BERITA CHINA
China - Amerika Serikat Saling Serang LAGI, Buntut Tuduhan Pelanggaran HAM
China dan Amerika Serikat (AS) saling serang dengan menyatakan sikap tegasnya. Hubungan keduanya semakin memanas.
TRIBUNBATAM.id - Hubungan China dengan Amerika Serikat (AS) semakin memanas.
Pemicu merenggangnya hubungan dua negara besar ini setidaknya dari saling balas pernyataan terkait sikap China yang mengusik Taiwan hingga Laut Natuna Utara yang mengklaim sebagai wilayahnya.
Kemudian Amerika Serikat yang berani memboikot diplomatik pelaksaaan Olimpiade Musim Dingin Beijing pada 2022.
Sikap AS ini kemudian diikuti oleh sejumlah negara lainnya, seperti Inggris, Kanada hingga Australia.
Hal ini yang kemudian membuat China semakin berang.
China makin terusik setelah muncul pernyataan bersama yang dikeluarkan Menteri Luar Negeri Inggris, Elizabeth Truss sebagai Ketua Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri dan Pembangunan G7 di Liverpool, Minggu (12/12/2021), menyatakan keprihatinan mereka terkait Xinjiang, Tibet, Hong Kong, Laut China Selatan, dan Taiwan.
Baca juga: China Ngotot Taiwan Masuk Wilayahnya, China Harus Dipersatukan Kembali
Baca juga: Petenis China Bikin Pengakuan Mengejutkan, Sebelumnya Seret eks Wakil Pemimpin PKC
Inggris dan Amerika Serikat masuk dalam negara anggota G7.
Kemudian diikuti sejumlah negara lain seperti Jepang, Jerman, Kanada, Prancis dan Italia.
Yang terbaru, China mengumumkan sanksi terhadap empat anggota Komisi Kebebasan Beragama Internasional pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Selasa (21/12/2021).
Sanksi dijatuhkan sebagai pembalasan atas hukuman yang dijatuhkan pada pejabat China atas tuduhan pelanggaran HAM di Xinjiang.
Amerika Serikat sebelumnya melarang impor dari wilayah yang mungkin dilakukan dengan kerja paksa di Xinjiang.
China membantah tuduhan pelanggaran dan sebelumnya telah membalas dengan memboikot merek sepatu dan pakaian asing.
“Ketua dan tiga anggota Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS dilarang mengunjungi daratan China, Hong Kong dan Makau, dan aset apa pun yang mereka miliki di negara itu akan dibekukan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Zhao Lijian, seperti dikutip dari The Associated Press.
Baca juga: Taipan China Kehilangan Hartanya Hingga Ratusan Triliun Rupiah, Apa yang Terjadi?
Baca juga: China Tetap Lirik Indonesia Buat Investasi, Menko Luhut: Sampai Gak Dapat Hotel
Zhao mengidentifikasi orang-orang yang dikenakan sanksi adalah ketua organisasi tersebut, Nadine Maenza, Wakil ketua Nury Turkel dan anggota Anurima Bhargava dan James Carr.
Namun demikian, Zhao tidak memberikan indikasi apakah mereka memiliki aset di China.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/peta-xinjiang-cina_20161124_155947.jpg)