BERITA CHINA
China - Amerika Serikat Saling Serang LAGI, Buntut Tuduhan Pelanggaran HAM
China dan Amerika Serikat (AS) saling serang dengan menyatakan sikap tegasnya. Hubungan keduanya semakin memanas.
Departemen Keuangan AS juga mengumumkan sanksi pada dua pejabat yang dituduh terlibat dalam penindasan terhadap Uyghur dan sebagian besar minoritas Muslim lainnya di Xinjiang, 10 Desember lalu.
Kompas.tv melaporkan jika Beijing dituduh telah melakukan penahanan massal, aborsi paksa, dan pelanggaran HAM lainnya.
Departemen Keuangan menargetkan Shohrat Zakir, ketua pemerintah wilayah itu dari 2018 hingga awal tahun ini, dan Erken Tuniyaz, yang saat ini menduduki jabatan sebagai ketua wilayah.
“Amerika Serikat harus menarik apa yang disebut sebagai sanksi dan berhenti mencampuri urusan Xinjiang dan urusan dalam negeri China. Serta akan membuat tanggapan lebih lanjut sesuai dengan perkembangan situasi,” tambahnya.
SINGGUNG Senjata Pemusnah Massal
Perseteruan China dengan Amerika Serikat (AS) sebelumnya semakin menjadi.
Baca juga: Amerika Serikat Desak China Berhenti Buat Masalah di Indo-Pasifik
Baca juga: China Tetap Lirik Indonesia Buat Investasi, Menko Luhut: Sampai Gak Dapat Hotel
Negeri yang dipimpin Xi Jinping itu bahkan berani menyebut demokrasi di Amerika Serikat sebagai senjata pemusnah massal.
China menyampaikan sikap kerasnya itu setelah Negeri Paman Sam menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Demokrasi.
Perseturuan berawal dari dikeluarkannya China dari KTT yang digelar secara virtual selama dua hari itu.
Menyusul sejumlah negara lain termasuk Rusia dan Hongaria.
Perwakilan negara yang marah lantas menuduh Presiden Joe Biden memicu perpecahan ideologis era Perang Dingin.
Ketegangan antara China dan Amerika Serikat ini bukan yang pertama terjadi.
Amerika Serikat bahkan berani memboikot diplomatik Olimpiade Beijing 2022.
Sikap AS ini diikuti sejumlah negara lain seperti Inggris, Kanada dan Australia.
China meradang dengan sikap sejumlah negara itu.
Baca juga: China Gusar, Minta Amerika Serikat dan Inggris Berhenti Ganggu Urusan Negaranya
Baca juga: Amerika Serikat Desak China Berhenti Buat Masalah di Indo-Pasifik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/peta-xinjiang-cina_20161124_155947.jpg)