, kasus DBD di Tanjungpinang masih fluktuatif.

Pada bulan November ini tercatat sebanyak 23 kasus. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan kasus bulan sebelumnya sebanyak 39 kasus.

"Tetapi kita jangan lengah, mengingat sekarang ini lagi musim penghujan. Kalau kita tidak awas dan kita tidak menjaga lingkungan, maka potensi penularan bisa terjadi," ujarnya kepada awak media, Rabu (24/11/2021).

Ia menyampaikan, tahun ini dari Januari hingga November tercatat sebanyak 313 kasus DBD. Jumlah ini menurun dari tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 360 kasus.

Kasus tertinggi terjadi pada bulan Juni sebanyak 41 kasus.

Baca juga: Dishub Tanjungpinang Kejar Target Retribusi Parkir, Baru Terealisasi 75% Per Oktober 2021

Baca juga: 2 Pasien Meninggal Dunia Kena DBD, Warga Batam Diminta Waspadai Musim Penghujan

Sedangkan kasus tertinggi sepanjang tahun ini berada di Kelurahan Pinang Kencana tercatat sebanyak 53 kasus, Batu IX sebanyak 47 kasus, disusul Tanjung Ayun Sakti sebanyak 43 kasus.

Ia menjelaskan, kondisi perubahan iklim tidak berpengaruh besar terhadap kasus demam berdarah.

Menurutnya yang paling besar pengaruhnya adalah lingkungan dan perilaku.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved