Kamis, 11 Juni 2026

BERITA SINGAPURA

Singapura Antisipasi Covid-19 Varian Omicron, Serukan Warga Suntik Vaksin Booster

Singapura mengantisipasi bertambahnya virus corona varian Omicron. Pemerintah di sana menyerukan warganya untuk mendapat suntik vaksin booster.

Tayang:
Roslan RAHMAN / AFP
Singapura mengantisipasi gelombang covid-19 varian Omicron. Potret kawasan Marina Bay di Singapura pada 14 November 2021. 

Singapura semakin berbenah sejak covid-19 varian Omicron masuk ke negaranya.

Tidak hanya membatasi sosial, mereka juga gencar meningkatkan daya tampung fasilitas kesehatan.

Singapura sebelumnya menjadi perhatian dunia setelah mendeteksi virus corona varian baru B.1.1.529 itu.

Setidaknya teerdapat 2 kasus lokal yang bekerja di Bandara Changi.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) pada selasa (14/12) mendeteksi 16 kasus virus corona varian Omicron hingga Selasa (14/12).

Dari jumlah itu, 14 di antaranya merupakan kasus impor.

Varian Omicron dilaporkan telah ditemukan di lebih dari 60 negara di seluruh dunia.

Singapura berencana meningkatkan pembatasan, khususnya bagi mereka yang tidak divaksinasi mulai 1 Februari 2022.

Mulai 1 Januari 2022, sekitar 50 tenaga kerja di sana akan diizinkan kembali ke kantor.

Baca juga: Cadangan Migas Laut Natuna Utara yang Diklaim China, Singapura Sempat Dibuat Pusing

Baca juga: Singapura Deteksi Covid-19 Varian Omicron LAGI, Satu Pekerja Bandara Changi

Negeri Singa sebelumnya mengklaim jika 97 persen tenaga kerja di sana telah mendapat vaksinasi dosis lengkap.

Otoritas Singapura juga meningkatkan pengetesan selain menambah kapasitas rumah sakit.

The Strait Times pada Rabu (15/12) melaporkan jika Singapura belum mendeteksi transmisi lokal dari varian Omicron.

Meski begitu, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong mengatakan, munculnya transmisi lokal dari varian Omicron di sana hanyalah masalah waktu.

“Ini kemudian dapat menyebabkan lonjakan kasus lain karena sifat virus Omicron yang sangat menular. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri untuk skenario seperti itu,” ujar Gan pada konferensi pers seperti diberitakan Kompas.com pada Selasa (14/12/2021).

Di sisi lain, Pemerintah Singapura tengah mempertimbangkan penghapusan konsesi yang memungkinkan orang yang tidak divaksinasi kembali ke tempat kerja jika mereka dinyatakan negatif Covid-19.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved