Breaking News:

KEPRI TERKINI

Perintah Kapolri, Tim Satgas Kemanusiaan Buru Tersangka Lain Kasus Insiden PMI Ilegal

Tim Satgas Kemanusiaan sudah mengantongi sejumlah nama dari hasil pengembangan kasus insiden PMI ilegal. Dua daerah jadi atensi mereka.

TribunBatam.id/Bereslumbantobing
Dua tersangka pengirim Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal saat ungkap kasus di Polda Kepri, Senin (27/12/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Langkah polisi untuk mengusut tuntas pengiriman 64 Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural berujung hilangnya nyawa di sekitar perairan Tanjung Balau, Johor Bahru, Malaysia, Rabu (15/12/2021) terus berlanjut.

Tim Satgas Kemanusiaan masih mengejar pemilik pelabuhan tak berizin dan sejumlah boat yang telah dimodifikasi.

Pengejaran dilakukan polisi karena pemilik pelabuhan dan boat dikabarkan melarikan diri.

Mabes Polri sebelumnya menyegel dua pelabuhan di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

Penyegelan dua pelabuhan tak berizin ini dipimpin langsung Ketua Satgas Kemanusiaan, Brigjen Pol Krishna Murti, Sabtu (25/12/2021).

Penyidik sebelumnya menangkap dua tersangka pelaku pengirim Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak sesuai prosedur di Bengkong Sadai, Batam, Jumat (24/12/2021).

Baca juga: 11 Jenazah Tiba di Batam, PB2MI Nyatakan Perang Terhadap Sindikat Penempatan PMI Ilegal

Baca juga: DATA Basarnas Soal Insiden Boat Angkut PMI Ilegal Tenggelam di Malaysia

Tidak hanya menyegel dua pelabuhan tak berizin di Pelabuhan Bintan, polisi dilaporkan juga menyegel sejumlah boat yang telah dimodifikasi khusus untuk beroperasi.

Ada 7 boat fiber dan satu unit kapal kayuyang diduga dipakai oleh penyelundup untuk beroperasi.

Kapal tersebut dilengkapi 4 unit mesin masing-masing 300 PK.

Hasil operasi ini diunggah Brigjen Pol Khrisna Murti yang kini menjabat sebagai Karomisinter Divhubnter Polri itu melalui laman media sosial Instagram pribadinya.

Turunnya tim Satgas Kemanusiaan yang dipimpin Brigjen Pol Khrisna diketahui merupakan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas perintah untuk mengusut tuntas kasus para PMI yang tewas di perairan Tanjung Bala, Johor Bahru, Malaysia itu.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri, Kombes Pol Jefri Ronald Parulian Siagian mengungkap, penyidik juga telah memeriksa 5 saksi terkait kasus ini.

Wakil Satgas Kemanusiaan itu menyebutkan, pengiriman TKI Ilegal merupakan permainan sindikat jaringan Internasional.

Baca juga: BREAKING NEWS - 5 Calon PMI Ilegal Nyaris Dikirim ke Malaysia dari Batam, Pelaku Masih SMA

Baca juga: 35 PMI Ilegal Tangkapan Mabes Polri Kini di BP2MI Tanjung Pinang

Ia pun menduga banyak keterlibatan pemain dalam sindikat jaringan itu.

“Kami sudah mengantongi nama-nama calon tersangka. Berikan kami waktu, kami akan bekerja. Nanti hasil pengembangan akan kami sampaikan,” tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved