Breaking News:

BINTAN TERKINI

DATA Basarnas Soal Insiden Boat Angkut PMI Ilegal Tenggelam di Malaysia

Basarnas berkoordinasi dengan otoritas Malaysia untuk mencari puluhan PMI yang ikut dalam boat nahas itu.

TribunBatam.id/Istimewa/Dokumntasi Basarnas Tanjungpinang
Tim SAR Gabungan saat berkooordinasi di Pelabuhan Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Jumat (17/12/2021). Mereka ikut mencari PMI yang tenggelam di perairan Tanjung Balau, Malaysia. 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Basarnas Tanjungpinang menyebut jika ada 60 Pekerja Imigran Indonesia (PMI) dalam boat yang tenggelam di perairan Tanjung Balau, Johor Bahru, Malaysia, Rabu (15/12/2021) sekira pukul 04.40 WIB.

Boat pancung yang diketahui bergerak dari Tanjunguban, Kabupaten Bintan ini dilaporkan terbalik dan karam di perairan Malaysia sekira pukul 04.30 WIB.

Kepala Kantor Basarnas Tanjungpinang, Slamet Riyadi melalui Humas Basarnas Tanjungpinang, Agung Satria mengungkap dari data sementara terdapat 18 penumpang dinyatakan meninggal dunia.

Kemudian 22 selamat dan 20 orang masih dalam pencarian.

"Atas peristiwa itu Tim SAR Gabungan pada Kamis, (16/12/2021),pukul 10.00 WIB,melaksanakan koordinasi bersama MRSC Johor Bahru, Malaysia," ungkapnya, Jumat (17/12/2021).

Baca juga: NEKAT Lompat ke Laut saat Dikejar Petugas Bea Cukai, 2 Kru Boat Pancung Masih Hilang

Baca juga: Boat Pancung Asal Pulau Bintan Angkut Puluhan WNI Tenggelam di Malaysia

Petugas Siaga Komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang berkoordinasi koordinasi bahwa akan dilaksanakannya Pembuatan Posko SAR Gabungan di wilayah Dermaga UPP Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.

Hal itu untuk untuk mengantisipasi korban hanyut memasuki wilayah Perairan Indonesia berdasrakan SAR MAP.

Selanjutnya, pada pukul 11.00 WIB, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjung Pinang berjumlah 6 (enam) orang bergerak menuju Dermaga UPP Tanjung Uban menggunakan RIB Tanjung Pinang dan Rescue Carier untuk melaksanakan pembuatan Posko Gabungan dengan Jarak 27 NM Radial 306°

Pada 11.15 WIB, dari Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Batam berjumlah 6 (enam) orang juga bergerak menuju Dermaga UPP Tanjung Uban menggunkan RIB Batam mendukung pelaksanaan pembuatan Posko SAR Gabungan dengan Jarak 28 NM Radial 101°.

“Adapun unsur SAR Gabungan yang terlibat antara lain, KanSAR Tanjung Pinang, MRSC Johor Bahru, TNI AL, Bakamla Batam, Polair Polda Kepri, UPP Tanjung Uban dan HNSI Bintan dengan alut yang dipergunakan KM Tegas (Malaysia). Kemudian Petir 50 (Malaysia), AW 139 (Malaysia), RIB 04 Tanjung Pinang, RIB 03 Batam, KN Sarotama, KN Belut Laut 406 dan SB Polair XXXI -1006.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved