Kamis, 11 Juni 2026

BERITA SINGAPURA

Singapura Antisipasi Covid-19 Varian Omicron, Serukan Warga Suntik Vaksin Booster

Singapura mengantisipasi bertambahnya virus corona varian Omicron. Pemerintah di sana menyerukan warganya untuk mendapat suntik vaksin booster.

Tayang:
Roslan RAHMAN / AFP
Singapura mengantisipasi gelombang covid-19 varian Omicron. Potret kawasan Marina Bay di Singapura pada 14 November 2021. 

Belajar dari pengalaman badai varian Delta, Singapura mengambil tindakan cepat meningkatkan kapasitas rumah sakit dan ICU untuk mencegah rumah sakit kembali membludak.

Total jumlah kasus Covid-19 di Singapura sejak pandemi berkecamuk pada Januari 2020 adalah 275.910.

Kapasitas ruang perawatan intensif (ICU) di Singapura kini mencapai lebih dari separuh kapasitas yaitu 52,4 persen.

Angka ini jauh membaik dibanding dengan awal bulan November yang hanya sekitar 30 persen.

Namun, bukan berarti Singapura dapat berleha-leha.

Pemerintah menyatakan kesiapan menghadapi potensi gelombang terbaru Covid-19 yang dipicu varian Omicron.

Singapura mencatatkan kasus pertama Omicron pada 2 Desember.

Saat ini total pasien yang terinfeksi Omicron telah mencapai 24 orang, yang 21 di antaranya adalah kasus impor dan tiga infeksi lokal.

Kementerian Kesehatan (MOH) menyebutkan sejauh ini tidak ada indikasi varian Omicron telah menyebar di masyarakat Singapura.

Baca juga: Beda Inggris dan Singapura Kasus Covid-19 Varian Omicron, Britania Naikkan Level Waspada

Baca juga: Warga Singapura Buat Geger Inggris, Fong Terseret Kasus Pembunuhan Istri Sendiri

Akan tetapi, mengingat cepatnya tingkat penularan Omicron, bukanlah kejutan jika dalam beberapa waktu ke depan Omicron menginfeksi warga Singapura.

Aktivitas sosial menjelang liburan Natal dan Tahun Baru meningkat tajam.

Terlihat keramaian di sudut-sudut negeri kota ini mulai dari surga belanja Orchard Road, taman-taman kota hingga restoran-restoran yang padat pengunjung.

Saat ini jumlah warga yang diizinkan berkumpul tatap muka dan makan bersama adalah maksimal lima orang.

Maksimal 50 persen pekerja diizinkan untuk kembali bekerja di kantor mulai 1 Januari mendatang.

TINGKATKAN Pembatasan

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved