WAWANCARA EKSKLUSIF
Kondisi HIV AIDS di Batam, Benarkah Bisa Diobati?
Ketua Pokja HIV RS Budi Kemuliaan Batam mengungkap kondisi terkini pasien HIV/AIDS.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Peringatan HIV/AIDS yang diperingati setiap 1 Desember setiap tahunnya jadi pengingat bagi kita.
Bahwa penyakit yang menghancurkan sistem kekebalan tubuh ini masih terus mengancam nyawa manusia.
Tidak hanya pandemi covid-19, dimana seluruh negara belahan dunia masih berjuang untuk mengatasinya.
Tema ini pula yang coba diangkat oleh Tribun Batam dengan menghadirkan Ketua Pokja HIV RS Budi Kemuliaan, Kota Batam, dr. H. Danang Legowo sebagai narasumber.
Berikut petikan wawancara eksklusif lewat Tribun Podcast yang mengambil tema 'HIV/AIDS bisa diobati?', Selasa (30/11/2021).
Baca juga: Data HIV/AIDS di Kepri, Tanjung Pinang Paling Banyak Usia Produktif
Baca juga: Penggiat HIV/AIDS Kritik Penanganan HIV/ AIDS di Batam, Terlupakan saat Pandemi Covid-19
TB: Selamat sore Dok. Masyarakat tahu bahwa HIV/AIDS tidak bisa diobati, bagaimana jawaban dokter terkait hal ini?
DL: Memang betul sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan. Artinya tidak bisa hilang total HIV/AIDS dari tubuh pasien, tapi hanya bisa mengendalikan. Jadi mengontrol supaya virus itu terstabil tenang di dalam tubuh.
Artinya dia hilang di dalam darah memang, tetap dia masih ada bercokol di dalam kelenjar getah bening pasien tersebut dan obat-obat saat ini masih belum bisa menembus getah bening tersebut. Dan ini masih diteliti terkait obat itu. Dalam penelitian masih ada yang sembuh, tapi hanya 1 atau 2 orang, karena prosesnya berat dan resikonya tinggi
TB: Dalam satu hari, ada berapa pasien HIV/AIDS yang berobat ke dokter untuk pasien di Kota Batam?
DL: Di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, kemungkinan kami yang memang paling banyak pasiennya. Jadi di Rumah Sakit kami yang menangani ada saya dan dr Fransiska, tidak semua ke saya. Rata-rata yang datang ke saya, kira-kira 5 sampai 10 pasien perhari, untuk mengambil obat. Biasanya pasien mengambil obat 2 bulan sekali, makin lama makin banyak yang datang berobat ke kita.
TB: Obat apa saja yang dipakai untuk mengontrol virus itu?
DL: Ada beberapa golongan obat yang dipakai dan obat-obat itu harus kombinasi minumnya dari 3 obat dan 3 golongan, biasanya kita pakai 2 golong dan itu tidak boleh dikurangin.
Minum obatnya harus teratur, jamnya harus tepat, pasien tidak boleh stress, dan tidak boleh kurang istirahat. Karena sangat mempengaruhi daya tahan tubuhnya.
Baca juga: Penderita Penyakit HIV/AIDS Aman untuk Divaksin, Berikut Penjelasan Ahli
Baca juga: Lima Pasien HIV/AIDS di Anambas Masih Jalani Perawatan, Total 44 Pasien Sejak 2017
TB: Apakah obat itu selalu tersedia dan apakah berbayar dok untuk pasien?
DL: Alhamdulillah, sekarang persediaan obat lancar dan kadang obat-obat yang baru selalu kehabisan, kelihatannya sih lengkap persediaan obat kita. Dari segala jenis ada, sebagian besar sudah diproduksi di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tribun-podcast-membahas-hivaids-di-kepri.jpg)