BINTAN TERKINI
DATA Basarnas Soal Insiden Boat Angkut PMI Ilegal Tenggelam di Malaysia
Basarnas berkoordinasi dengan otoritas Malaysia untuk mencari puluhan PMI yang ikut dalam boat nahas itu.
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Septyan Mulia Rohman
Berdasarkan informasi dari Konsulat Jenderal RI Johor Bahru, Kamis (16/12), dari 50 orang yang ada di boat pancung tersebut, sekira 20-an orang masih belum ditemukan dan masih dalam penyisiran tim SAR.
Sementara itu 11 korban dinyatakan meninggal dunia, 14 lainnya berhasil selamat dari maut.
Korban meninggal belum diketahui secara pasti identitasnya, karena tidak ada identitas yang melekat di jenazah.
Kondisi para korban meninggal masih dalam keadaan baik dan utuh.
Baca juga: Omicron Ada di Singapura dan Malaysia, Sampel RT-PCR PMI Langsung Masuk Balitbangkes
Baca juga: TKI Lakukan Penganiayan ke Orangtua Majikannya, Kini Harus Hadapai Jeratan Hukum
Adapun untuk korban selamat sudah dilakukan swab test, sehingga belum bisa ditemui oleh pihak Indonesia atau KJRI sebagai perwakilan Indonesia.
Sejumlah identitas juga ditemukan di lokasi kejadian, namun baru 2 jenazah yang sudah diketahui identitasnya, yakni jenazah WNI yang berasal dari NTT dan Cilacap.
Pemerintah Indonesia melalui Kemenlu diketahui membuka layanan informasi terkait hal ini.
“Investigasi menyeluruh ini, kita harapkan menghasilkan hasil yang akan membuka tabir kejahatan kemanusiaan penempatan ilegal ke Malaysia melalui Kepulauan Riau, khususnya dari Tanjung Pinang, atau pelabuhan-pelabuhan lainnya,” kata Benny Rhamdani pada konferensi pers seperti diberitakan Tribunnews.com, Kamis (16/12/2021).
Merespon kasus tersebut, Benny akan menindaklanjutinya secara serius dan membongkar, pemain lapangan, dan siapapun yang memodali maupun membekingi penempatan PMI illegal ini.
Benny bahkan akan menindak tegas apabila terdapat jajaran BP2MI yang terlibat.
“Jika ditemukan bukti yang cukup kuat kejahatan yang menurut banyak informasi sudah berlangsung lama ini melibatkan, baik langsung maupun tidak langsung jajaran BP2MI, maka tidak segan saya bisa dan akan mengambil langkah pencopotan atas jabatan siapapun yang terlibat langsung, maupun tidak langsung terkait kejahatan penempatan secara ilegal pekerja migran kita ke Malaysia,” ujarnya.
Baca juga: Polda Kepri Ungkap 5 Tersangka Pengiriman TKI Ilegal di Bintan
Baca juga: Cerita Calon TKI Ilegal Tenggelam di Laut, Speed Mereka Dihantam Ombak Saat Berangkat ke Malaysia
Benny menyampaikan, keprihatinannya dan juga berduka untuk para korban yang telah meninggal.
Namun, Ia berharap para korban yang masih dinyatakan hilang, dapat ditemukan dalam secepat-cepatnya, dan tentu dalam keadaan sehat dan selamat.
Ia juga akan mengintensifkan koordinasi, serta akan terus mengumpulkan semua informasi, serta akan memperbaharui informasi secara terus-menerus untuk kepentingan informasi publik, dan secara lebih khusus untuk keluarga dari para korban, baik yang meninggal maupun selamat.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora) (Tribunnews.com)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Bintan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tim-sar-gabungan-cari-pmi-tenggelam-di-malaysia.jpg)