Breaking News:

Romo Paschal Beri Catatan ke Polisi terkait Penangkapan Pelaku Pengiriman TKI Ilegal

Romo Paschal berharap polisi bisa menemukan pelaku lain terkait pengiriman TKI ilegal ke luar negeri. Termasuk oknum yang berkepentingan terkait ini

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Dokumentasi Romo Paschal untuk Tribun Batam
Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Kepri, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Kepri, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus memberikan apresiasi terhadap Polda Kepri.

Itu karena kerja keras polisi menangkap beberapa orang yang terlibat dalam aksi pengiriman PMI secara ilegal ke Malaysia.

Diketahui sebelumnya, sebuah boat membawa puluhan PMI secara ilegal mengalami kecelakaan di perairan Johor Baru Malaysia pada 15 Desember 2021.

Akibat kejadian tersebut, dikabarkan sebanyak 21 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dari berbagai provinsi meninggal dunia.

Ke 21 orang tersebut berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Romo Paschal, sapaannya menilai, Polda Kepri sudah bekerja keras untuk menuntaskan kasus ini secara hukum.

Meksi begitu, ia memberikan beberapa catatan.

"Saya berharap master main sindikat pengiriman PMI ini segera diungkap dan ditangkap. Tidak mungkin pekerjaan ini hanya dikerjakan oleh dua orang," katanya, Selasa (28/12/2021).

Baca juga: REKRUT Korban Lewat Facebook dan TikTok, 2 Wanita Penyelundup PMI Dibekuk Polisi Batam

Baca juga: Perintah Kapolri, Tim Satgas Kemanusiaan Buru Tersangka Lain Kasus Insiden PMI Ilegal

Karena itu ia mendukung upaya lanjutan pihak kepolisian untuk menemukan pelaku lain, terutama pelaku utama, termasuk oknum yang berkepentingan di balik pengiriman TKI ke luar negeri secara ilegal.

Romo Paschal mengatakan, patut dicurigai ada yang sengaja melindungi sindikat pengiriman TKI secara ilegal sampai kasus seperti ini seolah selalu sulit diendus.

Karena itu ia berharap semua pihak dan masyarakat umumnya dapat bekerja sama memberikan informasi, jika tahu ada yang bermain dan bersembunyi di balik bisnis PMI ini.

"Kita sudah berkali-kali dan bertahun tahun dihadapkan dengan kejadian ini. Tapi respons dalam bentuk penguatan kebijakan dari Pemerintah maupun penegakan hukum terhadap yang namanya sindikat tidak berjalan menyeluruh"

"Tidak ada kebijakan yang signifikan melindungi pekerja migran kita dari praktik-praktik sindikat seperti ini dan selalu tidak pernah master yang main kasus-kasus ini terungkap dengan utuh," sebutnya.

Ia meminta kepada Polda Kepri untuk menggelar kembali kasus pemberangkatan PMI di Tanjung Uban bulan Juli 2021 lalu yang digagalkan oleh Polres Bintan.

"Kami mendapat informasi ada keterlibatan oknum AL di dalam kasus itu yang tidak terungkap ke publik dan mungkin juga oknum lain yang menerima setoran dan berpartisipasi dalam bisnis ini. Buka kembali kasus ini dan buka ke publik sebagai upaya tegas kita semua menginvestigasi kasus-kasus kemanusiaan ini secara menyeluruh," harap Romo Paschal.

Ia pun berharap, kejadian serupa tidak dan jangan pernah terjadi lagi di Indonesia, khususnya di Kepri.

( TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved